
Keira melangkah masuk ke mobilnya, dalam mobil dia menundukan kepala di atas stir, sambil menghela nafas kasar. Seandainya kalian tau apa yang terjadi padaku pasti kalian akan merasa bersalah dan pasti akan bertidak
jauh dan diluar kendaliku, karena aku tahu kak Jack dan kak Keanan teramat menyayangiku. Biarlah hanya aku yang tahu.
Flashback on
Hari itu Keira sangat lelah dan penat dengan segunung tugas yang dia kerjakaan dari pagi yang semuanya dateline, sebenernya bukan benar-benar dateline tapi memang keira yang boleh dibilang gila kerja pasti akan menuntaskan semua kerjaan hari itu juga selalama masih ada waktu. Keira beranjak ke toilet sekedar mencuci muka dan memang dia juga merasa ada pangilan alam. Tiba-tiba terdengar Langkah 2 orang memasuki toilet sambil berbincang.
“ Dengar tidak ada meeting dadakan, dengan Mr. jack padahal sudah mau waktu pulang kerja, pasti nanti pulang telat lagi, sebel banget dech, pasti ini akal-akalan saja, dengar-dengar Mr. jack ada hubungan dengan Keira, pasti mereka hanya ingin jalan setelah meeting dengan alasan pulang meeting.” Ucap satu wanita yang keira paham betul siapa dia rekan satu divisinya Melisa.
“ Ya Keira yang sok kecakepan itu menyebalkan, setiap pria disini menaruh hati padanya, sok jual mahal aja dia.
Klo bukan adik dari bos pasti dia bukan lah apa-apa, dia yang mau kecan kita yang repot.” Jawab wanita satunya itu adalah Sinta sekertaris kakaknya.
“ Ya aku dengan juga begitu banyak klient yang jatuh hati padanya.” Sambung Melisa.
“ Ya begitulah banyak yang suka titip salam kalau aku sedang menemani meeting bos diluar, bahkan banyak yang
menitipkan bunga, tapi anehnya bos tidak pernah memberikan bunga itu. Aneh bukan?” jawab Sinta.
“ Apa dia ada kelainan atau bagaimana?” Melisa semakin penasaran karena selama kenal dengan Keira belum
pernah sekalipun melihar Keira dekat dengan pria bahkan sekedar mengobrol pun tidak pernah, bahkan teman wanita pun juga tidak ada.
“ Entah lah sudah ayo kembali keruangan nanti aku dicari bos.” Jawab sinta dan mereka pun berlalu.
Keira didalam toilet mendengar itu semua mengepalkan tangan dan menahan emosi. Berlalu ke ruang kerja
kakaknya.
Flasback off
Kak aku hanya Lelah pada sikap orang sekitar yang selalu membawa hubungan kita. Terlalu banyak orang munafik
yang selalu saja melihat semuanya dari sisi mereka. Lamunan Keira terhenti ketika ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya.
__ADS_1
Tok..tok…tok….
Keira menurunkan kaca mobilnya dilihatnya sosok Sinta yang memang tadi dihubungi untuk menyusulnya untuk ke
lokasi meeting berikutnya.
“ Maaf bu Kei sudah menunggu lama, tadi saya ambil berkas dan ada beberapa berkas yang harus dichek ulang
terlebih dahulu.?” Kata Sinta.
“ Belum lama ko, masuklah.?” Ucap Keira menyuruh Sinta masuk.
“ Apakah kamu sudah makan siang?” lanjut Keira setelah Sinta masuk mobil dan mulai memakai sabuk pengaman.
“ Sudah bu.” Jelas Sinta
“ Ok kita langsung kesana.” Keira pun mulai melajukan mobilnya
Susana hening selama perjalanan.
“ Maaf bu tapi ibu atasan saya.” Sinta agak terkejut dengan sikap Keira kali ini tidak biasanya dia bersikap seperti ini.
“ Tidak apa-apa inikan diluar kantor dan ini juga dimobil saya, apalagi posisi sekarang saya yang pegang kemudi bukaya ini juga sudah bukan sikap atasan dangan bawahan.” Ujar keira
masih denga kata datar yang kadang inilah orang salah mengartikan apakah sedang
bercanda atau marah.
“ Baiklah bu.” Sinta pun menjawab
“ Jangan pangil ibu. Nama saja.”
“ Baik lah mbak Keira.” Sinta menjawab masih dengan mode yang jangung dan takut
“ Sinta bolehkan saya bertanya, apakah kau benci padaku, saya mendengar percakapapmu dengan Melisa di toilet
__ADS_1
maaf kija saya bertanya langsung, karena saya bukan orang yang suka mecela orang dibelakang leibih baik langsung mengutarakanya.” Sinta terkejut dengan ucapan wakil dan adik dari bosnya. Mukanya mulai memucat dalam hatinya hanya bisa berkata mati aku pasti aku akan dipecat.
“ Tenang saja Sinta saya bukan tipe orang yang mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan, jadi jawab jujur
saja, saya tidak akan memecatmu taupun mengadukanmu pada kak keanan.” Perkataan Keira semakin mebuat sinta ketakutan.
“ Maaf mbak Kei saya tidak bermaksud begitu, saya juga tidak benci dengan mbak Keira, hanya saja.” Sinta terdiam dan meremas ujung blusnya.
“ Tenang lah, saya hanya butuh kejujuran.” Tandas Keira.
“ Mungkin bukan benci tapi iri mbak.” Sinta mulai menjawab dengan menghelas nafasnya terlebih dahulu untuk
menetralkan emosinya agar tidak gugup dan salah bicara.
“ Mbak keira yang begitu kaku bahkan cenderung cuek dengan beberapa orang tapi masih saja banyak yang
memperhatikan bahkan tidak sedikit pria dikantor yang sebenernya suka pada mbak Kei tapi tidak berani karena ya salah satu sikap dingin mba kei dan tentu juga karena mba Kei adik bos. Belum lagi bersaing dengan beberapa kolega yang tentu diatas rata-rata mereka yang juga banyak yang suka dengan mbak kei.” Sinta terus bicara tanpa menoleh pada keira.
Keira hanya mendengar sambil mengerutkan dahinya. Tak disangka ternyata orang disekitanya menilainya. Sikap
cuek kaira yang tidak perduli dengan pemikiran orang terhapapnya mulai terusik sejak perkataan kak keanan semalam. Itu yang membuat dia meberanikan diri bertanya langsung pada Sinta.
“ Terlebih lagi kemapuan mbak Kei yang diatas rata-rata dan gila kerja, membuat kita semakin sulit untuk menyaingi mba dalam segala hal.” Nada bicara sinta muali mengeras, mebuat Keira akhirnya angkat bicara.
“ Bukan karena saya lebih dari kalian tapi kalian yang tidak bisa memantaskan diri sendiri, selalu menjadikan
orang lain sebagian patokan dalam menilai diri sendiri, seharusnya orang lain dijadikan motivasi untuk lebih baik, bukan dijadikan bahan acuan jadi merendahkan diri sendiri.” Jawaban kaira kali ini membuat sinta terdiam. Dan
kini dia sadar inilah yang membuat dia istimewa dimata semua orang. Bukan salahnya kalau dia disukai banyak orang karena memang istimewa. Dia tidak pernah ikut campur dengan masalah orang lain, dia pekerja keras, dia sering membantu orang yang dalam masalah dalam pekerjaanya, dia tidak pelit akan ilmu yang dia kuasai, bahkan dia tidak pernah merendahkan orang lain walau dia adik dari pemilik perusahaan, hanya satu yang jadi kekurangnya tidak mau bergaul itu saja yang membuat sinta penasaran.
“ Mba maaf boleh saya bertanya sesuatu yang mungkin menyinggung mba Keira?” tanya sinta memberanikan diri.
“ hmmm” keira hanya berdem saja.
“ Kenapa mba keira tidak mau bergaul dengan orang lain.?” Tanya sinta sambil menunduk.
__ADS_1
" Itu karena aku tidak mau tahu dan ikut campur dengan urusan orang lain. Dan juga tidak mau orang lain ikut campur urusan saya. Terlebih lagi kadang kala orang yang dekat dengan saya tidak benar-benar tulus. Tanpa ada kepentingan untuk diri sendiri.” Jawabnya masih dengan wajah datar. Jawab ini cukup membuat Sinta tercengang. Setelahnya dia hanya bisa terdiam sampai ditempat meeting.