ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU

ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU
SUARA TEDUH MENYEJUKAN HATI


__ADS_3

Sayup-sayup terdengar suara azan yang sangat merdu, di rumah keluarga santoso memang mepunyai sebuah moshala kecil yang setiap waktu shalat ada yang mengumandangkan azan baik sang empunya rumah atau pun  para pekerja dirumah itu. Hari ini Keanan yang mengumandangkan azan. Jack tertegun orang sepenting dan sesibuk Keanan tidak pernah melewatkan sekalipun ibadahnya, keluarga ini memang sangat disipin dengan urusan ibadan anggota keuarga maupun para pekerjanya.


Tok…tok…tok


Terdengan suara ketukan pintu


“ Kak Jack ditunggu dimushola untuk shatat berjamaah.” Suara lembut Keira yang justru membuat gusar Jack. Keira sebenernya tadi enggan untuk memanggil Jack tapi dia disuruh Nyonya Soraya dan dia tidak mungkin menolaknya. Jack membuka pintu.


“ Kei maaf kakak bingung harus bagaimana karena kakak tidak pernah melakukan ini.” Ucap Jack sambil menunduk, sikap percaya diri Jack yang biasa sirna seketika. Melihat itu Keira hanya bisa menghela nafas untuk mengatur emosinya yang kendang membuat orang salah paham. Buat Keira kejujuran Jack menambah nilai plus kaena biasanya seorang dengan percayaan tinggi dan berpendidikan tinggi tidak akan pernah menunjukan


kekuranganya apalagi didepan orang yang dicintainya


“ Kak Jack ikutin saja setiap geraka imam yang mimpin shalat, itu sudah sama saja Kak jack ikut shalat nanti


kakak harus mulai belajar biar bisa melakukannya dengan benar,” ucap Keira menarik ujung baju Jack karena dia sudah berwudhu.


“ Maaf kak Keira sudah berwhudu.”


Jack hanya bisa tersenyum memdapat perlakuan itu dari Keira. Meraka pun shatat berjamaan


dipinpin oleh Pak Maman supir keluarga Santoso yang boleh dibilang beliau yang paling dituakan di sini dengan pengetahuan agama yang baik.

__ADS_1


Setelah shalat mereka melanjutkan mengaji dimushola, Jack benar-benar kagung dengan keluarga ini, apalagi setelah mendengan suara Keira yang sangat sejuk saat melantunkan ayat-ayat suci, tanpa


sadar Jack menitikan air mata mengenang mendiang ibunya yang meninggal saat Jack berusia 7 th beliau dulu juga sering terdengar membaca ayat-ayat suci saat Jack masih kecil. Dalam hati Jack mulai timbul rasa kurang percaya diri untuk medekati Keira, dia merasa kurang pantas.


Selesai mengaji mereka melanjutnya makan malam Bersama, Susana terlihat hening saat makan, Jack sedikit cangung. Memang jack meski  dekat dengan Keanan dan Keira sejak kecil tapi belum pernah sekalipun benar-benar seintens ini dengan keluaga ini.


“ Ada apa Nak Jack kenapa apa kamu baik-baik saja, atau masakan bi nah kurang enak, maaf hanya menyajikan


makanan rumahan sederhana, karena kita tidak tahu kalau nak jack akan berkunjung.” Nyonya Soraya merasa ada yang salah dengan sikap Jack sedari tadi terlihat kaku.


“ Ah tidak tante justru ini yang membuat saya rindu masakan rumahan yang sederhana dan tidak ditemukan di


restoran yang biasa kita makan, justru saya sangat terkesan dengan keluarga ini, saya merasa kecil dan bodoh.” Jack tertegun,


nanti baru kita ngobrol setelah selesai. “ ucap Keanan yang memang tidak suka ada pembicaraan apapun saat makan.


Setelah selesai makan Jack dan Keanen melanjutkan duduk diruang kekuarga sedang nyonya soraya dan Keira


kembali ke kamar untuk beristirahat sejenak, Bi nah dan anaknya menyiapkan minuman dan camilan di meja.


“ Apa maksud perkataan mu tadi Jack?” tegas keanan yang merasa tidak nyaman dengan perkataan Jack

__ADS_1


“ Ya melihat keluarga ini aku merasa kecil dan bodoh, bahkan semua yang aku banggakan serasa srina seketikan,


bahkan aku terlalu rendah untuk mencintai adikmu Kean, aku sangat malu,?” jelas Jack dengan menunduk lesu.


Keanan menpuk bahu sahabatnya “ Tidak pernah ada kata terlambat untuk pemperbaiki diri. Jika tujuanmu baik


Insyaallah semua akan dilancarkan. Apalagi aku tau kau orang yang tekun dan mudah memahami banyak hal.”


Jack pun menatap wajah teduh temannya itu, sikap tegas Keanan di kantor sirna seketika Ketika berbicara saol


agama, karena ini menyangkut hati dan hubungan dengan sang Maha. Jack hanya mampu mengusap kasar wajahnya dan beranjak dari duduknya.


“ Aku pamit dulu sampaikan salamku untuk tante dan adikmu.” Tapi tanganya ditahan Keanan


“ Tidak ikut shalat isya dulu, tangung sudah masuk waktu shalat, itu pak maman sudah mengumandangkan azan.”


Ucap Keanan.


“ Oh masih ada shalat lagi kah bukanya kita baru melakunya tadi ? “ Jack mengaruk kepala yang tidak gatal.


Kenan tersenyum dan mengandeng temannya itu, “ ayo kita ambil wudhu. Setelah shalat isya Jack pamitan pulang

__ADS_1


dengan semuanya, ada perasaan berbeda dihatinya tersa teduh dan hangat, senyum terus tersunging di wajahnya.


__ADS_2