
Episode Sebelumnya..
"Ta-tapi, kan-"
"Udah! Kamu pulangnya sama Aldi! Dia juga akan pulang, jadi.. sekalian aja." ucap Natasha lagi.
Desi hanya diam dan melirik ke arah Aldi yang berada di samping temannya dengan memandanginya begitu lekat. Laki-laki itu juga mengisyaratkan untuk gadis itu setuju dengan menampilkan raut wajah memohon.
Desi pun tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi, ia menganggukkan kepalanya. "Yaudah, kalau begitu."
Aldi yang menampilkan senyumannya saat gadis itu akhirnya mau untuk di antarkan pulang olehnya. Dan juga telah mendapatkan persetujuan dari kekasihnya Natasha.
Aldi dan Desi pun keluar dari kamar Natasha dan menutup pintu kamar tersebut. Lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil laki-laki itu. Dengan Desi yang pergi dulu ke depan.
...****...
__ADS_1
Anita sedang bercermin di depan meja riasnya. Ia menatap setiap bentuk tubuhnya yang kini semakin terlihat berisi, dengan pipinya yang juga terlihat semakin gembul.
Gadis itu pun mulai menarik penimbangan berat badan dari bawah kasurnya, yang ia sembunyikan dari bibi Sum sang pelayan. Ah, tidak! Lebih tepatnya keluarga kedua di dalam rumah itu.
Gadis itu menatap penimbangan berat badan itu dengan gelisah, dan ia pun mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam sebelum gadis itu menaiki benda yang mungkin semua orang tidak ingin mencobanya.
Dan... Anita pun mulai menghembuskan nafasnya berat saat benda tersebut menunjukkan angka yang sangat tidak di inginkan olehnya. Air matanya, mulai membanjiri pipinya dan gadis itu pun menjatuhkan dirinya ke lantai saat ia telah turun dari penimbangan berat itu.
"Hiks! Kenapa belum berhasil juga." gumamnya dengan isak tangisnya terdengar lirih.
"Noona Anita...," panggil bibi Sum dari luar. Membuat Anita dengan cepat meletakkan kembali benda yang baru saja di pakainya itu ke bawah kasurnya, dan ia juga langsung menghapus air matanya sembari mencoba untuk bersikap tenang agar tidak di ketahui oleh wanita paruh baya di luar itu.
Anita tersenyum saat mendapati wanita paruh baya itu masih berada di depan pintu kamarnya. Saat ia sudah membukakan pintunya. "Iya, bibi Sum. Kenapa?"
Bibi Sum hanya menyodorkan sepiring buah yang sudah wanita itu potong-potong dan juga sudah dibersihkan kepada Anita sang majikan. "Ini Noona Anita. Saya bawakan Noona buah yang sudah di potong-potong. Saya tau Noona Anita tidak pernah makan saat malam, jadi.. saya membawakan buah ini untuk Noona."
__ADS_1
Anita menolehkan kepalanya ke arah piring yang berisi buah yang sudah di potong-potong itu. Lalu,. gadis itu mengambilnya dan kembali menatap wajah bibi Sum nya. "Terimakasih ya bibi. Aku pasti akan memakannya nanti."
"Baik, Noona. Yaudah, kalau begitu. Saya permisi dulu Noona." pamit bibi Sum pada gadis itu. Dan wanita paruh baya itu pun pergi meninggalkan sang majikan.
Anita yang memegang buah yang sudah di siapkan oleh bibi nya hanya menarik nafas panjang. Dan kemudian, ia pun masuk kembali ke dalam kamarnya.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...
__ADS_1