ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU

ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU
RINDU DENGANMU


__ADS_3

Menjelang larut malam Keira baru saja tiba dirumah, badanya sungguh sangat lelah. Berjalan gontai menuju kamarnya dilihatnya Nyonya Soraya tertidur di sofa, dia pun menghampirinya.


“ moms, kenapa tidur disini? Ayo Keira antar ke kamar.” Keira mencoba memabangunkan mommynya perlahan.


“ Sayang kamu sudah pulang, ah ini sudah sangat larut apa kamu sudah makan?” Nyonya Soraya menangkup muka puntri


kesayangya itu.


“  Sudah moms, ayo ke kamar’” Keira memapah


lembut Nyonya Soraya.


“ Apakah harus selarut ini baru


pualang, kakakmu saja tidak sesibuk ini, kenapa kau selalu saja berkutat dengan


perkerjaan nak, apakah kamu tidak ingin membagi waktu untuk dirimu sayang.”


Keluh Nyonya Soraya yang tahu anaknya ini sangat jarang pergi untuk sekedar


bergaul dengan teman, bahkan mungkin dia tidak punya teman, dulu waktu sekolah


waktunya tersita oleh belajar. Sekarang setelah bekerja beralih pada pekerjaan,


bahkan waktu liburpun hanya akan mengurung diri dikamar seharian.


“ Moms inilah kesenangan puntri


cantikmu, sudah lah moms aku sangant menikmatinya.” Keira tau bahwa mommynya


menghawatirkannya.


“ tidurlah moms bukanya besok


mommy juga sibuk.” Keira merbahkan mommynya dikasur dan menyelimutinya,


kemudian mengecup lembur keningnya.


“ good night, moms.” Keira


mematikan lampu kamar dan menggatinya dengan lampu tidur.


“ good night, girl. Love you.”


Senyumnya mengambang menatap sendu putrinya.


“ love you too moms.” Keira


menutup pinta kamar Nyonya Soraya dan ke kamarnya yang tepat di sebelahnya.kemudian


membersihkan diri. Selesai mandi keira duduk bersanadar kasurnya, mengingat


obrolanya dengan Jack dan Sinta soal sikapnya yang dianggap berubah menjadi


anti sosial. Keira hanya bisa menarik nafas kasar ada sedikit kemarahsn disana


karena merasa semua orang tidak ada yang mau mengerti dirinya, tapi dia pun


tidak pernah bisa memaksa seseorang bagaimana bersikap kepadanya. Ingin


menyalahkan mereka pun tidak bisa karena memang dia tidak pernah menceritakan


alasan kenapa dia bisa seperti itu, dan ada sebuah alsan yang memang ditutup


rapat oleh Keira didasar hatinya bahkan dibuat benteng besar untuk menutupnya


dari orang lain, bakhan dari keluarganya sekalipun. dibukanya laci nakas


disamping kasur, diambilnya sebuah foto ada dua orang anak perempuan berseragam


putih biru, tertawa riang saling merangkul pundak, ditatapnya lekat foto itu,


Aku merindukanmu, rindu dimasa


itu, rindu tawa itu,


Sesaat kemudia wajah keira berubah


sendu dan tak tersarasa air matanya menetes dan dia pun mulai menangis tergugu


tertelungkup diatas bantal tak ingin suara tangisnya terdengar oleh Nyonya Soraya


karena keheningan malam. Dan tanpa tersara dia sudah mulai tertidur karena


lelah badan dan hatinya.


“ keira…kei..kei tolong

__ADS_1


kei..tolong kei lepaskan aku…aku mohon…aku tidak mau seperti ini kei..” seorang


gadis kecil menangis dengan baju yang sudah berantakan.


“ tidak aku tidak akan melepasmu,


ayo berpegangan yang erat, aku akan menarikmu ke atas. Tolong jangan lepaskan.”


Keira berusaha sekuat tenaga menariknya tapi apalah daya tanganya sudah tidak


kuat dan pegangan pun terlapas..


“ tidak….tidak…..tidak….”


“ kei…kei…kei….kei..bangun sayang…


are you ok?” nyonya soraya berusahya membangunkan putrinya dari  mimpi buruknya.


“ moms….” Keira memeluk mommynya


erat dan terus menangis, wajahnya pucat, keringat dingin disekujur tubuhnya.


Suara tangisnya sangat memilukan.


“ mommy disini sayang semua


akan  baik-baik saja.?” Nyonya soraya


mengelus rambut anaknya untuk menenangkanya, diambilnya minuman dimeja nakas.


“ minumlah dulu sayang.” Keira


meminum air putih itu sampai habis.


“ sudah tenang sekarang.” Tanya


nyonya soraya.


Kiera hanya mengangguk pelan.


Dihapusnya air mata di pipi anak kesayanganya itu. Usapnya lembut pipi Keira.


“ ambilah air wudhu shalat lah ini


masih jam 3 pagi. Agar lebih tenang.” Nyonya soraya menatap anaknya sendu.


saja.” Keira beranjak ke kamar mandi.


“ ok mommy keluar dulu, pangil


mommy jika perlu sesuatu.” Nyonya soraya pun beranjak.


Keira menganguk dan masuk ke kamar


mandi untuk mengambil wudhu. Digelarnya sajadah, hanya dangan bersimpuh ke pada


illahi yang bisa meredakan sesak didadanya. Selesai menunaikan shalat


ditengadahkannya kedua tanyanya,


Ya Allah mapunilah segala


khilafku dimasa lampau sekrang maupun esok hari, ya Allah yanya padamu aku


berlindung dan memohon pertolongan. Ya Allah lindungi lah dia dimanapun dia


berada sekarng ini, jagalah dia. Berilah hamba kekuatan untuk menjalani setiap


takdir yang telah engkau tetapkan pada hamba, sellau teguhkanlah hati hamba


dijalanmu. Jagalah orang-orang yang hamba sayangi.. Aamiin…aamiin ya robbal


allamin.


Diusapnya cairan bening yang


sedari tadi membasahi pipinya. Diambilnya sebuah buku yang selalu dibaca untuk


menenangkan hati. Dilantunkanya ayat suci yang menyayat hati memberi ketengan


pada setiap umatnya. Sampai waktu subuh pun tiba. Selesai shalat Keira


merebahkan tubuhnya yang masih tersara lemah, dibukanya smartphonenya, mengecek


beberapa imel yang masuk tentang pekerjaanya. Di buka juga pesan ada banyak


sekali pesan tanpa nama yang Keira anggap sebagai pesan spam saja biasanya akan

__ADS_1


di hapus tanpa dibaca. Namun ada satu pesan yang sudah sangat lama dan mebuat


penasaran karena ada sebuah nama tercantum di sana nama yang selama ini dia


rindukan.


Hai Keira apa kabar apakah kau


merindukan Arum seperti aku merindukanya. Keira sendainya kau tidak egois semua


itu tidak akan pernah terjadi dan Arum akan tetap Bersama kita.


Pesan itu dikirim sudah sejak lima


hari yang lalu. Keira penasaran dengan si pengeirim pesan, dicobanya untuk


menelfon sampai beberapa kali tapi tidak aktif. Akhirnya Keira memutuskan untuk


mengirimkan pesan.


Kamu siapa, bisahkah kita


bicara, akan aku tunggu telpon darimu.


Keira pun ngerim pesan itu,


berharap yang pengirim pesan membaca pesan balasanya dan mau menghubunginya.


Keira pun bersiap untuk berangkat kerja hari ini jadwalnya sangat padat hari


ini. Berusaha untuk melupakan soal pesan yang dia terima walau masih sedikit


mengganjal. Handphonenya bergetar,


Drt…drt…drt…


Keira bergegas mengambil


handphonenya menyangka jika itu adalah pengirim pesan tadi, tapi ternyata bukan


disada tertera KAKAKku sayang, senyum terkembang seolah mengerti adiknya sedang


dalam kondisi butuh semangat dia pasti menelpone.


“ Hallo kak, ada apa?” sapa keira.


“ Hallo my gril, Are you ok


today?” sapa kakaknya medengar suara adiknya terdengar berbeda.


“ I’m ok boy. Kakak bagaimana


sana, semua ok kan?” jawab Keira.


“ Semua aman terkendali, mungkin


sabtu sore kakan baru bisa pulang, ada rencana sabtu pagi mau ketemu teman lama


terlebih dahulu. Hari ini proses pembuatan iklan Jack, Surya , dan Arifin, apa


semuanya ok.” Tanya Keanan.


“ Semua aman kan ini mau ada


meeting pagi untuk chek ulang semua persiapanya.” Jelas Keira.


“ Ok. Semoga semuanya berjalan


dengan lancer. Miss you girl.” ucap Keanan.


“ Miss you too, kakaku yang


ganteng, kalau ada cewe yang dengar pasti bisa salah paham kak.” Goda Keira.


“ Biarkan saja memang kakak sangat


merindukan kalian.” Jawab Kenan dengn nada sedikit tinggi.


“ Ok..kakak Sudah dulu ya takut


aku terlambat, ini sudah siang.” Ucap Keira.


“ Ok…hati-hati dijalan jangan


ngebut-ngebut.” Keanan tahu kalau Keira kadang melajukan mobilnya dengan


kecepatan tinggi.Keira pun menutup telponya berssiap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


__ADS_2