
Menjelang larut malam Keira baru saja tiba dirumah, badanya sungguh sangat lelah. Berjalan gontai menuju kamarnya dilihatnya Nyonya Soraya tertidur di sofa, dia pun menghampirinya.
“ moms, kenapa tidur disini? Ayo Keira antar ke kamar.” Keira mencoba memabangunkan mommynya perlahan.
“ Sayang kamu sudah pulang, ah ini sudah sangat larut apa kamu sudah makan?” Nyonya Soraya menangkup muka puntri
kesayangya itu.
“ Sudah moms, ayo ke kamar’” Keira memapah
lembut Nyonya Soraya.
“ Apakah harus selarut ini baru
pualang, kakakmu saja tidak sesibuk ini, kenapa kau selalu saja berkutat dengan
perkerjaan nak, apakah kamu tidak ingin membagi waktu untuk dirimu sayang.”
Keluh Nyonya Soraya yang tahu anaknya ini sangat jarang pergi untuk sekedar
bergaul dengan teman, bahkan mungkin dia tidak punya teman, dulu waktu sekolah
waktunya tersita oleh belajar. Sekarang setelah bekerja beralih pada pekerjaan,
bahkan waktu liburpun hanya akan mengurung diri dikamar seharian.
“ Moms inilah kesenangan puntri
cantikmu, sudah lah moms aku sangant menikmatinya.” Keira tau bahwa mommynya
menghawatirkannya.
“ tidurlah moms bukanya besok
mommy juga sibuk.” Keira merbahkan mommynya dikasur dan menyelimutinya,
kemudian mengecup lembur keningnya.
“ good night, moms.” Keira
mematikan lampu kamar dan menggatinya dengan lampu tidur.
“ good night, girl. Love you.”
Senyumnya mengambang menatap sendu putrinya.
“ love you too moms.” Keira
menutup pinta kamar Nyonya Soraya dan ke kamarnya yang tepat di sebelahnya.kemudian
membersihkan diri. Selesai mandi keira duduk bersanadar kasurnya, mengingat
obrolanya dengan Jack dan Sinta soal sikapnya yang dianggap berubah menjadi
anti sosial. Keira hanya bisa menarik nafas kasar ada sedikit kemarahsn disana
karena merasa semua orang tidak ada yang mau mengerti dirinya, tapi dia pun
tidak pernah bisa memaksa seseorang bagaimana bersikap kepadanya. Ingin
menyalahkan mereka pun tidak bisa karena memang dia tidak pernah menceritakan
alasan kenapa dia bisa seperti itu, dan ada sebuah alsan yang memang ditutup
rapat oleh Keira didasar hatinya bahkan dibuat benteng besar untuk menutupnya
dari orang lain, bakhan dari keluarganya sekalipun. dibukanya laci nakas
disamping kasur, diambilnya sebuah foto ada dua orang anak perempuan berseragam
putih biru, tertawa riang saling merangkul pundak, ditatapnya lekat foto itu,
Aku merindukanmu, rindu dimasa
itu, rindu tawa itu,
Sesaat kemudia wajah keira berubah
sendu dan tak tersarasa air matanya menetes dan dia pun mulai menangis tergugu
tertelungkup diatas bantal tak ingin suara tangisnya terdengar oleh Nyonya Soraya
karena keheningan malam. Dan tanpa tersara dia sudah mulai tertidur karena
lelah badan dan hatinya.
“ keira…kei..kei tolong
__ADS_1
kei..tolong kei lepaskan aku…aku mohon…aku tidak mau seperti ini kei..” seorang
gadis kecil menangis dengan baju yang sudah berantakan.
“ tidak aku tidak akan melepasmu,
ayo berpegangan yang erat, aku akan menarikmu ke atas. Tolong jangan lepaskan.”
Keira berusaha sekuat tenaga menariknya tapi apalah daya tanganya sudah tidak
kuat dan pegangan pun terlapas..
“ tidak….tidak…..tidak….”
“ kei…kei…kei….kei..bangun sayang…
are you ok?” nyonya soraya berusahya membangunkan putrinya dari mimpi buruknya.
“ moms….” Keira memeluk mommynya
erat dan terus menangis, wajahnya pucat, keringat dingin disekujur tubuhnya.
Suara tangisnya sangat memilukan.
“ mommy disini sayang semua
akan baik-baik saja.?” Nyonya soraya
mengelus rambut anaknya untuk menenangkanya, diambilnya minuman dimeja nakas.
“ minumlah dulu sayang.” Keira
meminum air putih itu sampai habis.
“ sudah tenang sekarang.” Tanya
nyonya soraya.
Kiera hanya mengangguk pelan.
Dihapusnya air mata di pipi anak kesayanganya itu. Usapnya lembut pipi Keira.
“ ambilah air wudhu shalat lah ini
masih jam 3 pagi. Agar lebih tenang.” Nyonya soraya menatap anaknya sendu.
saja.” Keira beranjak ke kamar mandi.
“ ok mommy keluar dulu, pangil
mommy jika perlu sesuatu.” Nyonya soraya pun beranjak.
Keira menganguk dan masuk ke kamar
mandi untuk mengambil wudhu. Digelarnya sajadah, hanya dangan bersimpuh ke pada
illahi yang bisa meredakan sesak didadanya. Selesai menunaikan shalat
ditengadahkannya kedua tanyanya,
Ya Allah mapunilah segala
khilafku dimasa lampau sekrang maupun esok hari, ya Allah yanya padamu aku
berlindung dan memohon pertolongan. Ya Allah lindungi lah dia dimanapun dia
berada sekarng ini, jagalah dia. Berilah hamba kekuatan untuk menjalani setiap
takdir yang telah engkau tetapkan pada hamba, sellau teguhkanlah hati hamba
dijalanmu. Jagalah orang-orang yang hamba sayangi.. Aamiin…aamiin ya robbal
allamin.
Diusapnya cairan bening yang
sedari tadi membasahi pipinya. Diambilnya sebuah buku yang selalu dibaca untuk
menenangkan hati. Dilantunkanya ayat suci yang menyayat hati memberi ketengan
pada setiap umatnya. Sampai waktu subuh pun tiba. Selesai shalat Keira
merebahkan tubuhnya yang masih tersara lemah, dibukanya smartphonenya, mengecek
beberapa imel yang masuk tentang pekerjaanya. Di buka juga pesan ada banyak
sekali pesan tanpa nama yang Keira anggap sebagai pesan spam saja biasanya akan
__ADS_1
di hapus tanpa dibaca. Namun ada satu pesan yang sudah sangat lama dan mebuat
penasaran karena ada sebuah nama tercantum di sana nama yang selama ini dia
rindukan.
Hai Keira apa kabar apakah kau
merindukan Arum seperti aku merindukanya. Keira sendainya kau tidak egois semua
itu tidak akan pernah terjadi dan Arum akan tetap Bersama kita.
Pesan itu dikirim sudah sejak lima
hari yang lalu. Keira penasaran dengan si pengeirim pesan, dicobanya untuk
menelfon sampai beberapa kali tapi tidak aktif. Akhirnya Keira memutuskan untuk
mengirimkan pesan.
Kamu siapa, bisahkah kita
bicara, akan aku tunggu telpon darimu.
Keira pun ngerim pesan itu,
berharap yang pengirim pesan membaca pesan balasanya dan mau menghubunginya.
Keira pun bersiap untuk berangkat kerja hari ini jadwalnya sangat padat hari
ini. Berusaha untuk melupakan soal pesan yang dia terima walau masih sedikit
mengganjal. Handphonenya bergetar,
Drt…drt…drt…
Keira bergegas mengambil
handphonenya menyangka jika itu adalah pengirim pesan tadi, tapi ternyata bukan
disada tertera KAKAKku sayang, senyum terkembang seolah mengerti adiknya sedang
dalam kondisi butuh semangat dia pasti menelpone.
“ Hallo kak, ada apa?” sapa keira.
“ Hallo my gril, Are you ok
today?” sapa kakaknya medengar suara adiknya terdengar berbeda.
“ I’m ok boy. Kakak bagaimana
sana, semua ok kan?” jawab Keira.
“ Semua aman terkendali, mungkin
sabtu sore kakan baru bisa pulang, ada rencana sabtu pagi mau ketemu teman lama
terlebih dahulu. Hari ini proses pembuatan iklan Jack, Surya , dan Arifin, apa
semuanya ok.” Tanya Keanan.
“ Semua aman kan ini mau ada
meeting pagi untuk chek ulang semua persiapanya.” Jelas Keira.
“ Ok. Semoga semuanya berjalan
dengan lancer. Miss you girl.” ucap Keanan.
“ Miss you too, kakaku yang
ganteng, kalau ada cewe yang dengar pasti bisa salah paham kak.” Goda Keira.
“ Biarkan saja memang kakak sangat
merindukan kalian.” Jawab Kenan dengn nada sedikit tinggi.
“ Ok..kakak Sudah dulu ya takut
aku terlambat, ini sudah siang.” Ucap Keira.
“ Ok…hati-hati dijalan jangan
ngebut-ngebut.” Keanan tahu kalau Keira kadang melajukan mobilnya dengan
kecepatan tinggi.Keira pun menutup telponya berssiap untuk berangkat kerja.
__ADS_1