
Keira menuruni anak tangan menuju ruang makan untuk sarapan, dilihat mommynya sudah ada disana.
“ Morning moms.” Sapa Keira sembari mencium pipi Nyonya Soraya.
“ Morning girl, are you ok?” senyumnya lembut ditatapnya lekat wajah sayu anak gadisnya yang dia tahu sedang
sangat lelah.
“ Ok moms.” Keira mulai memakan sarapannya.
“ Hari ini banyakah kegiatan di kantor, kalau bisa jangan pulang larut lagi, selama menghandle kerjaan kakakmu. Bisakah kerjaanmu juga dihandle orang lain sayang. Sehingga kau tidak terlalu lelah.” Ucap Nyonya Soraya khawatir.
“ Hari ini ada pembuatan iklan termasuk punya kak Jack moms, mungkin juga sampai larut. Keira tidak mau membebankan kerjaan Keira pada orang lain karena ada beberapa klient penting yang tidak mau jika dikerjaan orang lain moms. Keira tidak mau mereka kecewa moms.” Jelasnya.
“ Ok, tapi jangan abaikan kesehatanmu sayang, mommy tidak mau kamu sakit sayang, jika memang perlu bantuan jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan. Sayang meminta bantuan pada orang lain bukan berarti membuat kita terlihat lemah, coba balah beri celah untuk membuka diri untuk orang lain sayang, kau masih sangat muda masih banyak kegiatan lain yang sangat menarik bukan hanya butane dengan pekerjaan dan buku-bukumu itu.” Nyonya soraya berharap kali ini anaknya muali berusaha membuka diri untuk orang lain.
“ Ok moms.” Jawab Keira singkat.
“ Kei, sebenernya apa yang membuat kamu sperti ini, dari dulu mommy selalau bertanya tapi kamu tidak pernah mau bercerita, juga soal mimmpimu itu, Kei ceritalah sama mommy. Mommy bukan orang lain sayang. Jadi lebih terbukalah dengan mommy.” Tegas Nyonya Soraya kali ini dengan sedikit penekanan.
“ Keira tahu mommy pasti khawatir dengan sikap Keira selama ini, tapi Keira perlu waktu moms, suatu saat jika Keira siap pasti Keira akan cerita sama mommy.” Keira sudah menyelesaikan sarapanyapun beranjak, mecium pungung tangan mommynya.
“ Keira berangkat dulu moms, jangan khawatir ya Keira baik-baik saja. Keira sayang mommy.” Dengan senyumnya. Nyonya soraya hanya bisa menganguk dia tahu betul anaknay yang satu ini sangat tanguh. Dia tahu apa yang dialami anaknya selama ini taraumanya sedari sekolah menengah, tapi atas anjuran seseorang tidak boleh memaksa Keira untuk memceritakannya. Tapi menunggu sampai Keira terbuka.
“ Baiklah sayang mommy tahu kamu kuat, jaga hatimu dengan baik, karena hati mommy juga ada disana.” Ucap Nyonya Soraya.
“ Keira tahu moms. Love you.” Dia pun berangkat ke kantor dengan mobil kesayanganya.
Nyonya Soraya meraih handphonenya menefon seseorang.
“ Pagi, apakah dia masih sering berkunjung kesana?”
“ OK, terimakasih. Tolong kasih info terus ya tentang perkembanganya.” Nyonys Soraya menutup telponya dan beranjak untuk berangkat ke kentor. Diluar sudah menunggu pak maman.
“ Pak apa nanti sore nak Jack jadi ke sini,” tanya Nyonya Soraya.
“ Belum tahu nyonya, saya hanya berpesan pada tuan Jack boleh datang jika sudah dengan keteguhan hati untuk belajar bukan untuk maksud tujuan lain,” jawab Pak Maman.
__ADS_1
“ baiklah kalau begitu saya ucapkan terimakasih sebelumnya pak sudah mau membimbingnya, dia sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, apalagi saya tahu betul dia serius mendekati Keira dan saya lihat sangat tulus.” Nyonya soraya berkata sembari menatap kerah jalan dari kaca jendela mobilnya.
Sayang mommy hanya berharap kau kemabli seperti dulu ceria dan banyak bergaul dengan teman, mommy yakin nak Jack bisa menjadi pendamping dan pelingdung bagimu. Semoga kamu cepat berbagi dengan mommy semua rasa gundah gelisah yang ada dihatimu.
Nyonya soraya berujar dalam hati.
Hari ini jadwal pembuatan iklan untuk Jack dan 2 klient lainnya. Karena hari jumat semua dimuali setelah shalat
jumat. Pagi ini keira mengadakan meeting pagi dengan tim kreativ dan produksi untuk membicarakan persiapan dan kenadala apa saja yang mungkin terjadi, agar semua proses berjalan dengan lancar.
Di ruang meeting semua sudah merasa tenan mereka tahu betul sikap pimpinannya sekkarang ini bagaimana tidak
mau ada kesalahan sekecil apapun, dan dia juga sangat detail dalam segala hal.
Cekrek…. Terdengar suara pintu dibuka semua pun berdiri
“ selamat pagi semua, silahkan duduk.” Keira menyapa dan mempesilahkan duduk semua orang yang ada di ruangan itu.
“ apa ada kendala untuk produksi hari ini?” tanya keira sambil membolak balik laporan dari setiap devisi yang bertangung jawab.
“ maaf bu kei, ada sedikit masalah tentang modelnya, ternyata modelnya hari ini tidak bisa hadir karena sakit. Dan
“ ok itu untuk klient kita yang mana? Apa sudah ada solisinya?” tanya Keira lagi.
“ bu kei, ini iklan untuk Mr. Surya dari Nasional corp. beliau sangat sudah untuk diberi alasan hanya mau model ini yang membintangi iklannya. Kami sudah berusha menghubungi beliau tadi. Bahkan kami tawarkan untuk mengatur ulang jadwal beliau juga tidak bersedia.” Jawabnya lagi.
“ ok, selain masalah ini apa ada kendala lain.” Tanya Keira kembali.
“ sejauh ini tidak ada, hanya itu saja Bu Kei.” Jawab ketua disivi produksi.
“ untuk masalah Mr. Surya kita masih punya waktu sekita 2 jam untuk mencari solusi, nanti saya akan coba bernegosiasi dengan beliu, jika memang tidak ada titik temu. Kita putuskan saja kontaknya.” Jawab Keira
“ tapi bu kei finalty yang kita bayarkan akan sangat besar.” Jawab Sinta sekertarisnya.
“ bukanya tadi bilang management artisnya sudah mebayar uang finalty. Kita bisa menganti dengan uang itu.” Jawab Keira.
“ Bu untuk Mr. Surya nilai kontraknya besar, sedang artis yang dipakai pedatang baru jadi tidak sebanding dengan jumlan finalty yang harus kita bayarkan.” Jawab Sinta.
__ADS_1
“ kok bisa begitu.” Keira mengerutkan dahinya.
“ tapi memang begitu bu, ini sudah kesepakatan antara Mr. kenan dan Mr. surya bu.” Jawab Sinta sambil menunduk.
Dia tahu Keira sudah dalam mode marah kija sudah mengerutkan dahinya.
“ ini ada yang aneh, ok saya akan coba cari solusinya.” Jawab Keira.
“ kalian bisa kembali bekerja.” Lanjut Keira. Semua meninggalkan ruang meeting.
Surya kamu mau main-main dengansaya, kamu salah memilih lawan,
Keira mengepalkan tanganya. Diraihnya handphone dimeja.
“ Kak Keanan apa kau sibuk?” Tanya Keira setelah nada telpon tersambung
“ Tidak Kei, apa ada masalah?” Jawab Keanan.
“ Ya,,, Apa kau tahu ada yang aneh pada kontak dengan Mr. surya? Karena nilai kontrak sebegitu besar menggunakan model sembarangan.” Jelas Keira dengan nada yang sudah mulai meninggi karena emosi, karena dia tahu siapa surya, dia salah satu teman kakanya yang juga menyukainya tapi ditolaknya.
“ apa dia ingin bermain-main dengan ku.” Lanjut Keira lagi.
“ Kei, tenang dulu ada apa ini sebenarnya. Kakak tidak mengerti. Jelaskan dulu duduk perkaranya.” Kenan mencoba menenangkan adiknya.
“ kak artisnya berhalagan hadir, tapi Mr. surya tetep kekeh harus dengan artis itu, sedang nilai finalty artis tidak bisa meng cover finalty jika kita membatalkan kontak. Di rescadule juga tidak mau. Keira merasa ini ada konspirasi.” Jelas Keira.
“ ok klo kakak tidak tahu, Keira akan coba memecahkan masalah ini."
“ Keira nanti coba kakak bicara dengan Surya soal ini.” Jawab keanan.
“ tidak usah kak, Keira akan bereskan kekacauan ini.” Jelas Keira sambil meremas kertas ditanganya.
“ ingat Kei jangan emosi, tenangkan dirimu, kakak yakin kamu pasti punya solusi yang bagus,” jelas keanan, dia tau betul adiknya ini bisa diandalkan. Keira lalu menutup sambungan telponnya dan mengirim pesan pada seseorang.
Kak jack sebelumnya keira minta maaf karena hari ini mungkin tidak bisa ikut memantau proses produksi, jangan
salah paham ini karena ada sedikit kendala dengan klient lain. Semoga urusannya selesai sebelum proses syuting selesai dan semoga semuanya lancar.
__ADS_1
Keira yakin Jack tidak pernah salah paham dengan semua sikapnya, meski agak ragu karena baru kemaren keira
berusaha berdamai dengan sikapnya selama ini. Keira hanya bisa menghela nafas dan mengusap kasar wajahnya. Diambilnya air mineral yang ada dimeja sekedar untuk meredakan emosinya sedari tadi.