Anita Itu Milikku!

Anita Itu Milikku!
Episode - 6.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Sudah," ucap Tommy saat sudah melepaskan helm itu dari kepala gadis itu.


"Terimakasih," balas Anita sembari merapikan rambutnya yang kembali berantakan akibat terpaan angin saat naik motor bersama dengan laki-laki di hadapannya itu.


"Hai, selamat pagi." suara Natasha terdengar dari arah belakang Anita. Dan membuat keduanya melihat ke arah ketiga gadis yang kini sudah berada di depan mereka.


Anita melirik ke arah Tommy dan beralih menatap ke arah ketiga gadis itu sembari menunjukkan senyumannya. "Selamat pagi."


"Kalian, berangkat bareng ya?" tanya Lia yang ada di belakang Natasha.


"Kalau memang iya, kenapa?" sahut Tommy dengan tatapan dinginnya.


"Hei santai dong! Kita cuma menyapa kalian berdua saja, kenapa kamu malah membalas kita dengan begitu dingin." balas Lia. Dengan senyuman yang sinis pada Anita.


"Tidak ada kok! Kita hanya menyapa kalian saja. Yaudah kalau begitu, kita pergi. Ayo girls kita pergi dari sini." ucap Natasha dengan menatap ke arah laki-laki yang ada di belakang Anita, kemudian melihat ke arah Anita dengan pandangannya yang sangat dingin.


Berbeda saat gadis itu menatap ke arah laki-laki di belakang Anita. Anita pun hanya menundukkan kepalanya saat mendapatkan tatapan mata dari gadis berambut pirang itu.


"Bye!! Tommy."


"Dasar sinting!" ucap Tommy saat ketiga gadis itu sudah pergi.


"Anita, kita ke kelas sekarang!" ucap Tommy sembari menggenggam tangan Anita dengan erat.


...****...


"Duduklah! Aku akan duduk di belakangmu." ucap Tommy saat mempersilahkan gadis itu untuk duduk di kursinya.


Anita pun hanya mengangguk dan duduk di kursi miliknya, saat laki-laki itu telah membukakan kursi untuknya. Dan beberapa saat kemudian, dosen mereka pun datang dan memulai pelajaran yang diberikannya.


Setelah selesai, dosen beserta para mahasiswa yang lain. Keluar ke arahnya masing-masing. Ada yang menuju ke arah kantin, ada yang ke arah lapangan hanya untuk menenangkan pikiran lelah mereka di bawah pohon yang ada di sana. Dan berbagai aktivitas lainnya yang mereka lakukan disaat jam pelajaran pertama selesai.


Begitu pula dengan Anita dan juga Tommy. Mereka berdua memilih untuk pergi ke kantin buat makan siangnya, karena pelajaran pertama mereka sungguh menguras energi mereka. Sehingga, mereka harus mengisi kembali energi tersebut untuk kembali fokus pada pelajaran kedua mereka nanti.


Mereka, sampai di kantin dengan memilih tempat duduk paling pojok. Karena memang tempat duduk di kantin itu telah penuh. Jadi mau tidak mau, mereka berdua harus memilih tempat duduk itu. Dan akhirnya keduanya pun duduk di kursi paling pojok.


"Kamu, mau pesan makanan apa? Biar aku yang pesankan." ucap Tommy pada Anita. Saat gadis itu sudah duduk di tempatnya itu.


Anita mengedarkan pandangannya ke segala arah. Gadis itu seperti mencari seseorang yang membuat Tommy yang melihatnya memicingkan matanya.


"Kamu lagi cari siapa sih? Kamu ada janjian sama seseorang ya?" tanya laki-laki itu sembari ikut mengedarkan pandangannya mengikuti arah pandang gadis itu.

__ADS_1


Anita pun yang mendengar pertanyaan laki-laki itu langsung membalikkan wajahnya menatap ke arah laki-laki itu. Kemudian, gadis itu menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil. "Nggak kok. Bukan apa-apa."


Tommy nampak mengangkat satu alisnya saat mendengar ucapan gadis itu. Laki-laki itu tau bahwa gadis itu berbohong kepadanya, tapi ia juga tidak ingin mempertanyakan masalah itu. Jadi ia lebih memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut.


Tommy pun hanya mengangguk. "Jadi.. kamu mau pesan apa?"


"Bakso aja." ucap gadis itu dengan senyumannya yang terlihat di sudut bibirnya. Walaupun terlihat samar, tapi Tommy dapat melihatnya dengan jelas.


"Cantik." celetukan laki-laki itu membuat Anita mendongakkan kepalanya menatap ke arah laki-laki itu dengan bingung.


"Kamu bilang apa ya? Aku tidak mendengarnya." tanya Anita pada laki-laki itu. Karena ia memang tidak mendengar apa yang dikatakan oleh laki-laki di depannya itu.


"Ah, itu.. bukan apa-apa kok. Oh, iya kamu tadi pesan apa? Bakso ya?" ucap Tommy dengan gelagapan nya. Untung gadis itu tidak mendengarnya, jika kalau dia sampai mendengarnya. Ia tidak tau apa yang akan dia katakan kepada gadis itu.


Anita menganggukkan kepalanya. "Iya."


"Oh, yaudah! Eum.. air minumnya kamu mau apa?" tanya Tommy dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Teh es manis aja." balas Anita.


"Yaudah, kamu tunggu di sini dulu ya? Aku mau pesan makanannya dulu," ucap Tommy langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat penjual bakso yang ada di kantin itu.


"Eh, tunggu!" ucap Anita dengan cepat saat laki-laki itu hendak pergi. Dan laki-laki itu pun langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah gadis itu.


Anita pun menggeleng cepat. "Bukan. Maksudnya aku itu... biar aku saja yang pergi. Kamu tunggu di sini saja."


"Udah, gak usah! Biar aku saja, kamu tunggu saja di sini. Aku pesannya sebentar kok, oke...," ucap Tommy dan langsung pergi ke tempat ibu penjual bakso itu dan laki-laki itu juga beralih ke arah ke tempat penjual minuman.


Kemudian, laki-laki itu langsung berlari kecil ke arah tempat duduknya. Dan duduk tepat di depan Anita yang ada di depannya dengan sesekali melirik ke segala arah, dan itu membuat Tommy lagi-lagi mengernyitkan dahinya.


"Kamu lagi nungguin seseorang ya? Kalau kamu memang benar nungguin seseorang. Biar aku cari tempat lain saja kalau begitu." ucap Tommy dan hendak bangkit dari duduknya.


Namun, dengan cepat Anita menahannya. "Tidak, aku mohon jangan pergi. Aku tidak lagi menunggu seseorang seperti apa yang kamu katakan."


"Lalu...? Kenapa sejak tadi aku lihat kamu seperti nya sedang mencari seseorang." tanya Tommy dengan datar. Entah kenapa laki-laki itu seperti tidak suka jika gadis di hadapannya itu bertemu dengan seseorang. Apalagi jika orang itu seorang laki-laki.


"Tidak ada, sungguh!" ucap Anita sembari menatap ke arah meja.


"Lalu, apa yang kamu cari?" tanya laki-laki itu dengan datar.


"Aku hanya ingin memastikan apakah Natasha dan kedua teman-temannya akan datang ke sini atau tidak." ujar Anita jujur. Gadis itu menundukkan kepalanya saat melihat laki-laki itu sudah menampakkan wajah datarnya.


Tommy mengernyitkan keningnya bingung. "Untuk apa juga kamu mau memastikan mereka bertiga ke sini atau tidaknya? Kamu takut, mereka akan melakukan sesuatu kepadamu?"

__ADS_1


Anita pun langsung menundukkan kepalanya. Gadis itu tidak menjawab pertanyaan Tommy itu. Sehingga, membuat laki-laki menghembuskan nafasnya.


"Anita.. bisakah kamu menceritakan apa yang mereka bertiga lakukan kepadamu? Ceritakan saja semuanya, kamu tidak perlu takut!" ucap Tommy dengan pandangannya yang lurus ke arah gadis itu.


Namun, Anita tetap dengan posisinya yang menunduk. Sepertinya, gadis itu terlalu takut untuk menceritakan semuanya kepada laki-laki di hadapannya itu. Lebih tepatnya, mereka berdua baru kenal. Itulah yang ada di pikiran Tommy saat ini.


Laki-laki itu kemudian meraih tangan Anita. Mencoba untuk meyakinkan gadis itu bahwa dirinya dapat di percayai oleh gadis itu dengan tatapan matanya yang jujur.


"Aku tidak akan memaksamu untuk menceritakannya. Tapi, aku mohon.. jadikan aku seseorang yang dapat kamu percayai Anita. Karena aku benar-benar ingin berada di dekatmu." ucap Tommy dengan penuh kejujuran. Ia juga menggenggam erat tangan gadis itu.


"Aku...," ucap Anita sembari menatap Tommy dengan perasaan yang takut.


Tommy pun mengangguk sambil menunggu kelanjutan dari cerita gadis itu. "Iya...?"


"Aku... aku di-"


"Ini nak pesanannya, bakso dua mangkuk." ucap ibu penjual bakso itu memotong ucapan Anita. Sehingga gadis itu langsung melepaskan genggaman laki-laki itu.


"Terimakasih, ibu." ucap Anita sopan pada ibu penjual bakso itu.


"Sama-sama nak. Ayo, dimakan nanti keburu dingin baksonya."


Anita pun mengangguk sembari tersenyum simpul pada wanita paruh baya itu. "Iya, ibu. Terimakasih."


Tommy yang sedari tadi ingin mendengarkan cerita Anita. Harus menghela nafasnya, apa yang ingin di ketahui nya dari gadis itu malah sesuai ekspektasinya. Haruskah, Tommy marah kepada ibu penjual bakso itu? Tentu saja tidak! Ibu itu juga tidak salah apa-apa tentang hal ini. Jadi.. bagaimana mungkin laki-laki itu membencinya.


'Mungkin belum saatnya aku mengetahuinya.' gumam Tommy dalam hatinya.


"Kamu pesan bakso juga?" tanya Anita pada laki-laki di depannya itu.


Tommy yang melihat gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. "Iya, aku pesan itu. Biar kita samaan makannya."


Anita tersenyum kecil saat mendengar ucapan Tommy yang terlihat dingin kepadanya. Namun, gadis itu memilih untuk memakan baksonya yang ibu tadi bawakan.


Tommy pun memakan baksonya saat gadis itu meletakkan pesanannya di depannya dan tidak lupa dengan teh es manis yang mereka pesan. Meskipun laki-laki itu kesal karena tidak dapat mengetahui tentang gadis itu, tapi ia harus makan siang sembari menemani gadis itu.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....

__ADS_1


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2