Anita Itu Milikku!

Anita Itu Milikku!
Episode - 11.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Ada apa Lia? Kok kayanya serius banget?"


Lia langsung membalikkan badannya menghadap ke arah Desi. "Des. Natasha sakit! Dia tidak bisa datang ke kampus."


"Hah! Sejak kapan? Perasaan kemarin dia baik-baik saja, kan? tanya Desi menutup buku yang sempat di baca olehnya.


Lia menggelengkan kepalanya. "Aku juga gak tau. Tapi, memang kemarin dia baik-baik saja. Nanti, kita ke rumah dia. Kebetulan, di sana juga sudah ada Aldi yang menemani Natasha."


DEG!!!


Desi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Kemudian, gadis itu menundukkan kepalanya saat Lia sudah kembali menghadap ke arah depan. Gadis itu nampak tersenyum pahit saat mendengar bahwa laki-laki itu sedang menemani temannya. Ah tidak! Lebih tepatnya menemani kekasihnya. Ya benar! Aldi adalah kekasih Natasha. Sedangkan, dirinya?


Desi meremas kertas yang ada di depannya itu. Ia harus bisa mengontrol emosinya agar sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Gadis itu menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya secara perlahan-lahan.


'Tenang Des! Tenang. Kamu jangan seperti ini,' gumamnya dalam hati.


...****...


"Desi ayo!" ajak Lia saat kelas telah selesai.


"Kamu duluan saja Lia. Aku masih mau ke toilet dulu." sahut Desi sembari keluar mengikuti lia yang juga keluar dari kelas. Keduanya berjalan berbeda arah karena Desi masih ingin pergi ke toilet. Sedangkan, Lia. Gadis itu langsung menuju ke arah parkiran mobil.

__ADS_1


Setelah selesai dengan diskusi perberakan. Desi langsung menuju ke wastafel karena ingin mencuci tangannya, setelah selesai gadis itu mengering tangan dan hendak pergi dari sana. Namun, tanpa di sengaja Desi menabrak seseorang hingga orang itu terjatuh kelantai.


"Auw!!"


"Ah! Maafkan aku. Mari aku bantu bangunkan." ucapnya hendak menolong orang itu. Namun, saat mengulurkan tangannya. Lia membulatkan matanya saat melihat siapa orang yang tidak sengaja di tabraknya itu.


"Anita," ucap Desi dengan tangannya yang masih mengulurkan tangannya.


Anita yang mendengar namanya di sebut. Langsung mendongakkan kepalanya menatap orang tersebut. "Desi?"


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Desi dengan suara pelan.


Anita pun langsung menganggukkan kepalanya. "Iya, aku gak papa kok!"


"Tapi lengan kamu berdarah." ucap Desi saat melihat lengan gadis yang masih terduduk di lantai toilet itu mengeluarkan darah.


"Ayo, aku bantu bangunkan." ucap Desi sembari membantu Anita berdiri dan menuntunnya ke kursi yang ada di samping depan toilet itu. Gadis itu membantu Anita duduk dan segera mencari obat totol yang sengaja ia bawa di dalam tasnya.


"Mungkin ini sedikit perih. Jadi.. tahanlah sebentar." ucap Desi saat mendapatkan obat totolnya dengan menuangkannya ke kapas dan memoleskan obat tersebut ke lengan Anita.


"Auh!" Anita meringis saat obat totol itu telah tersentuh ke lengannya yang terluka.


"Ah, maaf. Aku akan sedikit pelan melakukannya." ucap Desi. Gadis itu memoleskan obat totol itu dengan sangat pelan. Sehingga, beberapa saat. Ia telah selesai mengobati lengan Anita.

__ADS_1


"Makasih ya Desi. Kamu sudah mengobati lenganku." ucap Anita dengan senyumannya yang terlihat tulus.


Desi hanya melihatnya tanpa ekspresi. Lalu, gadis itu meletakkan kembali obatnya ke dalam tas dan gadis itu langsung berdiri. "Maaf, aku harus pergi. Dan untuk kejadian yang baru saja.. hingga membuat tangan kamu terluka."


"Sungguh! Aku tidak sengaja." sambungnya lagi.


"Nggak apa-apa Desi. Aku justru berterimakasih kepadamu karena sudah mengobati lenganku." balas Anita dengan tersenyum.


Desi lagi-lagi hanya menatapnya tanpa ekspresi. Kemudian, gadis itu menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Anita yang masih duduk di tempatnya, seraya menatap kepergian Desi.


Saat Desi sudah hilang dari pandangan matanya. Anita menatap lengannya yang sudah di perban oleh Desi. Gadis itu pun nampak menyunggingkan senyumannya.


"Kamu berak atau melahirkan sih Des! Lama banget di toilet." ucap Lia saat melihat temannya itu sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Aku tadi tidak sengaja menabrak seseorang sampai orang itu terluka. Jadi, aku harus menolongnya dulu." ucap Desi jujur tapi gadis itu tidak mengatakan siapa yang ia tabrak itu.


"Alasan!" sahut Lia yang sudah jengkel terhadap teman satunya ini. Gadis itu sudah menunggu lama di dalam mobil. Sehingga sepersekian detik, mobilnya pun melesat pergi meninggalkan parkiran dan keluar dari kampus universitasnya.


.


.


.

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2