
Sesuai rencana sore ini adalah hari pertama Jack mulai belajar dengan Pak Maman, langkahnya menuju ke mobilnya membawa tas jinjing
berisi beberapa buku yang tadi dibeliinya via online dengan beberapa literatur
yang diberi oleh Keanan. senyumnya mengebang dilajukanya mobilnya dengan cukup
kencang agar sampai tujuan sebelum waktu shalat magrib. Setibanya di rumah Keanan Jack sudah disambut
senyum merekah Nyonya Soraya, senyum yang sejuk yang sangat Jack rindukan,
senyum seorang ibu yang menyambut anaknya datang,
“ Assalamuallaikum tante, “ Sapa
Jack menyambut punggung tangan Wanita paruh baya itu.
“ Wallaikumsalam sayang, ? “
Nyonya Soraya mengecup kepala Jack Ketika menunduk menyium punggung tanganya.
Setelahnya Nyonya Soraya menelisik ke arah mobil Jack .
“ Apa Keira tidak ikut pulang Nak
Jack ?” Sambungnya dengan sedikit sendu terisirat kekecewaan, menyadari bahwa
anak gadisnya pasti akan pulang larut lagi.
“ Tidak Tan, tadi katanya masih
ada kerjaan ?” jawab Jack
Nyonya Soraya hanya bisa menghela nafas kasar sambil berlalu ke dalam
rumah. Jack mengelus pelan punggung Wanita itu.
“ Tante jangan sedih kan ada Jack
disini ?” seraya menyungingkan senyumnya.
“ Iya sayang, tapi janji jangan
pangil tante lagi, pangil mommy saja, ayo masuk bersihkan badanmu di kamar tamu
sebentar lagi waktu magrib tiba.?” Mereka pun berlalu ke kamar masing-masing.
Jack memasuki kamar mandi
dinyalakannya shower, sekedar meredakan lelah dan merilekkan otot-ototnya yang
tegang.
Keira seandainya kau bisa
menerimaku mungkin kebahagiaanku sangat berlimpah, menghabiskan hidup dengan
orang yang sangat aku cintai, mendapatkan kakak sahabat yang sangat baik, dan
ibu yang sangat hangat sempurna sudah, tapi mungkin ini yang membuat dirimu
tidak pernah bisa menerimaku, aku bukan sosok pendamping hidup yang pantas
bersanding denga seorang yang sangat sempurna seperti dirimu.
Jack hanya bisa menunduk merapat
ke dinding merasakan sejuknya air mengalir untuk meredakan semua kegundahan
hatinya. Tiba-tiba tangannya mengepal.
“ semangat aku kan berusaha untuk
memantaskan diriku untuk mendampinggimu, bukankah tidak ada waktu terlambat
untuk memperbaiki diri. Semangat Jack kamu pasti bisa. “ jack berusaha
menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Jack menuju mushola keluara
Keanan dilihatnya Pak Maman Sedang mengumandangkan azan, suara yang merdu dan
menyejukan hati, beberapa orang sudah bersiap disana untuk berjamah, Jack duduk
bersila sambil menuggu waktu shalat jamaah dimulai. Shalat dimuali dengan khusyuk,
diimami Pak Maman dengan suaranya yang merdu mebuat shalat menjadi lebih khusyuk,
selesai shalat dan semua sudah mualai undur diri, Nyonya Soraya menghampiri
Jack
“ Belajarlah dengan baik ya,
kalau memang pingin menjadi mantu mommy, “ bisiknya sambil menepuk bahu jack.
“ Mommy pamit ke dalam dulu.”
Sambungnya. Jack hanya mengaguk dengan cangung.
Dia pun menarik nafas panjang dan
membuangnya untuk mehilangkan rasa groginya.
“ Tuan Jack suda siap” sapa pak
Maman. Jack pun mengaguk dan mengeluarkan buku yang dia bawa. Kemudian merka
pun sudah larut dalam konsentrasi belajar. Jack dengan mudah mempelajari semua
yang dijelaskan oleh Pak Maman karena beliau menjelaskan dengan cara yang mudah
dipahami, Jack pun diberi beberapa literasi untuk lebih menambah pengetahuan
dan pemahamanya.
Tiba-tiba terdengar benda jatuh
dan kegaduhan dari dalam rumah terdengar suara teriakan dari sana
yakin itu suara istri maman, meraka pun bergegas bangun dan berlari ke dalam
rumah, dilihatnya istrinya sedang memeluk majikanya yang terkulai lemas pingsan
dilantai, anaknya sedang memberi minyak angin agar tersadar.
“ Nyonya kenapa bu? “ tanya Pak
Maman pada istrinya.
“ Ibu juga tidak tahu pak, tadi
nyonya menerima telpon terus jatuh pingsan. Tadi ibu sudah telpon Dr. irwan,
beliau sebentar lagi tiba.” Bi Nah menjawab dengan muka penuh ke khawatiran.
Jack pun mengambil handphone
milik Nyonya Soraya, betepatan dengan adanya telpon.
Dr. Neira apa sebenarnya yang
terjadi
Jack berguman didalam hati dan
memberanikan diri menganggkat telepon.
“ Hallo Nyonya Soraya bisa ke
Rumah Sakit Harapan sekarang Keira di IGD
sekarang ini kami butuh walinya disini.” Dr. Neira langung berkata mengira
Nyonya soraya yang mengangkat telepon.
__ADS_1
“ Maaf dokter ini saya Jack
nyonya soraya sedang pingsan kami sedang menunggu dokter keluarga tiba
kemungkinan karena shock, maaf dokter sebenernya apa yang terjadi?” ujar Jack
“ Untuk lebih jelasnya mungkin
sebaiknya Tuan Jack ke rumah sakit saja karena ini sangat urgent. Maaf tuan
saya harus memeriksa keadaan pasien lagi. “ lanjut Dr. neira
“ Baik lah, saya akan segera
kesana setelah memastikan keadaan Nyonya Soraya baik-baik saja. “ Jawab Jack.
“ Ok, saya tunggu segera.” Dr.
Neira pun menutup pangilan telponya.
Jack mengusap kasar wajahnya, dia
mengkhawatirkan keadaan Keira tapi juga tidak mungkin meninggalkan Nyonya
Soraya dalam keadaan begini, terlihat gurat kegelisahan disana.
Ternyata selama Jack melepon Dr.
irwan sudah datang dan sedang memeriksa keadaan Nyonya Soraya. Dr. irwan keluar
dari kamar, kemudian Jack menghampirinya.
“ Bagaimana keadaanya Dok,” Tanya
Jack.
“ Sebaiknya kita bawa ke rumah
sakit tuan, keadaana Nyonya sangat lemah jantungnya,? Ujar Dr. Irwan.
Dan terdengar suara sirine
ambulance memasuki pekarangan rumah, Jack membopong Nyonya Soraya dibantu Pak
Maman dan Pak Sobari.
“ Ok, tuan Jack saya akan
mendampingi nyonya di ambulance mungkin tuan bisa ngengikuti saya.” Ucap Dr.
Irwan
“ Ok Dok kita ke Rumah Sakit
Harapan saja, Keira juga sedang di sana. “ ujar Jack.
“ Baiklah?” jawab Dr. Irwan.
Jack mengemudikan mobil mengiringi
mobil ambuance. Ada guratan kesedihan disana dua wanita yang sangat berarti
dalam hidupnya masih belum pasti keadaanya, Jack berusaha tenang diraihnya
earphone dan kemudian menghubungi Keanan diaturnya nafasnya untuk memeberikan
kabar ini. Beberapa kali Jack menelpon tapi tetap diluar jangkauang akhirnya
memtuskan meninggalkan pesan berharap Keanan segera menerima pesannya.
“ Hallo, Assalamuallaikum Kean
bisa pulang ikut penerbangan malam mini juga, Mommy dan Keira masuk Rumah
sakit, nanti aku jelaskan semuanya setelah kamu sampai, ok.” Jack pun menutup
telponnya, karena dia tidak tahu harus berkata apa. Jack hanya bisa berharap
__ADS_1
semuanya baik-baik saja, dia serahkan semuanya pada Tuhan, baru kali ini dai
merasa sangat kerdil tak mampu berbuat apa-apa.