
"ok rencana sudah ada"
"benar soal rencana sudah tidak perlu di pikirkan lagi tapi seharusnya yang kita pikirkan sekarang adalah ombak yang sangat besar yang akan datang ke sini"
"ombak?"
"benar ombak itu akan datang ke sini karna efek dari tombak yang tadi golem yang aku miliki"
semua tengkorak dan manusia itu mulai merasa cemas dan gelisah
"nona miya kau seharusnya tidak boleh mengunakan sihir itu"
"benar nona"
tiba-tiba ada ombak yang sangat besar yang menuju ke arah benua elf dan ombak itu juga berdampak ke benua dark elf dan sekeliling tempat tombak itu mendarat
"o.ou sepertinya kita harus mulai membuat pertahanan"
semua orang dan tengkorak dan golem itu ingin menahan ombak itu mengunakan perisai mereka dan melindungi konan dan miya. selang ombak itu akan datang tiba-tiba azzam muncul dari langit dengan wujud naganya lalu mengibaskan sayapnya ke arah ombak itu dan seketika ombak itu berbalik arah ke arah benua dark elf
"hormat kepada tuan azzam"
"kenapa kalian hormat kepada naga itu?"
azzam berubah menjadi bentuk manusia lagi dan mendarat ke tanah
"kakak kau datang tepat waktu"
"tunggu dulu kakak?"
__ADS_1
"iya dia adalah anak ayah yang ke dua"
"halo salam kenal namaku azzam"
"kakak tumben kau bersikap sopan"
"jadi di mana anak kakak yang pertama?"
"oh kakak azazil dia sedang di suatu tempat yang tidak kami tahui"
"lalu kenapa kalian begitu tenang walaupun kalian tidak tau kakak kalian ada di mana?"
"kita memang tidak tau dia di mana tapi kami bisa datang ke sana kapan saja"
"???????"
"ok karna di sini tidak ada masalah lagi kakak pergi lagi ya miya"
"kakak mau kemana?. karna kakak sudah ada di sini jadi bantu aku menyelesaikan tugas yang di berikan oleh ayah"
"baiklah"
semua tengkorak dan manusia dan golem yang muncul dari tanah kembali ke tahan dan konan.miya dan azzam kembali ke rumah konan sedangkan di tempat latihan azazil
"paman men apa aku bisa mengalahkan ayah?"
"tuan azazil walapun ini Kurang enak untuk di ucapkan tidak ada yang bisa mengalahkan tuan evil kecuali"
"kecuali?"
__ADS_1
"ya kecuali ok kita lanjutan latihannya"
"ok"
'sepertinya ada yang orang bisa mengalahkan ayah"
"hey kau pelayan baru cepat ke sini dan ikut latihan"
"baik"
selena yang sedang istirahat dia langsung mendekati azazil dan paman men
"kalian berdua cukup mengeluarkan sihir yang kalian punya untuk menghancurkan gunung itu mau seribu sihir atau lebih terserah asal gunung itu bisa hancur"
"baik"
"baik"
paman men hanya melihat dari belakang azazil dan selena mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghancurkan gunung itu. dan selang beberapa hari di sana berbeda waktunya berbeda di tempat lain di sana waktunya berjalan sangat lambat satu menit di dunia lain di sana satu hari di sini
"ini sudah lima hari tapi gunung itu masih belum tergores sedikitpun"
"guru men apa kita boleh istirahat?"
"oh tentu"
mereka berdua duduk dan beristirahat dan makan bersama dan selama beberapa hari ini azazil mulai dekat dengan selena dan azazil yang awalnya hanya selalu tersenyum dengan keluarganya tapi sekarang dia bisa tersenyum dengan selena
bersambung....
__ADS_1