
Jack melajuka mobilnya setelah pulang kerja tapi bukan ke arah
rumahnya melainkan ke temapat lain. Masih dengan kegaluan hatinya tentang
kejadian kemaren malam dia teguhkan hatinya, bahwa dia akan mulai memperbaiki
dirinya bukan dengan alasan apapun, tapi semata karena dia ingin menjadi
pribadi yang lebih baik. Sampai di depan gerbang rumah itu Jack masih ragu sebenarnya
bukan karena ragu untuk tujuanya tapi ragu karena malu, ya sekarang ini dia di
depan rumah sahabatnya Keanan. tiba ada bunyi klakson mobil mengagetkannya,
mobil itu berhenti tepat disampignya. Sang empunya menurunkan kaca jendela
mobil dan menyapa Jack.
“ Nak Jack sedang apa disini? Mau mampir ke rumah ko tidak
masuk kan bisa menunggu didalam. Keira entah sudah pulang apa belum.” Nyonya
soraya megoyangkan tanganya memita Jack untuk mengikuti mobilnya masuk ke
gerbang rumahnya. Melihat majikanya pulang satpam bergegas mebukakan gerbang.
“ Pak Sobri apa Mbak Keira sudah pulang?” tanya Nyonya Soraya
pada satpam.
“ Belum Nyonya.” Jawab Pak Sobri.
“ Ok. “ Nyonya Soraya pun masuk kedalam rumah.
Jack turun dari mobil dengan Langkah ragu, tapi dilihatnya
sosok teduh tersenyum padanya, sosok yang selalu dirindukunnya ada pada wanita
itu, sosok seorang ibu yang telah lama meninggalkannya
Nyonya soraya berdiri sambil terseyum menunggu jack
menghampirinya, dan merangkul pundaknya.
“ ada apa dengan anak mommy yang ganteng ini, kayaknya lesu
sekali, baru ditinggal keanan sehari sudah rindu. Kalian ini seperti sepasang
kekasih saja. Mommy jadi curiga.?” Nyonya soraya mengerutkan dahinya.
“ ah tidak tante jack baik-baik saja.” Balas jack dengan
senyum simpul.
“ Ayolah Jack jangan panggil tante, pangil mommy saja. Buat saya
kamu sudah seperti anak sendiri?” Nyonya Soraya dengan wajah sendunya.
“ tapi tante?” Jack ragu dan sungkan, tapi Nyonya menatap
dengan tajam pada Jack.
“ Baiklah Moms. Terimaksih sudah menganggap Jack jadi anak
Mommy?” seyum Jack terkembang sempurna ada rasa haru bercampur bahagian disana.
“ Apa ada masalah dengan Keira?” Nyonya Soraya masih
mencecar Jack dengan pertanyaan menyelidik.
“ Tidak ko moms hari ini justru jack bahagia karena akhirnya
Keira mau berbicara lagi dengan Jack setelah sekian lama,” ucap Jack.
“ Duduk dulu nak Jack mommy ke atas dulu belum shalat asar
soalnya, tidak apa-apa ya mommy tinggal, kamu sudah shalat belum?” ucap Nyonya
Soraya.
“ Belum moms, ya sudah Jack ke mushala dulu ya,” balas Jack.
Nyonya soraya pun menunjukan jarinya tanda ok, sambil
berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri dan shalat. Sebelumnya menyuruh Bi Nah menyiapkan minuman dan camilan untuk
tamunya.
__ADS_1
Jack ke mushala dilihatnya Pak Maman sudah selesai wudhu akan
melaksanakan shalat juga.
“ Pak Maman boleh saya ikut shalat” jack bertanya
“ Boleh tuan silahkan ambil whudu, saya tunggu didalam.” Pak
Maman pun berlalu ke dalam mushala, Jack bergegas ambil air whudu, kemudian
mereka shalat berjamah.
Selesai shalat Pak Maman belum beranjak mulutnya masih
khusuk untuk berzikir, Jack menunggu karena memang ingin mengobrol sebenar
dengan beliau. Menyadari Jack masih duduk situ Pak Maman memberanikan diri
untuk menyapa.
“ Kenapa tuan, apa ada perlu dengan saya?” tanya Pak Maman
ragu.
“ Iya pak, apakah bapak berkenan mengajari saya shalat yang
benar karena jujur saya tidak mengerti, dan saya benar-benar ingin belajar,
tapi kalau bapak tidak keberatan.” Ucap Jack sambil menunduk.
“ Dengan senang hati saya akan mengajari tuan, dengan satu
syarat tuan punya niat yang sunguh-sungguh dari hati untuk memperbaiki diri,
bukan dengan tujuan lain.” Pak Maman menegaskan tujuan Jack karena paham dengan
sikap tuannya yang satu ini yang sedang mendekati anak majikan perempuanya
takutnya dia belajar hanya untuk memikat hati anak majikanya itu.
“ Saya benar-benar bersunguh-sungguh pak benar-benar dari
hati, saya akan belajar.” Jack berujar seraya menangkupkan tangan memohon pada
pak maman,
mungkin tuan bisa berbicara dengan Nyonya untuk meminta ijin.” Pak Maman
beranjak dari duduknya dan menepuk pundak Jack.
“ Jack sini nak.?” Terilihat dari kejauhan nyonya soraya
memanggil dan melabaikan tangan, Jack pun beranjak menghampiri dengan senyum
menatap wajah yang selalu dapat meneduhkan hatinya.
“ Moms sudah selesai.” Tanya jack.
“ Duduhlah, mommy tahu pasti kamu ada masalah datang kesini
saat Keanan tidak ada, dan Keira pun belum pulang. Ada apa nak ceritalah sama
mommy.?” Nyonya soraya mengusap punggung Jack.
“ Mommy Jack ingin belajar lebih mengenal Tuhan yang selama ini telah meberi banyak hal
indah untuk Jack tapi saya tidak menyadarinya sekian lama bahkan sudah
melupakanya?” Jack menjawab dengan menunduk karena malu.
Nyonya soraya tersenyum. “ alhamdulillah, apa kamu mau
belajar dengan Pak Maman?”ucapnya. Jack menatap nyonya soraya sambil mengangguk.
“ Belajarlah nak, beliau orang yang telaten dan sabar dalam membimbing,
anak-anak mommy semua beliau yang membimbing. Hanya satu pinta mommy
bersunguh-sunguhlah, insyaallah akan dimudahkan.”
“ iya moms, Jack akan bersunguh-sunguh.” Jawab Jack dengan
yakin.
“ Moms Keira sudah lewat jam pulang kantor belum pulang.”
Tanya Jack sambil mengarahkan pandangan ke lantai atas dimana kamar Keira
__ADS_1
berada.
“ Belum nak, ya kamu tau sendiri jika dia sudah berkutat
dengan pekerjaan maka dia akan menyelesaikannya hari itu juga, apalagi sekarang
doble kerjaanya juga kerjaan kakaknya, padahal kerjaannya juga bisa dihandle
orang lain di teamnya tapi pasti dia tidak mau.” Jawab nyonya soraya seraya
cemberut.
“ Bisnis momy bagaimana? Apa lancar?” tanya Jack.
“ Sejauh ini lancar Jack, alhamdulillah WO mommy lagi
kebanjiran job, tidak hanya nikan saja sekarang tapi juga acara-acara lain team
marketing mommy tawarkan, dan alhamdulillah responnya baik.” Nyonya soraya
mempunyai sebuah WO yang memang sudah sangat terkenal bahkan orang-orang
pentingpun banyak mengunakan jasanya.
“ Nanti kalau kamu menikah pake WO mommy ya, dikasih
special, bahkan kalau nanti sama Keira lebih special lagi.” Goda nyonya soraya,
karena sudah bukan rahasia lagi hampir semua penghuni rumah ini tahu Jack suka
pada Keira.
Jack hanya tersenyum,” Tapi moms apa Jack pantas untuk
keira, Jack merasa sangat jauh dari kriteria yang pantas untuk Keira moms.”
Jack menunduk
“ Hei, kenapa tidak pantas, selama masih mau memperbaikinya,
itu lebih baik, perjuangkan dengan dengan sunguh-sunguh, pantaskan dirimu dulu,
baru bisa merasa pantas untuk orang lain, karena jika memantaskan diri hanya
untuk orang lain, maka tidak akan pernah bisa.” Ucap nyonya soraya.
Jack hanya bisa tertegun dengan ucapan nyonya soraya, lagi-lagi
Jack merasa keluarga ini sunguh luar biasa dalam pola pikir, dari dulu Jack
hanya memandang dari sisi luar saja. Sebuah keluarga boleh dibilang lumayan
berada tapi tetep memegang prinsip dengan teguh, bahkan tidak pernah bersikap
arogan dan merendahkan orang lain.
“ Moms boleh Jack mulai belajar besok selepas pualang kerja
kemari, karena Pak Maman biasa selepas magrib moms.” Tanya jack
“ ok tidak apa nak, hari ini pun boleh.” Nyonya soraya
tersenyum.
“ Hari ini jack belum mempersiapkan semuanya moms, sekalian
jack mau pamit moms.” Jack pun beranjak dari duduknya.
“ Tidak makan malam disini lagi, sekalian temenin mommy dan
juga tunggu Keira pulang?” ujar Nyonya Soraya.
“ Sebelumnya Jack minta maaf karena Jack masih ada perlu
moms, terimaksih atas tawaranya moms.” Ucap Jack.
“ Ok hati-hati dijalan ya, jangan ngebut.” Nyonya soraya
mengantar jack sampai ke mobilnya. Jack mencium pungung tangan nyonya Soraya
sebelum masuk mobil.
“ Jack jalan dulu ya moms, assalamu’allaikum.” Jack pun
melajukan mobilnya tujuanya adalah sebuah swalan untuk membeli beberapa buku untuk
dibacanya sebelum besok belajar dengan Pak Maman.
__ADS_1