
Firhan dan Anandhita berpacaran , namun itu bertahan beberapa saat saja cerita cinta yang indah berubah menjadi cerita duka yang menyedihkan , kisah cinta yang telah lama terukir hilang seketika , mungkin setiap kali jatuh cinta kita harus siap untuk menemukan satu kata yaitu kecewa , Anandhita pertama kali merasakan jatuh cinta dan harus patah karenanya , Firhan yang pertama kali hadir di hatinya harus rela dia ikhlaskan karena suatu hal , kisah cinta yang dimulai dari persahabatan ini harus usai ,banyak cerita yang ada didalamnya , mungkin merelakan itu memang sulit dan pahit serta rumit tapi apabila takdir telah menentukan tidak ada yang dapat mengubahnya.
setelah hampir 1 tahun mereka berpacaran , mengukir banyak cerita indah tiba² saja ada kejadian yang tidak terduga terjadi ,hari hari yang berwarna kini telah berubah menjadi sunyi dan mendung , kini Anandhita kembali harus sendiri ditemani kesedihan dan sepi ,
Firhan harus meninggalkannya untuk selamanya karena penyakit yang dia derita , Firhan menyembunyikan penyakitnya dari Ditha karena tidak mau orang yang dicintai bersedih , hingga tibalah saatnya dimana Ditha harus mendengarkan kabar duka itu yang membuat hatinya menjadi hancur menangis tiada henti , mengapa sekarang dan mengapa harus secepat ini kamu pergi , namun mungkin ini semua telah menjadi takdir Anandhita tidak dapat menolaknya .
kisah pahit di pagi hari
" Dhita , kalau aku pergi kamu sedih nggak ". ujar Firhan yang membuat Ditha bingung
" Ngapain aku kangen sama kamu ". Ditha menganggap semuanya hanya bercandaan.
" kalau aku pergi tidak untuk kembali bagaimana"?. tanya Firhan yang telah merasa umurnya sudah tidak lama lagi
" kamu kenapa bicara kayak begitu Bang, emangnya kamu mau pergi kemana "?. tanya Ditha menatap mata Firhan dengan berkaca kaca
" Enggak usah dipikirin aku cuman bercanda saja ". Firhan tidak mau kekasihnya itu menjadi berpikir karena perkataan yang diucapkannya , untuk menghindari agar Ditha tidak cemas lagi mendengar perkataannya , Firhan mengajak Ditha ke Taman yang sangat indah sambil membelikan ice cream dan gulali
__ADS_1
" Dhita ,kita ke taman yuk ". Firhan membonceng Ditha dengan Motor kuningnya .
" Ayuk, aku sangat bahagia hari ini Bang, karena seharian bersama kamu , rasanya sejak aku mengenalmu hidupku ini menjadi lebih bermakna". Ditha memeluk erat Firhan .
Firhan ingin sekali berujar didalam hatinya jika dia akan meninggalkannya untuk selamanya , namun itu tidak mungkin dia lakukan karena Ditha dapat mendengar suara hati Firhan. Tanpa sadar Firhan hanya meneteskan air mata yang membuat hati Ditha berkecamuk karena itu.
" Bang ,kamu lagi baik² aja kan ". Tanya Ditha yang menghapus air mata di pipinya
" Aku baik ² aja kok , aku lagi terharu apakah cerita indah ini akan dapat terulang lagi ,apakah aku akan dapat melihatmu tersenyum lagi Ditha ". Firhan tak dapat lagi membendung semuanya.
" Dhita , aku sebenarnya sudah lama menderita penyakit kanker , tapi aku tidak mau kamu menjadi sedih mendengarnya ,aku ingin menghabiskan waktu terakhir bersama kamu dengan cerita bahagia , bukan cerita duka ". Firhan memeluk erat tubuh Ditha .
mendengar hal itu air mata Ditha mengalir tiada hentinya , dia berusaha untuk tetap tegar dan menguatkan Firhan jika dia dapat sembuh dari kanker yang ia derita .
" Bang Firhan,aku yakin Insyaallah kamu akan sembuh dari penyakit kanker ini , aku akan selalu ada di sampingmu. Ditha menangis tiada henti .
Firhan menjalani hari ² terakhirnya bersama Ditha , Ditha selalu setia menemani isaat Firhan melakukan pengobatan , memberikan semangat dan meyakinkan kekasihnya itu dia akan sembuh ,
__ADS_1
hingga pada akhirnya Ditha harus mendengarkan kabar Firhan meninggalkannya untuk selamanya
Handphone nya berdering disana tertulis nama Bang Firhan ,namun ternyata yang menelpon adalah mamanya .
" Assalammualaikum,Ditha ". Tante Marisa menangis tersedu sedu.
" Wa'alaikumussalam, ada apa Tante ,kenapa Tante menelpon dari handphone Firhan ". Tanya Ditha khawatir.
" Ditha Firhan sekarang lagi koma , dia cuman ingin mendengar suara kamu untuk terkahir kalinya ". ujar Marisa melakukan panggilan video call
Ditha seketika terjatuh dan tidak dapat berkata apa-apa , Firhan hanya menitipkan satu pesan , jika dia sudah tidak ada di dunia ini Anandhita harus tetap tersenyum .
" Dhita ,kamu jangan sedih , selalulah menjadi Anandhita yang ceria , tersenyum ". ujar Firhan untuk terakhir kalinya .
bersambung
thank you guys jangan lupa follow, vote ,and comment ,see you and happy reading ❤️🥺❤️🥺
__ADS_1