ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU

ANTARA DIA, AKU DAN DIRIMU
14. SEMUA AKAN BAIK – BAIK SAJA


__ADS_3

Sesuai rencana sore ini adalah hari pertama Jack mulai belajar  dengan Pak Maman, langkahnya menuju ke mobilnya membawa tas jinjing


berisi beberapa buku yang tadi dibeliinya via online dengan beberapa literatur


yang diberi oleh Keanan. senyumnya mengebang dilajukanya mobilnya dengan cukup


kencang agar sampai tujuan sebelum waktu shalat magrib.  Setibanya di rumah Keanan Jack sudah disambut


senyum merekah Nyonya Soraya, senyum yang sejuk yang sangat Jack rindukan,


senyum seorang ibu yang menyambut anaknya datang,


“ Assalamuallaikum tante, “ Sapa


Jack menyambut punggung tangan Wanita paruh baya itu.


“ Wallaikumsalam sayang, ? “


Nyonya Soraya mengecup kepala Jack Ketika menunduk menyium punggung tanganya.


Setelahnya Nyonya Soraya menelisik ke arah mobil Jack .


“ Apa Keira tidak ikut pulang Nak


Jack ?” Sambungnya dengan sedikit sendu terisirat kekecewaan, menyadari bahwa


anak gadisnya pasti akan pulang larut lagi.


“ Tidak Tan, tadi katanya masih


ada kerjaan ?” jawab Jack


Nyonya Soraya hanya bisa  menghela nafas kasar sambil berlalu ke dalam


rumah. Jack mengelus pelan punggung Wanita itu.


“ Tante jangan sedih kan ada Jack


disini ?” seraya menyungingkan senyumnya.


“ Iya sayang, tapi janji jangan


pangil tante lagi, pangil mommy saja, ayo masuk bersihkan badanmu di kamar tamu


sebentar lagi waktu magrib tiba.?” Mereka pun berlalu ke kamar masing-masing.


Jack memasuki kamar mandi


dinyalakannya shower, sekedar meredakan lelah dan merilekkan otot-ototnya yang


tegang.


Keira seandainya kau bisa


menerimaku mungkin kebahagiaanku sangat berlimpah, menghabiskan hidup dengan


orang yang sangat aku cintai, mendapatkan kakak sahabat yang sangat baik, dan


ibu yang sangat hangat sempurna sudah, tapi mungkin ini yang membuat dirimu


tidak pernah bisa menerimaku, aku bukan sosok pendamping hidup yang pantas


bersanding denga seorang yang sangat sempurna seperti dirimu.


Jack hanya bisa menunduk merapat


ke dinding merasakan sejuknya air mengalir untuk meredakan semua kegundahan


hatinya. Tiba-tiba tangannya mengepal.


“ semangat aku kan berusaha untuk


memantaskan diriku untuk mendampinggimu, bukankah tidak ada waktu terlambat


untuk memperbaiki diri. Semangat Jack kamu pasti bisa. “ jack berusaha


menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Jack menuju mushola keluara


Keanan dilihatnya Pak Maman Sedang mengumandangkan azan, suara yang merdu dan


menyejukan hati, beberapa orang sudah bersiap disana untuk berjamah, Jack duduk


bersila sambil menuggu waktu shalat jamaah dimulai. Shalat dimuali dengan khusyuk,


diimami Pak Maman dengan suaranya yang merdu mebuat shalat menjadi lebih khusyuk,


selesai shalat dan semua sudah mualai undur diri, Nyonya Soraya menghampiri


Jack


“ Belajarlah dengan baik ya,


kalau memang pingin menjadi mantu mommy, “ bisiknya sambil menepuk bahu jack.


“ Mommy pamit ke dalam dulu.”


Sambungnya. Jack hanya mengaguk dengan cangung.


Dia pun menarik nafas panjang dan


membuangnya untuk mehilangkan rasa groginya.


“ Tuan Jack suda siap” sapa pak


Maman. Jack pun mengaguk dan mengeluarkan buku yang dia bawa. Kemudian merka


pun sudah larut dalam konsentrasi belajar. Jack dengan mudah mempelajari semua


yang dijelaskan oleh Pak Maman karena beliau menjelaskan dengan cara yang mudah


dipahami, Jack pun diberi beberapa literasi untuk lebih menambah pengetahuan


dan pemahamanya.


Tiba-tiba terdengar benda jatuh


dan kegaduhan dari dalam rumah terdengar suara teriakan dari sana


yakin itu suara istri maman, meraka pun bergegas bangun dan berlari ke dalam


rumah, dilihatnya istrinya sedang memeluk majikanya yang terkulai lemas pingsan


dilantai, anaknya sedang memberi minyak angin agar tersadar.


“ Nyonya kenapa bu? “ tanya Pak


Maman pada istrinya.


“ Ibu juga tidak tahu pak, tadi


nyonya menerima telpon terus jatuh pingsan. Tadi ibu sudah telpon Dr. irwan,


beliau sebentar lagi tiba.” Bi Nah menjawab dengan muka penuh ke khawatiran.


Jack pun mengambil handphone


milik Nyonya Soraya, betepatan dengan adanya telpon.


Dr. Neira apa sebenarnya yang


terjadi


Jack berguman didalam hati dan


memberanikan diri menganggkat telepon.


“ Hallo Nyonya Soraya bisa ke


Rumah Sakit Harapan  sekarang Keira di IGD


sekarang ini kami butuh walinya disini.” Dr. Neira langung berkata mengira


Nyonya soraya yang mengangkat telepon.

__ADS_1


“ Maaf dokter ini saya Jack


nyonya soraya sedang pingsan kami sedang menunggu dokter keluarga tiba


kemungkinan karena shock, maaf dokter sebenernya apa yang terjadi?” ujar Jack


“ Untuk lebih jelasnya mungkin


sebaiknya Tuan Jack ke rumah sakit saja karena ini sangat urgent. Maaf tuan


saya harus memeriksa keadaan pasien lagi. “ lanjut Dr. neira


“ Baik lah, saya akan segera


kesana setelah memastikan keadaan Nyonya Soraya baik-baik saja. “ Jawab Jack.


“ Ok, saya tunggu segera.” Dr.


Neira pun menutup pangilan telponya.


Jack mengusap kasar wajahnya, dia


mengkhawatirkan keadaan Keira tapi juga tidak mungkin meninggalkan Nyonya


Soraya dalam keadaan begini, terlihat gurat kegelisahan disana.


Ternyata selama Jack melepon Dr.


irwan sudah datang dan sedang memeriksa keadaan Nyonya Soraya. Dr. irwan keluar


dari kamar, kemudian Jack menghampirinya.


“ Bagaimana keadaanya Dok,” Tanya


Jack.


“ Sebaiknya kita bawa ke rumah


sakit tuan, keadaana Nyonya sangat lemah jantungnya,? Ujar Dr. Irwan.


Dan terdengar suara sirine


ambulance memasuki pekarangan rumah, Jack membopong Nyonya Soraya dibantu Pak


Maman dan Pak Sobari.


“ Ok, tuan Jack saya akan


mendampingi nyonya di ambulance mungkin tuan bisa ngengikuti saya.” Ucap Dr.


Irwan


“ Ok Dok kita ke Rumah Sakit


Harapan saja, Keira juga sedang di sana. “ ujar Jack.


“ Baiklah?” jawab Dr. Irwan.


Jack mengemudikan mobil mengiringi


mobil ambuance. Ada guratan kesedihan disana dua wanita yang sangat berarti


dalam hidupnya masih belum pasti keadaanya, Jack berusaha tenang diraihnya


earphone dan kemudian menghubungi Keanan diaturnya nafasnya untuk memeberikan


kabar ini. Beberapa kali Jack menelpon tapi tetap diluar jangkauang akhirnya


memtuskan meninggalkan pesan berharap Keanan segera menerima pesannya.


“ Hallo, Assalamuallaikum Kean


bisa pulang ikut penerbangan malam mini juga, Mommy dan Keira masuk Rumah


sakit, nanti aku jelaskan semuanya setelah kamu sampai, ok.” Jack pun menutup


telponnya, karena dia tidak tahu harus berkata apa. Jack hanya bisa berharap

__ADS_1


semuanya baik-baik saja, dia serahkan semuanya pada Tuhan, baru kali ini dai


merasa sangat kerdil tak mampu berbuat apa-apa.


__ADS_2