
Mereka bertiga pun masuk mobil dan bergegas pergi menuju rumah sakit. setelah sesampainya di rumah sakit Kania dan mbok Darmi pun keluar dari mobil dan pak satpam memakirkan mobil terlebih dahulu.
Sesampainya di rumah sakit XX, mereka pun langsung bergegas menuju ruangan VVIP yang tadi dipindahkan oleh suster
Tok tok tok...
Mbok Darmi mengetuk pintu kamar nyonya
" Masuk " ucap papa Nathan. dan mbok Darmi pun masuk ke dalam
" Ternyata dia ada disini " gumam Nathan
" Ehhh ada Kania " ucap mama Nathan
" Iya nyonya. Nyonya baik - baik saja kan? " ucap Kania
" Iya, aku baik - baik saja " ucap Mama Nathan dengan senyuman
Suster pun masuk untuk memberikan makanan bubur buat Mama Nathan dan minum obat yang di sediakan.
Tok tok tok...
" Masuk " ucap mbok Darmi
" Ini nyonya buburnya harus di makan dan minum obat setelah makan " ucap suster dengan ramah
" Kalau begitu saya keluar dulu untuk memberikan makanan kepada pasien yang lain " imbuh suster dan berjalan menuju pintu keluar
" Silahkan " ucap papa Nathan
__ADS_1
Suster itu pun sudah tak terlihat langkah kakinya dan tidak terlihat.
" Permisi tuan saya yang akan menyuapi nyonya dan akan membantu nyonya untuk minum obatnya " ucap mbok Darmi
" Silahkan mbok " ucap papa Nathan
" Mbok, aku saja yang nyuapin nyonya. boleh ya mbok? " ucap Kania memohon kepada mbok Darmi
" Apakah boleh nyonya? " tanya mbok kepada mama Nathan
" Boleh. saya seneng banget malah di siapin sama kamu Kania, serasa kayak punya menantu dan anak perempuan " ucap mama Nathan sambil di suapi oleh Kania, dan Kania pun hanya senyum dan mengangguk
Tiba - tiba Nathan pun terkejut mendengar kata - kata mama nya kalau serasa punya menantu dan anak perempuan. Nathan pun bergumam dan mama Nathan pun melirik ke arah Nathan yang ada di sofa dengan wajah senyum nya itu, dan sebaliknya Nathan memanyunkan bibirnya tanda tak suka
" Maksudnya mama apa ngomong seperti itu? gumam Nathan
Bubur nya pun sudah ludes dilahap oleh mama Nathan dan sekarang saatnya minum obat, dan di bantu oleh Kania juga. ketika semuanya sudah selesai Kania, mbok Darmi dan pak satpam pun pamit pulang.
" Kalau begitu saya pamit pulang ya nyonya mau bersih - bersih rumah " ucap Kania
" Kalau begitu saya dan pak satpam juga ikut pulang, kasihan gak ada yang jaga rumah " ucap mbok Darmi
" Iya. sekalian aja Kania di ajak " ucap mama Nathan
" Iya nyonya " ucap mbok Darmi
" kalau begitu saya pamit sekarang ya nyonya, tuan, dan mas Nathan " ucap Kania Sambil mencium punggung tangan nyonya juga tuan dan Kania melambai tangan ke Nathan
" Assalamualaikum " ucap Kania berjalan menuju pintu keluar kamar
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam " ucap papa Nathan dan mama Nathan bersamaan dan Nathan hanya diam
mereka sudah tak terlihat dari kamar ruang rawat inap nya mama Kania dan Nathan pun langsung bertanya kepada mama nya soal tadi.
" Mama, kenapa tadi mama bilang serasa punya menantu dan anak perempuan? " ucap Nathan dan beranjak mendekati mama nya
" Nggak, cuma mengkhayal saja seandainya Kania jadi menantu mama " ucap mama Nathan
Papa Nathan dan Nathan pun langsung terkejut mendengar kata - kata itu.
" Apa? " ucap Nathan terkejut
" Bener juga sih mah, aku juga pengen banget punya cucu dan menggendong nya setiap hari, dan Kania orang nya baik, cekatan dalam membersihkan rumah, cantik pula " ucap papa setuju
" aku kan nggak punya perasaan apa - apa sama perempuan itu pah, dan aku juga masih sekolah, belum lagi nanti aku kuliah. " ucap Nathan memelas
" Coba deketin Anja dulu. dulu papa sama Mama begitu saat muda malu - malu dan akhirnya kita jadi satu " ucap mama Nathan dengan penuh keyakinan
Tapi tidak merubah keputusan Nathan
" Itu kan jaman dulu mah, dan aku hidup di jaman modern. aku nggak mau di jodohkan " ucap Nathan beranjak berdiri
" Kalau gitu aku pergi sebentar buat nyari udara segar dan akan pulang setelah itu " ucap Nathan sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya
" Assalamualaikum " ucap Nathan
" Wa'alaikumsalam " ucap papa dan mama Nathan bersamaan
Papa Nathan pun hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan anaknya itu tidak berubah dari dulu sampai sekarang dan mama Nathan pun melihat tingkah suaminya itu yang menggelengkan kepalanya.
__ADS_1