
Episode Sebelumnya..
"Letakkan saja di situ bibi, biar aku sendiri yang menatanya nanti." ucap Lia saat gadis itu telah sampai di kamarnya.
Bibi itu pun menganggukkan kepalanya. "Baik non."
Setelah itu bibi itu pun keluar dari kamar sang majikan dengan menutup kembali pintu kamarnya. Sedangkan Lia sendiri langsung ke dalam kamar mandinya untuk membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket akibat seharian beraktivitas di luar.
Setelah lima belas menit kemudian. Gadis itu pun selesai membersihkan dirinya. Ia pun keluar dengan pakaiannya yang hanya menggunakan celana pendek di atas paha dan menggunakan kaos putih polos untuk atasannya.
Kemudian, gadis itu langsung mengangkat semua Tote bag nya ke atas ranjangnya. Kemudian, mengeluarkan semua snack snack nya. Sehingga ranjangnya pun di penuhi camilan yang ia beli.
"Hm.. aku harus meletakkan semua snack snack sebanyak ini di mana? Lemari itu sudah penuh dengan cemilan yang aku beli kemarin. Sedangkan yang ini...," Lia bergumam sendiri saat melihat camilan yang di belinya itu ternyata sangat banyak.
Sehingga, gadis itu bingung sendiri harus menyimpannya di mana lagi. Karena lemari yang memang dikhususkan untuk tempat camilan itu sudah penuh semua.
...****...
Anita yang sudah siap dengan seragam sekolahnya keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa saat sebuah klakson motor berbunyi berulang kali yang terdengar dari arah depan rumahnya itu.
Gadis itu membuka pintu pagar rumahnya dan menghampiri sang pemilik motor itu dengan menempelkan telunjuknya di depan bibir gadis itu.
"Sttttt! Bisakah kamu melakukannya sekali saja? Aku sudah mendengarnya dari dalam!" ucap Anita saat menyuruh seorang laki-laki di hadapannya itu untuk jangan menekan klakson motornya lagi. Namun, laki-laki itu hanya tersenyum dan kembali menekan klakson motornya sehingga bunyinya terdengar kembali.
"Tommy! Aku mohon jangan lakukan itu. Nanti bibi Sum terbangun gara-gara klakson motor kamu itu." ucap Anita sembari menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya, agar laki-laki itu tidak lagi mengusili nya.
"Bibi Sum?" tanya Tommy dengan alis yang terangkat sebelah.
"Sudah! Sebaiknya kita berangkat saja ke sekolah!" ucap Anita mengabaikan pertanyaan laki-laki itu. Dan gadis itu segera naik di belakang laki-laki itu.
__ADS_1
Tommy yang menoleh ke samping hanya mengangkat bahunya tidak ingin ambil pusing tentang pertanyaannya yang diabaikan oleh gadis itu. Ia segera pergi dari rumah Anita menuju ke arah kampus mereka.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Keduanya pun sampai dan saat Anita turun dari motor Tommy, keduanya berpapasan dengan Lia dan Desi.
Lia nampak berjalan mendahului keduanya dengan wajah juteknya. Sedangkan, Desi. Hanya menatap keduanya dengan tersenyum sembari mengangguk kecil pada mereka. Gadis itu lalu, pergi menyusul temannya yang sudah mulai jauh dengan berlari kecil.
"Dia kayaknya berbeda daripada yang kedua temannya itu. Dia juga yang paling sering tidak banyak omong. Meskipun kadang sifatnya suka ngikutin jejak keduanya juga sih." ucap Tommy yang melihat kedua gadis yang sudah jauh dari pandangannya.
Anita pun yang melihat Desi yang tersenyum kepadanya. Menyunggingkan senyumannya. Apa yang dikatakan oleh laki-laki di sampingnya itu ada benarnya. Desi sangat berbeda dengan keduanya teman. Anita pun juga melihat bahwa gadis itu sebenarnya baik. Hanya saja, mungkin dia diberatkan oleh sang teman sehingga gadis itu harus mengikuti alur keduanya temannya.
"Hei! Ngapain melamun di parkiran sih? Ah! Aku tau, kamu pasti lagi mikirin aku, kan?" ucap Tommy dengan menepuk pelan pundak Anita.
Anita pun yang tersadar dari lamunannya. Hanya menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan laki-laki itu yang sudah memanggil-manggil namanya.
"Loh! Kok malah di tinggal? Anita tungguin dong!" teriak Tommy saat melihat gadis itu telah meninggalkannya sendirian di tempat itu. Laki-laki itu pun langsung berlari kecil mengejar Anita dengan sedikit tersenyum.
"Loh! Natasha gak masuk kelas ya?" tanya Lia saat kedua gadis itu sudah berada di dalam kelasnya.
Lia yang mendengar perkataan Desi hanya mengangguk dan memilih untuk duduk di kursi mengikuti temannya yang sudah lebih dulu duduk. Dan saat meletakkan tasnya di atas mejanya, ponselnya yang berada di dalam tasnya terdengar berbunyi.
Gadis itu mengambil ponselnya untuk melihat siapakah yang menelponnya. "Aldi..?"
Desi yang berada tepat di belakang liat mendongakkan kepalanya saat teman di depannya itu menyebutkan nama 'Aldi'
"Kenapa Lia?" tanya Desi dari belakang.
"Nggak tau nih. Si Aldi tiba-tiba menghubungi aku." sahut Lia tanpa menoleh ke arah belakang.
"Yaudah! Diangkat saja Lia, siapa tau ada hal yang penting." ucap Desi dengan bersikap biasa. Namun, ia juga penasaran kenapa laki-laki itu menghubungi Lia? Kenapa bukan dirinya?
__ADS_1
Lia mengangguk. "Kamu benar."
Lia pun mengangkat panggilan telepon dari Aldi dan meletakkannya di telinga gadis itu. "Halo, ada apa Aldi?"
"Hah?! Kamu serius? Yaudah, nanti selepas dari kampus aku sama Desi akan langsung ke sana. Oke!" ucap Lia saat sambungan telepon telah berakhir.
Desi yang ada di belakangnya langsung menepuk pundak Lia. "Ada apa Lia? Kok kayanya serius banget?"
Lia langsung membalikkan badannya menghadap ke arah Desi. "Des. Natasha sakit! Dia tidak bisa datang ke kampus."
"Hah! Sejak kapan? Perasaan kemarin dia baik-baik saja, kan? tanya Desi menutup buku yang sempat di baca olehnya.
Lia menggelengkan kepalanya. "Aku juga gak tau. Tapi, memang kemarin dia baik-baik saja. Nanti, kita ke rumah dia. Kebetulan, di sana juga sudah ada Aldi yang menemani Natasha."
DEG!!!
Desi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Kemudian, gadis itu menundukkan kepalanya saat Lia sudah kembali menghadap ke arah depan. Gadis itu nampak tersenyum pahit saat mendengar bahwa laki-laki itu sedang menemani temannya. Ah tidak! Lebih tepatnya menemani kekasihnya. Ya benar! Aldi adalah kekasih Natasha. Sedangkan, dirinya?
Desi meremas kertas yang ada di depannya itu. Ia harus bisa mengontrol emosinya agar sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Gadis itu menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya secara perlahan-lahan.
'Tenang Des! Tenang. Kamu jangan seperti ini,' gumamnya dalam hati.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
__ADS_1
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...