
Episode Sebelumnya..
"Sungguh! Aku tidak sengaja." sambungnya lagi.
"Nggak apa-apa Desi. Aku justru berterimakasih kepadamu karena sudah mengobati lenganku." balas Anita dengan tersenyum.
Desi lagi-lagi hanya menatapnya tanpa ekspresi. Kemudian, gadis itu menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Anita yang masih duduk di tempatnya, seraya menatap kepergian Desi.
Saat Desi sudah hilang dari pandangan matanya. Anita menatap lengannya yang sudah di perban oleh Desi. Gadis itu pun nampak menyunggingkan senyumannya.
"Kamu berak atau melahirkan sih Des! Lama banget di toilet." ucap Lia saat melihat temannya itu sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Aku tadi tidak sengaja menabrak seseorang sampai orang itu terluka. Jadi, aku harus menolongnya dulu." ucap Desi jujur tapi gadis itu tidak mengatakan siapa yang ia tabrak itu.
"Alasan!" sahut Lia yang sudah jengkel terhadap teman satunya ini. Gadis itu sudah menunggu lama di dalam mobil. Sehingga sepersekian detik, mobilnya pun melesat pergi meninggalkan parkiran dan keluar dari kampus universitasnya.
... ****...
Lia dan Desi pun akhirnya sampai di depan rumah kediaman Natasha. Mereka berdua turun dari mobilnya dan langsung masuk saat pelayan di sana telah membukakan pintu untuk mereka.
"Makasih bibi." ucap Desi pada pelayan itu dengan ramah.
Sedangkan, Lia hanya menatapnya dengan jengah dan langsung naik ke atas menuju ke arah kamar temannya berada. Tok! Tok! Tok!!!
"Natasha.. buka pintu! Ini gue Lia!" ucap Lia dengan suara sedikit di naikkan.
"Iya, tunggu sebentar!" sahut seorang laki-laki dari arah dalam. Gadis itu juga tau siapa pemilik suara itu.
"Sudah datang? Masuklah!" ucap Aldi saat laki-laki itu sudah membukakan pintu untuk gadis itu.
Lia hanya tersenyum kecil dan langsung menerobos laki-laki itu untuk menghampiri temannya yang terbaring di atas ranjangnya dengan infus di pergelangan tangannya.
"Nat.. sebenarnya kamu kenapa? Kok tiba-tiba seperti ini?" tanya Lia saat gadis itu sudah duduk di samping ranjang dekat Natasha.
"Gak tau nih. Tiba-tiba aja kepalaku terasa sangat pusing. Tapi kata dokter nggak apa-apa kok, cuma akunya aja kurang istirahat." ujar Natasha dengan tangan sebelah kirinya memegang kepalanya.
__ADS_1
"Masih sakit ya?" tanya Lia dengan khawatir melihat temannya sedang menutup matanya menahan sakit di kepalanya.
"Sedikit." balas Natasha.
"Kamu kesini nya sendirian Lia?" kali ini suara laki-laki itu yang bertanya kepada gadis yang sedang memerhatikan temannya itu.
Lia dan Natasha menoleh ke arah Aldi. Lalu, Natasha pun bertanya. "Eh, iya.. Desi gak ikut kamu ya?"
"Nggak dia ikut kok. Cuma kayaknya dia lagi di bawah lagi ngobrol sama pelayan sini, gak tau juga mereka lagi ngobrolin tentang apa." ucap Lia tanpa mempedulikan teman satunya yang lain bicara sama pelayan Natasha.
"Iya, kah? Memangnya lagi ngobrolin apa mereka?" tanya Natasha penasaran.
"Kan aku udah bilang! Aku gak tau anak itu lagi ngobrolin apa. Jadi aku gak tau! Dan gak mau tau!" sahut Lia sembari mengambil air minum dari meja depannya dan menyodorkan air minum tersebut kepada Natasha.
"Kamu udah minum obat Nat?" tanya Lia.
Natasha mengangguk. "Udah baru saja Aldi yang ngasih."
Lia hanya manggut-manggut saja. "Baguslah, kalau begitu!"
"Kamu ngapain aja sih Des sama pelayan di bawah? Serius banget," ucap Lia dengan raut wajah tak suka.
"Aku hanya ngobrol biasa. Memangnya kamu pikir aku lagi ngobrolin apa?" sahut gadis itu saat melihat raut wajah temannya yang memasang wajah jengah nya.
Natasha yang melihat kedua temannya seperti itu. Langsung mengajak Desi untuk duduk di sebelah kirinya agar teman-temannya tidak ribut masalah sepele itu.
"Des... sini! Duduk sini." ucap Natasha pada Desi yang menatap lurus ke arah Lia.
Desi yang mendengar perkataan Natasha hanya mengangguk dan ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang disuruh oleh Natasha duduk di samping kirinya itu.
Desi pun duduk tepat di samping temannya. Gadis itu juga memfokuskan pandangannya pada Natasha dan tidak melihat ke arah lain. Sedangkan di sisi lain. Aldi yang duduk di kursi meja belajar kekasihnya itu menatap wajah Desi yang menghindari pandangannya.
"Nat... kamu sebenarnya kenapa? Kok gak ngasih aku ataupun Lia kalau kamu lagi sakit?" tanya Desi dengan menyentuh kening temannya itu.
Natasha menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. "Nggak apa-apa kok. Aku cuma kurang istirahat saja."
__ADS_1
"Beneran?" tanya Desi lagi. Gadis itu sungguh khawatir terhadap temannya yang terlihat pucat itu.
"Iya, aku nggak apa-apa kok. Jangan khawatirkan aku, Aldi juga selalu menemani ku disini setiap aku membutuhkannya. Iya, kan sayang?" ucap Natasha.
Desi melirik ke arah di mana Aldi berada dengan raut wajahnya yang terlihat tidak berekspresi itu saat laki-laki itu menganggukkan kepalanya atas pertanyaan temannya itu.
Kemudian, gadis itu menundukkan sedikit kepalanya. Dan memegang tangan Natasha. "Nat.. cepat sembuh ya?"
Natasha yang melihat ke arah Desi hanya mengangguk kecil. "Iya, baiklah. Btw.. kamu kenapa Des? Kok kayaknya sedih gitu? Kamu ada masalah ya?"
Desi hanya tersenyum saat temannya itu balik bertanya kepadanya. "Kelihatan banget ya Nat?"
"Kenapa, ceritakan saja semuanya kepada kita. Kita juga akan mendengarkannya kok," sahut Lia setelah gadis itu diam beberapa menit.
"Iya, ceritakan saja semuanya Des." ucap Natasha menimpali.
Desi menyunggingkan senyumannya, lalu melirik ke arah Aldi yang menatapnya dengan tatapan yang takut. Gadis itu kembali tersenyum tapi senyuman kali ini menyiratkan bahwa gadis menahan luka.
"Aku gak apa-apa guys." balas Desi.
"Yakin, nggak apa-apa?"
Desi mengangguk. "Iya."
Sedang Aldi yang melihat wajah Desi hanya mengepalkan tangannya. Laki-laki itu sebenarnya tidak tega melihat Desi harus menahan semua lukanya sendirian.
'Maafkan aku Desi. Maafkan aku.' lirihnya dalam hati.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
__ADS_1
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...