Antara Aku, Kamu & Dia

Antara Aku, Kamu & Dia
Episode 26


__ADS_3

" Sekarang kita makan malam yuk, biar mbok Darmi dan aku saja yang menyiapkan, kania tidak perlu ikut untuk membantu " ucap Reni dan langsung pergi ke dapur


" Baiklah, kalian sudah repot - repot sekali " ucap Dewi


" Tidak apa-apa " ucap Reno


Makanan dan minuman sudah tertata rapi di atas meja makan, dan setelah itu mereka makan dengan tenang. beberapa menit kemudian mereka sudah selesai, sekarang saatnya ke ruang keluarga untuk menonton TV dan makan cemilan bersama.


" Kapan kita mulai membicarakan soal perjodohan ini? " ucap Reni memulai percakapan terlebih dahulu


" Kita tunggu saja kalau Kania dan Nathan sudah selesai sekolah " ucap Reno


" Lama kalau nunggu mereka lulus, aku pengen cepet-cepet punya cucu " ucap Reni merengek


" Kau ini seperti anak kecil saja, sejak dulu sampai sekarang masih seperti itu " ucap Dewi terbahak bahak.


Dan semua orang pun ikut tertawa.


" Bagaimana kalau mereka pacaran dulu? " tanya Reno


" Aku setuju dengan mu " ucap Jordan, Dewi, dan Reni serempak


" Ahhh pa, kenapa ini terlalu cepat " ucap Nathan dengan tatapan lesu


" Iya tuan, ini terlalu cepat untuk kami " timpal Kania


" Itu lebih baik nak, dan kamu Kania jangan panggil aku tuan lagi, panggil saja aku om " ucap Reni


" Kenapa seperti itu tuan? " tanya Kania


" Sekarang kamu jadi menantu om " ucap Reno senyum


" iya Kania, kamu juga panggil saya Tante saja " imbuh Reni


" B-baiklah " ucap Kania gugup


Mereka pun bercanda ria melepaskan kerinduan yang amat mendalam, beberapa tahun yang lalu sudah lewat, sekarang mereka bertemu di negara yang sama.

__ADS_1


" Bumi ini memang sempit " Kata Author😅


Watu berlalu, jam menunjukkan pukul 22:00 semuanya pun tersadar kalau sudah menunjukkan waktu sudah malam.


" Kalau begitu kami pulang ya, soalnya sudah malam. besok kita ketemu lagi kalau ada waktu " ucap Jordan


" Kalian nginep aja disini, lagian Kamar sudah di bersihkan oleh mbok Darmi, aku mohon " ucap Reni memohon


Nathan melihat mama nya memohon pun kaget, tidak biasanya Mama nya seperti itu, Nathan pun hanya menggelengkan kepalanya.


" Kami tidak mau merepotkan kalian " ucap Dewi


" Tidak apa-apa, istri ku ini memang benar. kalian bisa tidur sini, hanya satu malam saja " ucap Reno yang merangkul tubuh istri nya


" Baiklah, kalau kalian maksa " ucap Jordan


" Kalau begitu nyonya, saya tidur sama mbok Darmi saja " ucap Kania


" Tidak perlu nak, sekarang kamu jadi tamu kita " ucap Reni


" Kamu tidur di ruang tamu saja, untung ada 2 kamar tamu " Imbuh Reni, dan kania pun mengangguk mengerti


Sesampainya di kamar, Nathan belum bisa tidur dengan nyenyak karena kepikiran tentang perjodohan ini, dan juga Kania belum tidur karena memikirkan yang sama seperti Nathan.


Nathan pun keluar dan mengetuk pintu kamar Kania.


Tok tok tok...


" Kania, apakah kau sudah tidur? " tanya Nathan dari luar pintu


" Aku belum tidur " ucap Kania dari dalam kamar


" Kau bisa ke kamar ku sebentar, ada 6ang aku omongin " ucap Nathan


Kania pun hanya diam dengan perkataan Nathan tadi, dan sampai - sampai Nathan memanggilnya kembali


" Mau apa tidak? " ucap Nathan kembali, dan membuyarkan lamunan Kania

__ADS_1


" Baiklah, aku akan ke sana " ucap Kania


Nathan pun pergi dari kamar Kania dan menuju kamarnya, dan setelah itu Kania membuka pintu dan langsung ke kamar Nathan


" Apakah aku boleh masuk? " tanya Kania yang ada di depan pintu kamar Nathan


" Masuk saja tidak di kunci " ucap Nathan


Kania pun langsung masuk ke kamar Nathan, ada rasa canggung di antara mereka, pertama kali mereka berduaan tempat yang sama.


Kania pun duduk di sebelah Nathan yang duduk di pinggir ranjang


" Mau ngomong apa? " tanya Kania yang memulai percakapan


" Mengapa kau mau menerima perjodohan ini? " ucap Nathan dingin


" A-aku tidak tahu harus ngomong apa " ucap Kania agak sedih


" Aku hanya ingin menuruti keinginan ke dua orang tua ku " ucap Kania


Tak terasa air mata mengalir membasahi pipinya. kania yang menyadarinya dia langsung menyeka air matanya. dan Nathan pun juga menyadarinya kalau Kania menangis


" Jangan menangis, semua ini sudah terjadi. kita yang akan menuruti kemauan ke dua orang tua kita sekarang " ucap Nathan dan langsung menghapus air mata Kania


Ada perasaan aneh ketika bersama Kania, Nathan sangat nyaman ketika berada di dekat Kania.


" Apa ini sebuah keterpaksaan atau keajaiban? " gumam Nathan dalam hati


Ia pun tidak terlalu memikirkan hal itu, dan Nathan pun langsung meminta Kania untuk kembali ke kamar nya dan beristirahat.


" Sekarang kamu boleh keluar, dan tidur lah " ucap Nathan


" Baiklah " ucap Kania


Dan Kania keluar dari kamar Nathan dan langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Nathan juga menarik selimut nya untuk tidur


(Skip)

__ADS_1


Ditunggu kelanjutannya🤪


__ADS_2