
Keira melajukan mobilnya ke
lokasi syuting iklan selapas mampir untuk makan siang dan shalat. Sebuah lokasi
taman bermain oaubond dipilih karena hampir semua tema iklan kali ini keluarga
dan alam, tiga iklan dibuat dilokasi yang sama hanya beda viewnya saja, termasuk
iklan milik Jack. Sudah tangung jawab empunya selalu meninjau langsung proses
pembuatan iklan bukan hanya menunggu hasilnya saja.
Dilihatnya dari jauh sosok pria
berjas biru sedang berdiri dengan tangan dikantong celana, tampak punggung
gagah itu, Keira tau siapa sosok itu, sosok hangat yang sejak dulu selalu
memperhatikanya, sosok yang sangat sabar masih tidak beralih dari hidupnya
dengan segala perlakuanya selama ini. Keira berhenti sejenak untuk sekedar
menatap punggung itu, karena dia sadar jika menatap langsung pria itu pasti dia
tidak akan sangup. Ada rasa bersalah, gugup dan sangat kagum sosok laki-laki
yang sangup mengayomi dan melindungi. Karena merasa ada yang memperhatikan Jack
pun berbalik, dilihatnya sosok wanita yang sangat iya cintai senyumnyapun
terkembang sempurna, dia sangat angun dengan blazer berwarna mocca rambut digerai
yang sangat indah, seyum yang walau agak kaku tapi tetap manis, flat shoes
warna putih yang mebuat tambah manis. Jack pun melambaikan tanganya, Keira pun
menghampirinya dilihatnya sosok wanita cantik disamping Jack yang dia tahu dia
teman kakanya dan juga sekertaris Jack Selin dia pun terseyum.
“ hai Kei, ternyata kamu datang
juga saya kira tidak bisa datang apa masalahnya sudah terkendali.” Sapa Jack.
“ Alhamdulillah semuanya sudah
selesai kak, Hallo kak Selin apa kabar ?” sapa Keira pada Selin.
Selin sedikit tersentak karena
jarang sekali Keira bersikap seperti ini biasanya sangat cuek.” Baik Kei, kamu
sendiri apa kabar lama tidak jumpa.” Jawab Selin.
“ Baik kak, semuanya berjalan
dengan lancar kan tanpa kendala.” Lanjut Keira.
Terdengar Langkah kaki sedikit
berlari salah seorang team produksi menghampiri Keira, dengan nafas tersengal
dia memberi laporan karena menyadari kedatangan Keira makanya dia segera
menghampiri keira setelah ada salah satu stafnya memberitahu.
“ Bu Keira maaf ada sedikit
masalah di sana, tadi ada kecelakaan kerja, aktrisnya terjatuh dan sedikit
terkilir, tapi proses syuting sudah selesai, dia besifat professional
menggangti adegan dengan duduk dibangku taman.” Jelasnya.
“ Terus sekarang kondisinya
bagaimana? Apa sudah dibawa ke klinik, kita bawa team Kesehatankan !” Keira
dengan nada tegasnya.
“ Sudah bu, team Kesehatan selalu
stanbay bu.” Jelasnya lagi
“ Ok. Antar saya untuk ke sana kita
lihat konsidinya bagaimana? Maaf Kak Jack, Kak Selin saya tinggal dulu.” Ucap
Keira..
Jack dan Selin menganguk tanda
setuju, Jack terus memandang punggung Keira hingga menghilang.
“ Hai..hai sudah tidak ada mau
sampai kapan kamu akan terus memandangnya.” Ujar Selin sambil
mengoyang-goyangkan tangan didepan muka Jack. Jack hanya terseyum.
“ Masih terus berharap padanya
yang dingin itu. Walau ada sedikit berbeda hari ini tidak sedingin biasanya.”
Seloroh Selin.
“ Aku tidak akan mundur walau selangkahpun
selama ada kesempatan walau hanya 1%.” Jawab Jack sambil mengerlingkan matanya
mengoda Selin, dia paham sahabatnya yang satu ini memang sudah sangat bosan
melihat tingkahnya mendeketi Keira yang sudah sangat lama.
Selin hanya memutar bola matanya
jengah dengan sikap Jack.
__ADS_1
“ Dasar bucin.” Ujar Selin malas.
“ Kamu juga dulu bucin sama
Keanan, aku tahu betul sebenernya juga sampai sekarang kamu masih suka sama dia
kan?” ucap Jack.
“ Sudah lah kenapa kamu jadi
mengodaku, itu kisah yang sudah usai, aku tidak ada kesempatan walau hanya 1%?”
Selin menjawab dengan sendu.
“ Memang dua kakak beradik itu
sudah mengalihkan dunia kita ya….He..he…he..he..” canda Jack.
Selin punterseyum.” Ya mereka
benar-benar sosok sempurna untuk dicintai, atau kita yang kelewat bucin ya.”
Selin menjawab dengan tawanya.
Keira menghampiri tenda Kesehatan
dilihatnya sosok cantik sedang duudk dikursi dengen kaki dibalut.
“ Selamat siang, maaf saya baru
bisa kesini, apa semuanya baik-baik saja, saya juga minta maaf atas ketelodran
dan ketidak nyamanan ini.” Ucap Keira sambil nyedorkan tangnya untuk menjabat
tangan sang artis.
“ Tidak apa-apa Bu Keira ini
bukan kesalahan team anda ini kesalahan saya sendiri karena ketelodaran saya
bu. Tadi juga suah di pijat oleh terapis, dan diberi obat untuk meredakan
sakit, besok juga sudah baikan.” Ucapnya.
“ Ok. Proses syuting sudah
selesai jika tidak keberatan biarkan salah satu orang kami untuk mengantar
anda.” Ucap Keira.
“ Tidak perlu bu. Nanti manager
saja akan jemput kemari. Terimakasih atas perhatiannya bu.” Lanjut sang artis.
“ Baiklah. Terimakasih atas kerja
samanya. Semoga kita masih terus bisa bekerja sama dengan baik diproyek-proyek
selnajutnya.” Ujar Keira.
“ Sama-sama bu. Saya juga
berharap kedepanya saya masih bisa bekerjasama terus.” Ucapnya.
silahkan beristrahat dulu. Jika ada perlu apa-apa silahkan hubungi team kami.”
Keira pun berpamitan.
Hingga sore hari semua proses
syuting selesai dengan lancar. Waktu sudah hampir magrib. Handphone Keira berbunyi
ada telpon masuk.
Drt…drt…dr…
Tetera dilayar Handphonenya Kakak
Jack..
“ Hallo Kak Jack ada apa, apa ada
masalah dalam pembuatan iklanya.” Keira takut ada masalah lagi. Karena hari ini
sudah sangat menguras tenaga dan pikiranya denga berbagai masalah.
“ Tidak Kei, semua baik-baik
saja. Apa kamu sudah ingin pulang?” ucap Jack ragu ingin mengajaknya pulang
Bersama walau dia tahu Keira membawa mobil sendiri.
“ Maaf Kak Jack Keira harus ke
kantor dulu masih ada yang masih harus diperiksa kemabali.” Ucap Keira.
“ Ok. Kalau begitu kakak pulang
dulu ya Kei, jangan terlalu lelah, perhatikan juga kesehatanmu kei?” ujar Jack
sebenernya dia ingin sekali pulang Bersama Keira karena hari ini dia akan mulai
belajar dengan Pak Maman, tapi dia pun merasa lega karena Keira tidak tahu
rencanaya ini.
Keira melangkah kearah mobilnya,
dia berencana untuk ke kantor untuk mengecek beberapa berkas yang tadi tertunda
karena adanya masalah hari ini. Di bukanya handphone terdapat notif pesan.
Keanan : Adikku yang cantik
semoga hari ini tidak mebuat adikku yang satu ini keluar takduk berkali-kali
hingga berkurang kadar kecantikanya, nanti klient kabur semua karena hampir
semua klient Kakakmu yang ganteng ini adalah fans garis kerasmu. Terimaksih ya
Kei sudah selalu dengan senang hati membatu kakak mengurus perusahaan selama
__ADS_1
kakak tidak ada. LOVE YOU.
Keira tersenyum membacanya dia
tahu betul Kakaknya merasa sangat bersalah dengan masalah hari,
Keira : LOVE YOU TOO Kakakku yang
bawel… Cepet pulang Keira sudah sangat gemes pingin cubit.
Keira pun melajukan mobilnya,
dilihatnya sebentar lagi waktu magrib tiba dibelokaknya mobilnya ke suah masjid
dipingir jalan, sambil menungu waktu shalat Keira sembari rehat untuk sedikit
mengendorkan syaraf yang cukup tegang tadi. Handphonenya bergetar
Drt…Drt…Drt… dilihatnya nama
Sinta.
“ Hallo Sin, ada apa?” Jawab
Keira.
“ Maaf Bu Kei saya menggangu, apa
masih ada yang saya kerjakan lagi Bu?” ujar Sinta.
“ Tidak Sin, Kamu boleh pulang
tidak usah menunggu saya balik lagi ke kantor, berkas yang perlu saya periksa
tauh saja di meja nanti saya cek.” Ucap Keira.
“ Baik Bu, saya pulang dulu,
terima kasih bu?” lanjut Sinta.
“ Ok, selamat berakhir pekan
Sinta terimakasih ?” Keira pun menutup sambungan telponnya.
Keira memasuki masjid dipakainya
mukena yang dia bawa, mulailah dia mebaca Al-Quran untuk menangkan jiwanya.
Selesai shalat Keira sedang
mengemas mukenanya didengarnya suara yang tidak asing suara yang sangat ia
rindukan bertahun-tahun lamaya, Keira mulai mengedarkan pandangan ke segala ara
untuk mencari arah suara itu, tampak seorang gadis dengan kerudun dengan suara
itu tapi muka gadis tersebut tidak terlalu jelas karena membelakangi arah
Keira, dia pun bergegas nerapikan tasnya. Keira beranjak dari tempatnya berniat
menghampiri gadis itu tapi sayang sudah tidak ada, Keira terus berlari
kerkeliling mencari, hingga kearah parkiran dilihatnya gadis tadi sudah berlalu
dengan mobilnya.
Benarkah itu kamu, aku sangat
merindukanmu, jika itu benar kamu aku lega karena kamu baik-baik saja, tolong
maafkan aku. Ya Allah ijinkan aku untuk diberi kesempatan untuk bertemu
denganya secara langsung untuk menyampaikan maafku walau kemungkinan bertemu
itu hanya 1% aku sangat menantikanya.
Keira berjalan ke arah mobilnya,
dilajukanya mebelah malam kota Jakarta yang tampak ramai menuju kantor.
Sesampainya disana Keira menuju meja kerja Keanan dilihatnya beberapa berkas
tersusun, rapi. Keira mulia membuka file berkas itu mulai meneliti satu
persatu, dalam keheningan kantor yang memang hanya Keira dan beberapa satpam
yang berjaga tiba-tiba handphone Keira bergetar dilihatnya ada notif sebuah
pesan. Dari nomer yang sama yang mengirm pesan tadi pagi.
Apakah kau tidak merindukan Arum,
atau rasa bersalahmu menutup semua rasa rindumu. Karena egoisanmu dia pergi,
cepat atau lambat akan ada balasan atas semua kesalahan yang kau lakukan padanya,
dan aku sangat menantikanya!!!!!!!!!
Keira mencoba menelpon nomer
tersebut tapi masih sama tidak ada jawab seperti tadi pagi sampai keira mencoba
beberapa kali. Akhirnya dia memutuskan untuk membalasnya dengan pesan.
Sebenarnya anda siapa? Mari kita
bertemu untuk berbincang, anda bisa menetukan waktu dan tempatnya saya akan
usahkan kesana. jika anda kenal Arum dan aku berarti kita orang dekat, bahkan
tahu masalah kami. Saya tunggu kabar baik dari anda.
Keira mengusap wajahnya dengan
kasar, tanganya mengepal, keringat dingin mulai mengucur, wajanya mulai pucat
pasi, nafasnya sesak, pandangannya mulai kosong, pikiranya Kembali dimasa
dimana diatas rooftop Gedung dengan tangan mulai lemah dan kebas menahan beban
dan genggaman tanganya mulai melepas dilihatnya sosok orang yang dia sayang
__ADS_1
jatuh begitu saya, tiba-tiba pandangan keira menjadi gelap.