
Hari semakin siang, semua siswa dan siswi pun keluar dari gedung itu, semuanya nampak bersemangat.
Nathan pun kepikiran untuk menemui kania dan mengantarnya pulang.
Nathan pun langsung ke kelas nya Kania.
" Kania, biar aku yang antar kamu, tubuh kamu masih lemas " ucap Nathan lembut
" Tidak perlu, aku bisa sendiri " ucap Kania
" Kali ini saja " ucap Nathan sungguh - sungguh
" Aku bilang tidak perlu " ucap Kania dan beranjak pergi
" Baiklah aku tidak memaksa " ucap Nathan sedih dengan mengikuti Kania dari belakang
Kania berjalan melewati lorong sekolah beberapa menit, setelah itu Kania tiba di tempat parkir dan langsung mengambil sepeda nya.
Ia pun mengayuh sepeda nya dengan santai karena tubuhnya masih lemas dan matanya bengkak karena menangis terus - menerus.
Saat di perjalanan, kepala Kania mulai merasakan sakit dan penglihatan nya pun menjadi kabur seakan ingin pindah ke dunia lain.
Sepeda nya pun oleng tanpa arah, Kania pun jatuh dan tak sadarkan diri, serta ada goresan luka di lutut nya bagian kanan dan tangannya bagian kiri.
__ADS_1
Mobil sport hitam itu pun melewati jalan itu , dan tanpa sengaja berhenti dan melihat siapa yang terjatuh tepat di samping mobil itu
Seorang laki-laki yang di dalam mobil itu pun keluar dan membuka kaca matanya, setelah itu ia menghampiri perempuan yang sedang pingsan di jalanan.
" Hai, bangun " ucap laki² itu berkali-kalimenepuk pipi Kania pelan, namun tidak sahutan sekalipun
" Ahh, menyusahkan saja " ucap Laki² itu dan langsung membawanya ke dalam mobil dan langsung di bawa ke rumahnya
Tak butuh waktu lama untuk pulang ke rumahnya, laki" itu pun langsung membawa Kania ke kamar tamu dan meletakkannya perlahan, setelah itu ia pergi memanggil pembantunya dan membersihkan luka yang dialami Kania.
" Bik, tolong ambilkan air hangat dan kotak P3K, setelah itu bawa ke kamar tamu " ucap laki² itu
" Baik den " ucap pembantu itu
Pembantu itu pun terkejut dengan adanya perempuan di kamar tamu, dan ia pun langsung bertanya
" Den, ini siapa? bibi tidak pernah lihat aden bawa perempuan ke sini " tanya pembantu itu
" Jangan banyak tanya, cepat bersihkan luka itu dan aku juga tidak tahu siapa perempuan ini. karena tadi aku bertemu ia di jalan yang sedang pingsan " ucap laki-laki itu
" Baik " ucap pembantu itu
__ADS_1
.·.·.·.·.·.·.·.
Di sisi lain, Dewi pun mengkhawatirkan keadaan Kania karena dia belum pulang padahal sudah jam 04:30 ia pun mondar mandir gak karuan.
" Nak, sekarang kamu dimana " ucap Dewi cemas
" Sebaiknya aku telepon dia, semoga saja di jawab " gumam Dewi langsung mengambil handphone nya di atas meja
Ia pun langsung mencari nama Kania yang ada di kontak, setelah ketemu ia langsung memencet tombol nya, namun beberapa kali ia mencobanya tidak terhubung.
" Kania, kamu sekarang ada dimana. aku mencemaskan mu " ucap Dewi
Ia pun langsung menelpon suaminya karena tidak ada cara lain selain itu.
" Halo sayang, ada apa? " tanya Jordan di seberang telepon itu
" Ka-kania belum pulang sampai saat ini, aku khawatir dengan keadaan nya " ucap Dewi
" Emang kamu sudah menelpon nya? " tanya jordan
" Aku sudah menelpon nya, tapi tidak aktif " ucap Dewi tanpa ia sadari air matanya mengalir deras begitu saja
" Baiklah kalau begitu aku akan pulang dan akan berpamitan dengan bos ku dulu. kalau gitu aku tutup teleponnya " ucap Jordan
__ADS_1
" Baiklah " ucap Dewi
Mereka pun mematikan panggilannya bersamaan.