ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU

ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU
HANYA INGIN DIRIMU


__ADS_3

Sementara sebuah gedung perkantoran yang cukup megah, WIN CORP yang empunya sedang duduk di kursi kebesaranya sambil memandang sebuah foto lama yang disimpan pada bingkai kertas yang sudah terlihat using, 3 sosok anak dengan seyum mengembang.


“ kei aku hanya menginginkan dirimu saja dengan semua yang ada didirimu” ucapanya lirih. Jack memandang foto lama antara dia, keira dan keanan sahabatnya. Terus memandang tampa menyadiri seseorang sudah berdiri didepannya mengetuk meja kerjanya dengan kencang.


“ Mr. jack. are you ok?” ucap Selin sambil menaroh map dimeja Jack.


“ Oh Selin ya aku baik-baik saja, maaf aku tidak menyadari kedatanganmu.” Ujar Jack.


“ It’s ok Mr. ini file tentang proyek dengan Kean Advertising yang akan dilaksanakan besok, ini beberapa daftar property yang mereka ajukan.” Selin menjelaskan.


“ Ok selin thaks. Nanti akan saya periksa besok saya akan turun langsung untuk meninjaunya. Oh ya apa team  sudah siap semua.”


“ Sudah Mr. Jack semua sudah dipersiapkan dengan sempurna.” Selin seraya mengedipkan matanya dan menujukan tanyanya menirukan gaya salah seorang magician terkenal.


“ Kamu bisa saja.” Jack hanya mengeleng. Dia dan selin adalah teman kuliah. Jadi sudah sangat akrab bahkan


semua cerita tentang Jack selin tahu.


“ Jack apakabar Keira?’ Selin mengubah cara bicaranya karena memposisikan sebagai teman dia tau betul tadi Jack sedang memandangi foto masa remajanya dengan 2 bersaudara itu.


“ Yakin neh yang ditanya Keira bukan yang satunya.” Jack paham dulu selin sangat menyukai keanan tapi apalah


daya perbedaan prisip yang tak mungkin dipersatukan.


“ Klo Keanan aku selalu berhubungan baik dengan nya bahkan kita saling berbagi kabar? Tapi kalau Keira aku tidak tau bahkan aku tidak kenal dengan gadis introfet itu.?” Selin memang sudah tau sifat Keira yang tertutup dengan siapapun.


“ Apa kamu belum menyerah denganya sudah cukup lama kamu menunggu Jack! Hampir separuh hidupmu hanya untuk mencintainya tapi bukan balasan yang didapat justru dia semakin menjauh darimu.” Selin menyandarkan diri dimeja kerja Jack.


“ Aku tidak akan menyerah bahkan jika butuh seumur hidup untuk menunggunya, hanya sekarang aku mulai ragu aku pantas untuknya,” Jack berwajah sendu menginat kemaren Ketika ikut melaksanakan shalat dirumah Keira.


“ Maksudnya.” Selin tersentak dan berbalik menatap Jack dengan menuh rasa pensaran.

__ADS_1


“ Entahlah. Sudahlah belum saatnya aku bercerita padamu, bahkan aku sendiri malu padamu.” Jawab Jack sambil mengakat bahunya.


“ Ayolah Jack kenapa dirimu tidak pantas, tampang ok, tingkat kemapanan tinggi, kekanyaan diatas rata-rata, sebanding sengan keluarga santoso apanya yang tidak pantas?” ucap selin melipat tangannya didada.


“ Bukan materi yang jadi takarannya Sel, ini lebih penting lagi ada disini?” jack menjawab sambil menepuk dadanya.


“ Come on Jack, siapa yang tidak tahu hatimu pada gadis itu, kamu menyukainya sejak kecil, bahkan tidak ada celah untuk orang lain sedikitpun, apa yang masih diragukan. Mungkin bukan kamu yang tidak pantas jack, tapi wanita itu yang kurang peka dengan perasaanmu.” Ujar Selin.


“ Justru karena dia tahu kalau aku suka padanya makanya dia menghidari dari aku, tapi bukan itu yang mebuat aku tidak pantas bukan masalah persaanku maupun persaannya padaku tapia da yang jauh lebih penting dari itu.” Ujar Jack lirih.


“ Jack kamu justru mebuat aku makin bingung?” Selin mengerutkan dahinya.


“ Ayo kita pulang sudah jam pulangkan? Tidak usah dipikirkan nanti kalau saatnya aku akan cerita sama kamu sel, tenang saja hanya kamu kan tahu semua tentang ku lebih baik dari siapapun selain Keanan.” ajak Jack sambil menarik baju Selin keluar dari kantornya.


Ditempat lain Keira masih berkutat dengan kerjaanya yang sangat banyak.


Tok…tok…tok


“ Masuk.” Ucapnya.


“ Bu Keira maaf masih ada yang diperlukan, ini sudah jam pulang kantor.” Sinta bertanya.


Keira menatap jam dinding, waktu sudah menunjukan jam 5 sore sudah saatnya jam pulang, mungkin Sinta sudah mau pulang menunggu izin darinya.


“ Tidak ada Sin, nanti kalau saya perlu sesuatu saya akan menghubungimu, kalua kamu mau pulang silahkan Sin, saya masih harus memeriksa beberapa dokumen dan menyelesaikan tugasku sendiri.” Keira memang tidak benar- benar menyerahkan tugasnya pada rekanya, karena selain dia tidak mau mau merepotkan rekannya juga ada beberapa klient yang tidak mau jika bukan dia yang mengerjakannya.


“ Baik bu, saya pamit pulang ya bu. Kalau perlu apa-apa ibu telpon saja, password laptop kerja saya nanti saya kirim.” Sinta pamit undur diri untuk pulang.


“ ok..oh ya untuk persiapn besok jangan lupa untuk meeting pagi.” Ucap Keira.


“ Semuanya sudah saya beri tahu bu, untuk pelaksaan meeting pagi.” Jawab Keira.

__ADS_1


Keira melanjutkan kerjanya, terdengat notiv dihandphonenya.


Keanan :


Keira apa semua baik-baik saja hari ini?


Keira :


Alhamdulillah ka semua aman terkendali.


Keanan :


Bukan masalah kerjaan Kei yang kakak khawatirkan, kakak yakin kamu selalu bisa diandalkan, tapi tentang perkataan kakak semalam?


Keira tertegun dengan pesan itu, kakaknya memang sangat menjaga persaanya, tidak pernah mau sekalipun melihat adik kesayangnya untuk bersedih.


Keira :


 Tidak kak, keira justru berterimakasih karena kakak sudah mengatkan keira, keira tahu mungkin sudah sejak lama kakak ingin berkata seperti itu, tapi kakak menahanya karena takut menyingung atau menyakiti hati keira. Terimakasih kakakku sayang hat-hati disana.


Keanan :


Sama-sama kei, kamu kesayangan kakak, kamu juga jangan capek-capek pasti sekarang masih dikantor, jangan terlalu malam pulangnya nanti kakak kena marah mommy.


Keira :


Tenang saja kakakku sayang. Love you.


Keanan :


Love you too.

__ADS_1


Keira tahu selama ini kakaknya yang selalu membuat dirinya tetep kuat menjalani setiap hari-harinya, menjadi penyemangat, pembimbing, dan pelindung.


__ADS_2