
selzi mengangguk
"sukurlah anak ayah senang"
azazil mengangkat selzi dan menggendongnya
"oh ya azazil kau memiliki adik baru"
"oh ya siapa namanya?"
"lost"
"oh nama yang bagus. aku penasaran apa dia memiliki potensi yang bagus?"
"ya mungkin dia memiliki potensi kalau terus di latih"
sementara itu di benua dark elf. konan miya dan azzam sedang makan malam di tempat makan
"makanan di sini ternyata enak juga"
"hey kak pelan-pelan kalau makan. kau seperti belum makan beberapa bulan saja"
"ya terserah akulah mau makan kaya apa"
"sepertinya aku tau kenapa kakakku menyebutkan kalau miya lebih pintar dari anak-anaknya yang lain"
"hah. ayah menyebut miya yang paling pintar dari anak-anaknya yang lain?"
"kenapa kau iri denganku?"
__ADS_1
"sial.iya aku iri denganmu ayah selalu memberikan kau perhatian lebih dari pada ke padaku dan aku juga iri kepada azazil karna dia selalu di puji oleh ayah dari teknik bertarung ataupun sihir. ya aku sangat iri kepada kalian berdua!!"
"semua yang kau katakan itu benar tapi kau tidak menyadari satu hal"
"hah?"
"ayah tau bagaimana cara untuk membuat masing-masing anaknya bahagia tentunya dengan cara yang berbeda"
"apa kau bicarakan?"
"ok begini ayah tau cara membahagiakan anak-anaknya. contoh cara membahagiakan aku ayah hanya perlu memberikan perhatian kepadaku dan itu membuatku bahagia dan sama seperti kakak azazil tapi sepertinya kau tidak menyadari kalau ayah sudah memberikan kau kebahagiaan"
"kebahagiaan apa yang ayah berikan kepadaku?"
"keluarga yang bahagia"
mendengar perkataan itu azzam teringat kenangannya dengan evil. miya. azazil dan azzam. waktu itu mereka sangat bahagia tertawa bersama dan bersenang-senang bersama
"nah jadi kau jangan iri lagi denganku atau kakak azazil"
"iya"
sementara itu di tempat duduk yang lain
"kakak kemana orang itu pergi ya?. kita sudah mencarinya keliling benua tapi tidak menemukannya"
"saya juga tidak tau putri"
di tempat duduk azzam. miya dan konan seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju azzam dan itu membuat azzam marah sampai memancing perhatian semua orang yang ada di sana
__ADS_1
"maafkan saya tuan. saya akan bantu bersihkan"
"BAGAIMANA SIH KALAU KERJA ITU YANG BENAR MAU SAYA LAPORKAN KE PEMELIK TEMPAT MAKAN INI AGAR KAMU DI PECAT!!!?"
"eh ada apa itu?"
"ada apa itu?"
"hey lihat seorang pelanggan yang sedang marah-marah ke pelayan"
dan itu juga menarik perhatian isabel dan luk. mereka berdua melihat ke arah tempat duduk azzam dan melihat azzam di sana. mereka bedua langsung bergegas mendekati tempat duduk azzam
"akhirnya aku menemukanmu dasar laki-laki brensek"
Isabel langsung mengusur azzam dari tempat duduknya dan melemparkan dia keluar dari tempat makan dan Isabel juga ikut keluar
"waw ini tidak sakit sama sekali"
azzam berdiri
"apa kau ingin bertarung lagi nona?"
"iya aku ingin membalaskan kekalahan kakakku"
"boleh saja tapi apa itu menguntungkan bagiku?"
"siapapun yang menang boleh meminta yang kalah melakukan apapun yang si pemenang inginkan bagaimana?"
"tawaran yang cukup bagus. ok kita bertarung di sini agar orang-orang melihat putri yang mereka hormati kalah dengan elf yang tidak di kenal dengan mata kepala mereka sendiri"
__ADS_1
bersambung...