Anita Itu Milikku!

Anita Itu Milikku!
Episode - 17.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


Aldi yang melihat kepergian gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan sedihnya. Ia tau bahwa gadis itu sedang menahan tangisnya. Begitu juga dengan dirinya. Laki-laki itu bahkan tidak bisa mengatakan apapun kepada gadis itu dan hanya mengucapkan dua kata (Maafkan aku) yang mungkin gadis itu tidak tau dari maksudnya.


Aldi menyenderkan kepalanya pada kepala kursi. Dan sesekali terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari mulutnya.


Ting!


Sebuah notifikasi pesan masuk terdengar di telinganya. Ia melirik benda pipih yang ia letakkan di sampingnya itu, diraihnya ponsel miliknya dan membuka pesan itu.


'Sayang.. kamu sudah sampai di rumah kah? Jangan lupa makan malamnya, dan istirahatlah lebih cepat! Aku mencintaimu.'


Begitulah isi pesan tersebut. Aldi yang melihat pesan tersebut hanya tersenyum kecil dan kembali menatap ke arah gedung apartemen Desi. Kemudian, laki-laki itu pergi dari tempat itu menuju ke rumahnya.


Sedangkan, di sisi lain. Desi bersembunyi di balik pintu koridor gedungnya. Menatap ke arah mobil yang sudah menjauh itu, air matanya yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh tanpa seijinnya.

__ADS_1


...****...


Keesokan harinya Anita sudah bangun dari tidurnya. Gadis itu juga sudah rapi dengan baju kasual untuk pergi ke kampusnya. Dan ya, seperti biasanya. Aktivitas gadis itu tetap sama seperti hari-hari sebelumnya.


Bangun tidur, mandi-sarapan dan berangkat ke sekolah. Bedanya dua harian ini sudah ada yang menyiapkan sarapan dan juga makan malam untuknya. Ia adalah bibi Sum. Jadi.. gadis itu lebih punya banyak waktu untuk menghabiskan waktunya untuk belajar di rumahnya.


"Bibi Sum Nita berangkat ya. Dan untuk sarapannya makasih, buatan bibi Sum enak!" teriak Anita saat gadis itu sudah berlarian ke arah pintu utama.


"Hati-hati di jalan Noona." balas bibi Sum dari arah dapur.


"Iya." ucap Anita. Lalu gadis itu keluar dari rumahnya menuju ke arah motor yang sudah ada yang menjemputnya.


Tommy yang di sebut oleh gadis itu hanya manggut-manggut saja sembari mengerutkan bibirnya. "Harus dong! Kan, kamu punya...,"


Anita menolehkan kepalanya pada laki-laki itu. Menunggu ucapannya yang terhenti itu. Sedangkan, Tommy sudah menepuk bibirnya. "Hampir saja!"

__ADS_1


"Aku kenapa? Aku punya apa?" tanya Anita dengan dahi yang berkerut.


"Nggak ada kok. Aku cuma mau bilang kalau kamu punya.. punya baju! Ya! Baju. Kamu punya baju itu." ucap Tommy sembari menunjuk ke arah baju yang di pakai oleh gadis itu.


"Apa sih! Gak jelas!" ucap Anita ketus.


"Yaudah, jangan banyak berdebat! Sebaiknya kita berangkat saja. Daripada kita terlambat di jam pelajaran dosen Romi.


Setelah itu Anita sudah tidak lagi menjawab apa-apa. Gadis itu langsung naik ke belakang jok motor Tommy, saat laki-laki itu sudah menyuruhnya untuk naik. Dan mereka berdua pun langsung pergi.


.


.


.

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2