Antara Aku, Kamu & Dia

Antara Aku, Kamu & Dia
Episode 25


__ADS_3

“ Mbok, bawakan minum dan cemilan ringan ke ruang tamu “ ucap Reni


" Iya nyonya, baiklah tunggu sebentar " ucap Mbi Darmi


Mbok Darmi pun langsung meletakkan makanan dan minumannya yang di ambil dari belakang.


" kalau begitu saya permisi dulu " ucap mbok Darmi


" Baiklah " ucap Reni


" Minum dulu dong, masa di diemin, mubazir nanti selagi dingin " ucap Reni


" Iya nih, nanti marah minuman dan makanan nya kalau dibiarkan begitu saja " uap Reno


" Kau ada - ada saja dengan perlakuan mu itu " ucap Jordan dengan terbawa terbahak bahak dan juga diikuti oleh yang ada di ruang tamu itu


" Baiklah kalau kalian maksa " ucap Dewi


Mereka pun tertawa lepas dan Kania juga Nathan pun tersenyum melihat ke dua orang tuanya masing-masing dengan cara mereka sendiri.


Itulah keluarga yang tidak bisa di bayar oleh apapun, walaupun hanya bercanda dan ngobrol satu sama lain.


Akhirnya mereka pun berhenti, karena perut semakin sakit bila terus menerus tertawa.


" Sekarang, kapan kita menjodohkan anak laki-laki kami dengan anakmu Jordan dan Dewi. selama ini kami menunggu kalian agar bisa bertemu, ternyata Allah mengabulkan doa kita semua " ucap Reno


Kania dan Nathan pun terkejut tak percaya , bahwasannya mereka malah membicarakan perjodohan.


" Terimakasih kalian sudah mendoakan ku, istri ku dan juga anakku, sekali lagi kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak " ucap Jordan


" Aku belum tahu, aku serahkan saja kepada anakku " ucap Jordan menatap Kania

__ADS_1


" Bagaimana dengan kamu Kania? " tanya Reni


" A......aku b.......belum t......tahu " ucap Kania tertunduk dan gugup


Dewi pun memegang pundak Kania dengan mengisyaratkan tersenyum dan agak menutup mata sejenak dan kembali membuka nya, itu artinya harus Nerima perjodohan ini.


" Ba - baiklah, a-aku menerima nya " ucap Kania tetap gugup


" Makasih ya sayang, kamu telah menerima nya " ucap Reni bahagia dan langsung memeluk Kania


Semua orang pun tersenyum bahagia saat itu, hanya Kania dan Nathan yang tidak suka dengan perjodohan ini.


" Kenapa kau menerima nya. aku tidak suka di jodohkan b" Ucap Nathan marah dan dingin


Nathan pun langsung dari ruangan itu, semua berbalik dan melihat ke Nathan yang meninggalkan tempat itu.


Reni pun melepaskan pelukannya dengan Kania setelah anaknya berbicara seperti itu.


" Kalian semua tidak perlu khawatir, biar aku saja yang berbicara dengannya " ucap Reni dan mereka pun mengangguk pelan


" Tidak apa-apa, mungkin Nathan belum mau menerima nya. dia butuh waktu untuk terbiasa dengan hal baru " ucap Jordan


(Skip)


Reni pun mengetuk pintu kamar Nathan, dan tak ada suara sama sekali pun di dalam, Reni pun memanggil Nathan berkali kali.


" Nathan, Nathan. ini mama sayang " ucap Reni dengan terus mengetuk pintu kamar Nathan


Dan masih belum ada jawaban dalam ruangan itu.


" Ayolah buka pintunya, mama mau ngomong sebentar sama kamu " ucap Reni

__ADS_1


Pintu pun dibuka oleh Nathan, dan langsung mempersilahkan Reni masuk.


" ada apa ma? udah jelaskan tadi " ucap Nathan dingin yang duduk di pinggir ranjang dan di susul oleh Reni


" Aku tahu kamu belum menerima orang luar, tapi cobalah untuk menerimanya " ucap Reni dengan memancarkan wajah sedih


" Kenapa mama nangis? " ucap Nathan


" Aku hanya ingin memiliki cucu dan merawatnya, mama sudah lama belum punya cucu hanya kamu saja anak mama satu-satunya nak " ucap Reni semakin menangis


Nathan pun memikirkan sejenak dan dia pun sudah memutuskan untuk mengatakan kepada mama nya.


" Baiklah ma, aku setuju dengan perjodohan ini " ucap Nathan dingin


" Sungguh? " tanya Reni yang langsung menghapus air matanya yang ada di pipinya


" Iya " ucap Nathan


" Makasih sayang " ucap Reni dan langsung memeluk Nathan


" Kalau begitu kita sekarang ke bawah untuk menemui yang lain. nanti nunggunya lama lagi " ucap Reni tersenyum dan di angguki oleh Nathan


Nathan dan Reni pun turun ke bawah untuk menemui suaminya dan juga temen lama nya.


" Sekarang kamu yang bicara nak " ucap Reni, dan di angguki oleh Nathan


" Aku akan menerima perjodohan ini " ucap Nathan dingin


" Alhamdulillah " ucap semua orang serempak kecuali Nathan dan Reni hanya tersenyum, karena mereka sudah tahu terlebih dahulu


" Syukur lah nak, kamu menerima anak saya " ucap Jordan senang

__ADS_1


Dan mereka pun tertawa dan meminum juga memakan cemilan yang ada di atas meja.


Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan waktunya untuk makan malam dan mereka pun makan malam bersama untuk merayakan perjodohan ini yang telah di setujui oleh ke dua calon mempelai nya.


__ADS_2