ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU

ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU
13. MEMBERI KESEMPATAN WALAU HANYA 1%


__ADS_3

 


 


Keira melajukan mobilnya ke


lokasi syuting iklan selapas mampir untuk makan siang dan shalat. Sebuah lokasi


taman bermain oaubond dipilih karena hampir semua tema iklan kali ini keluarga


dan alam, tiga iklan dibuat dilokasi yang sama hanya beda viewnya saja, termasuk


iklan milik Jack. Sudah tangung jawab empunya selalu meninjau langsung proses


pembuatan iklan bukan hanya menunggu hasilnya saja.


Dilihatnya dari jauh sosok pria


berjas biru sedang berdiri dengan tangan dikantong celana, tampak punggung


gagah itu, Keira tau siapa sosok itu, sosok hangat yang sejak dulu selalu


memperhatikanya, sosok yang sangat sabar masih tidak beralih dari hidupnya


dengan segala perlakuanya selama ini. Keira berhenti sejenak untuk sekedar


menatap punggung itu, karena dia sadar jika menatap langsung pria itu pasti dia


tidak akan sangup. Ada rasa bersalah, gugup dan sangat kagum sosok laki-laki


yang sangup mengayomi dan melindungi. Karena merasa ada yang memperhatikan Jack


pun berbalik, dilihatnya sosok wanita yang sangat iya cintai senyumnyapun


terkembang sempurna, dia sangat angun dengan blazer berwarna mocca rambut digerai


yang sangat indah, seyum yang walau agak kaku tapi tetap manis, flat shoes


warna putih yang mebuat tambah manis. Jack pun melambaikan tanganya, Keira pun


menghampirinya dilihatnya sosok wanita cantik disamping Jack yang dia tahu dia


teman kakanya dan juga sekertaris Jack Selin dia pun terseyum.


“ hai Kei, ternyata kamu datang


juga saya kira tidak bisa datang apa masalahnya sudah terkendali.” Sapa Jack.


“ Alhamdulillah semuanya sudah


selesai kak, Hallo kak Selin apa kabar ?” sapa Keira pada Selin.


Selin sedikit tersentak karena


jarang sekali Keira bersikap seperti ini biasanya sangat cuek.” Baik Kei, kamu


sendiri apa kabar lama tidak jumpa.” Jawab Selin.


“ Baik kak, semuanya berjalan


dengan lancar kan tanpa kendala.” Lanjut Keira.


Terdengar Langkah kaki sedikit


berlari salah seorang team produksi menghampiri Keira, dengan nafas tersengal


dia memberi laporan karena menyadari kedatangan Keira makanya dia segera


menghampiri keira setelah ada salah satu stafnya memberitahu.


“ Bu Keira maaf ada sedikit


masalah di sana, tadi ada kecelakaan kerja, aktrisnya terjatuh dan sedikit


terkilir, tapi proses syuting sudah selesai, dia besifat professional


menggangti adegan dengan duduk dibangku taman.”  Jelasnya.


“ Terus sekarang kondisinya


bagaimana? Apa sudah dibawa ke klinik, kita bawa team Kesehatankan !” Keira


dengan nada tegasnya.


“ Sudah bu, team Kesehatan selalu


stanbay bu.” Jelasnya lagi


“ Ok. Antar saya untuk ke sana kita


lihat konsidinya bagaimana? Maaf Kak Jack, Kak Selin saya tinggal dulu.” Ucap


Keira..


Jack dan Selin menganguk tanda


setuju, Jack terus memandang punggung Keira hingga menghilang.


“ Hai..hai sudah tidak ada mau


sampai kapan kamu akan terus memandangnya.” Ujar Selin sambil


mengoyang-goyangkan tangan didepan muka Jack. Jack hanya terseyum.


“ Masih terus berharap padanya


yang dingin itu. Walau ada sedikit berbeda hari ini tidak sedingin biasanya.”


Seloroh Selin.


“ Aku tidak akan mundur walau selangkahpun


selama ada kesempatan walau hanya 1%.” Jawab Jack sambil mengerlingkan matanya


mengoda Selin, dia paham sahabatnya yang satu ini memang sudah sangat bosan


melihat tingkahnya mendeketi Keira yang sudah sangat lama.


Selin hanya memutar bola matanya


jengah dengan sikap Jack.

__ADS_1


“ Dasar bucin.” Ujar Selin malas.


“ Kamu juga dulu bucin sama


Keanan, aku tahu betul sebenernya juga sampai sekarang kamu masih suka sama dia


kan?” ucap Jack.


“ Sudah lah kenapa kamu jadi


mengodaku, itu kisah yang sudah usai, aku tidak ada kesempatan walau hanya 1%?”


Selin menjawab dengan sendu.


“ Memang dua kakak beradik itu


sudah mengalihkan dunia kita ya….He..he…he..he..” canda Jack.


Selin punterseyum.” Ya mereka


benar-benar sosok sempurna untuk dicintai, atau kita yang kelewat bucin ya.”


Selin menjawab dengan tawanya.


Keira menghampiri tenda Kesehatan


dilihatnya sosok cantik sedang duudk dikursi dengen kaki dibalut.


“ Selamat siang, maaf saya baru


bisa kesini, apa semuanya baik-baik saja, saya juga minta maaf atas ketelodran


dan ketidak nyamanan ini.” Ucap Keira sambil nyedorkan tangnya untuk menjabat


tangan sang artis.


“ Tidak apa-apa Bu Keira ini


bukan kesalahan team anda ini kesalahan saya sendiri karena ketelodaran saya


bu. Tadi juga suah di pijat oleh terapis, dan diberi obat untuk meredakan


sakit, besok juga sudah baikan.” Ucapnya.


“ Ok. Proses syuting sudah


selesai jika tidak keberatan biarkan salah satu orang kami untuk mengantar


anda.” Ucap Keira.


“ Tidak perlu bu. Nanti manager


saja akan jemput kemari. Terimakasih atas perhatiannya bu.” Lanjut sang artis.


“ Baiklah. Terimakasih atas kerja


samanya. Semoga kita masih terus bisa bekerja sama dengan baik diproyek-proyek


selnajutnya.” Ujar Keira.


“ Sama-sama bu. Saya juga


berharap kedepanya saya masih bisa bekerjasama terus.” Ucapnya.


silahkan beristrahat dulu. Jika ada perlu apa-apa silahkan hubungi team kami.”


Keira pun berpamitan.


Hingga sore hari semua proses


syuting selesai dengan lancar. Waktu sudah hampir magrib. Handphone Keira berbunyi


ada telpon masuk.


Drt…drt…dr…


Tetera dilayar Handphonenya Kakak


Jack..


“ Hallo Kak Jack ada apa, apa ada


masalah dalam pembuatan iklanya.” Keira takut ada masalah lagi. Karena hari ini


sudah sangat menguras tenaga dan pikiranya denga berbagai masalah.


“ Tidak Kei, semua baik-baik


saja. Apa kamu sudah ingin pulang?” ucap Jack ragu ingin mengajaknya pulang


Bersama walau dia tahu Keira membawa mobil sendiri.


“ Maaf Kak Jack Keira harus ke


kantor dulu masih ada yang masih harus diperiksa kemabali.” Ucap Keira.


“ Ok. Kalau begitu kakak pulang


dulu ya Kei, jangan terlalu lelah, perhatikan juga kesehatanmu kei?” ujar Jack


sebenernya dia ingin sekali pulang Bersama Keira karena hari ini dia akan mulai


belajar dengan Pak Maman, tapi dia pun merasa lega karena Keira tidak tahu


rencanaya ini.


Keira melangkah kearah mobilnya,


dia berencana untuk ke kantor untuk mengecek beberapa berkas yang tadi tertunda


karena adanya masalah hari ini. Di bukanya handphone terdapat notif pesan.


Keanan : Adikku yang cantik


semoga hari ini tidak mebuat adikku yang satu ini keluar takduk berkali-kali


hingga berkurang kadar kecantikanya, nanti klient kabur semua karena hampir


semua klient Kakakmu yang ganteng ini adalah fans garis kerasmu. Terimaksih ya


Kei sudah selalu dengan senang hati membatu kakak mengurus perusahaan selama

__ADS_1


kakak tidak ada. LOVE YOU.


Keira tersenyum membacanya dia


tahu betul Kakaknya merasa sangat bersalah dengan masalah hari,


Keira : LOVE YOU TOO Kakakku yang


bawel… Cepet pulang Keira sudah sangat gemes pingin cubit.


Keira pun melajukan mobilnya,


dilihatnya sebentar lagi waktu magrib tiba dibelokaknya mobilnya ke suah masjid


dipingir jalan, sambil menungu waktu shalat Keira sembari rehat untuk sedikit


mengendorkan syaraf yang cukup tegang tadi. Handphonenya bergetar


Drt…Drt…Drt… dilihatnya nama


Sinta.


“ Hallo Sin, ada apa?” Jawab


Keira.


“ Maaf Bu Kei saya menggangu, apa


masih ada yang saya kerjakan lagi Bu?” ujar Sinta.


“ Tidak Sin, Kamu boleh pulang


tidak usah menunggu saya balik lagi ke kantor, berkas yang perlu saya periksa


tauh saja di meja nanti saya cek.” Ucap Keira.


“ Baik Bu, saya pulang dulu,


terima kasih bu?” lanjut Sinta.


“ Ok, selamat berakhir pekan


Sinta terimakasih ?” Keira pun menutup sambungan telponnya.


Keira memasuki masjid dipakainya


mukena yang dia bawa, mulailah dia mebaca Al-Quran untuk menangkan jiwanya.


Selesai shalat Keira sedang


mengemas mukenanya didengarnya suara yang tidak asing suara yang sangat ia


rindukan bertahun-tahun lamaya, Keira mulai mengedarkan pandangan ke segala ara


untuk mencari arah suara itu, tampak seorang gadis dengan kerudun dengan suara


itu tapi muka gadis tersebut tidak terlalu jelas karena membelakangi arah


Keira, dia pun bergegas nerapikan tasnya. Keira beranjak dari tempatnya berniat


menghampiri gadis itu tapi sayang sudah tidak ada, Keira terus berlari


kerkeliling mencari, hingga kearah parkiran dilihatnya gadis tadi sudah berlalu


dengan mobilnya.


Benarkah itu kamu, aku sangat


merindukanmu, jika itu benar kamu aku lega karena kamu baik-baik saja, tolong


maafkan aku. Ya Allah ijinkan aku untuk diberi kesempatan untuk bertemu


denganya secara langsung untuk menyampaikan maafku walau kemungkinan bertemu


itu hanya 1% aku sangat menantikanya.


Keira berjalan ke arah mobilnya,


dilajukanya mebelah malam kota Jakarta yang tampak ramai menuju kantor.


Sesampainya disana Keira menuju meja kerja Keanan dilihatnya beberapa berkas


tersusun, rapi. Keira mulia membuka file berkas itu mulai meneliti satu


persatu, dalam keheningan kantor yang memang hanya Keira dan beberapa satpam


yang berjaga tiba-tiba handphone Keira bergetar dilihatnya ada notif sebuah


pesan. Dari nomer yang sama yang mengirm pesan tadi pagi.


Apakah kau tidak merindukan Arum,


atau rasa bersalahmu menutup semua rasa rindumu. Karena egoisanmu dia pergi,


cepat atau lambat akan ada balasan atas semua kesalahan yang kau lakukan padanya,


dan aku sangat menantikanya!!!!!!!!!


Keira mencoba menelpon nomer


tersebut tapi masih sama tidak ada jawab seperti tadi pagi sampai keira mencoba


beberapa kali. Akhirnya dia memutuskan untuk membalasnya dengan pesan.


Sebenarnya anda siapa? Mari kita


bertemu untuk berbincang, anda bisa menetukan waktu dan tempatnya saya akan


usahkan kesana. jika anda kenal Arum dan aku berarti kita orang dekat, bahkan


tahu masalah kami. Saya tunggu kabar baik dari anda.


Keira mengusap wajahnya dengan


kasar, tanganya mengepal, keringat dingin mulai mengucur, wajanya mulai pucat


pasi, nafasnya sesak, pandangannya mulai kosong, pikiranya Kembali dimasa


dimana diatas rooftop Gedung dengan tangan mulai lemah dan kebas menahan beban


dan genggaman tanganya mulai melepas dilihatnya sosok orang yang dia sayang

__ADS_1


jatuh begitu saya, tiba-tiba pandangan keira menjadi gelap.


__ADS_2