
**Valdo ingin berjumpa dengan Rezi ,teman waktu kecilnya yang dulu pindah ke Bandung karena Ayahnya pindah dinas , temannya itu mempunyai adik laki laki yang se usia dengan Ditha adiknya . Mereka dulu sangat akrab sewaktu kecil** .
" Assalammualaikum "( ujar Valdo mengetuk pintu rumah Rezi)
" Wa'alaikumussalam "( ada se sosok pria membuka pintu)
" ini adeknya Rezi ya , udah besar ya sekarang" .( Valdo menepuk bahu adek Rezi)
" Iya Bang ", silahkan masuk Bang , mas Rezi lagi keluar , mungkin sebentar lagi pulang ( jawabnya)
ketika Valdo sedang asyik mengobrol dengan Adeknya Rezi , tiba tiba terdengar bunyi motor, Rezi baru pulang dari warung
"Assalammualaikum", ( Rezi mengucapkan salam dan masuk ke dalam rumahnya)
" Wa'alaikumussalam , dari mana broth? ( tanya Valdo)
" Eh , lu udah datang , dari warung depan beli kopi sama cemilan ". ( jawab Rezi)
" Han , lho ingat nggak sama Abang ini , dulu waktu kecil lho akrab banget loh sama adiknya ". ( ujar Rezi kepada Adiknya)
" hehe, lupa mas , nama adeknya siapa ya ?"( Firhan sambil tertawa kecil)
" Nama Adiknya Anandhita ". ( jawab Rezi)
Seketika Firhan terkejut mendengar nama itu , dan merasa bingung apa Anandhita teman kecilnya itu adalah Anandhita teman telepatinya sekarang
" hah, Anandhita "? ( ujar Firhan terkejut hingga menumpahkan teh yang sedang ia minum)
" kamu kenapa Han "? ( tanya Rezi yang merasa bingung dengan adeknya)
" Nggak apa-apa mas , cuman namanya sama dengan temanku". ( jawab Firhan , dan membersihkan tumpahan teh di meja)
" Adik kamu pindah ke SMA mana Zi"?( tanya Valdo)
" di SMA NUSANTARA do". ( jawab Rezi)
" Waah sama adek gue dong Ditha , dia juga SMA Nusantara tapi dia kelas 10 IPA 1".( Sambung Valdo dengan nada terkejut)
" serius Lo , kalau adek gue kelas 11 IPA 1( Jawab Rezi)
"Han , lu kenal Ditha nggak ?"( tanya Rezi kepada adiknya )
"kan benar dugaanku "( ujar Firhan dengan suara kecil)
" Apa Han "? ( tanya Rezi kepada adiknya)
" nggak mas , aku nggak kenal Ditha".( jawab Firhan yang masih gengsi mengakui kalau sebenarnya dia sudah kenal dengan Ditha)
" ooh , ntar aku kenalin kamu sama Adek aku ya ", kapan kapan bawa adek Lo dong ke rumah gue".( ujar Valdo kepada Rezi)
" siap broth , ntar gue ajak ke rumah Lo ".( ujar Rezi)
**Karena hari sudah menunjukkan pukul 10 malam Valdo berpamitan untuk segera pulang karena sudah di telpon oleh Ditha
Kring kring , telpon Valdo berbunyi**
" Assalammualaikum bang , lu kok belum pulang juga, janjinya nggak pulang larut malam loh".( tanya Ditha berulang kali)
" Wa' alaikumussalam iya , ini mau pulang cerewet banget sih ta". ( ujar Valdo , dan langsung mematikan ponselnya)
" Adek Lo brother?( tanya Rezi kepada Valdo )
" Iya, adek gue ini paling cerewet kalau gue pinjam motornya harus hati-hati".( ujar Valdo yang kesal dengan Ditha)
" Haha sama kayak adekku Firhan, ya kan Han? ( Rezi berkata ke arah Firhan)
" Brother pulang dulu , udah malam ntar si Ditha marah besar sama gue". ( Valdo mengambil jaketnya lalu menaiki motornya)
" Oke , ntar gue ke rumah lo ya! ( jawab Rezi
" gue tunggu , ajak Firhan juga". ( Valdo sambil mengendarai motornya)
" Sip bro " ( jawab Rezi berteriak)
Setelah beberapa saat akhirnya Valdo sampai di rumahnya. Namun Ditha yang belum tidur langsung memarahi Abangnya dan meminta kunci motor miliknya. Ketika Valdo ingin menceritakan tentang Firhan , Ditha tak ingin mendengarkannya sedikitpun , lalu langsung mengunci pintu kamarnya.
brum brum... Suara motor Valdo terdengar oleh Ditha dari kejauhan ,Ditha segera menuju pintu rumah dan ingin memarahi Abangnya.
" Assalammualaikum," ( Valdo mengetuk pintu)
" Wa'alaikumussalam , kenapa baru pulang malam"?, janjinya jam 9 paling lama". ( Ditha memarahi Abangnya dengan wajah cemberut)
" Iya , minta maaf, eh Dhit gue mau ceritain teman lama gue". ( Valdo yang ingin menceritakan kepada adiknya)
__ADS_1
" Nggak mau dengar, aku ngantuk", mana kunci motor adek .( jawab Ditha dan langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya)
" Ya udah , ni kunci motornya". ( ujar Valdo melempar kunci motor Ditha)
Hari sudah pagi , udara sejuk mulai terasa
Alarm di kamar Ditha sudah menunjukkan pukul 6.00 . Ditha segera mandi dan mempersiapkan diri pergi ke sekolah, ketika ingin berangkat sekolah mobil berwarna putih datang menjemput dirinya ternyata Dia Firhan yang sudah berjanji menjemput Ditha , betapa terkejutnya Valdo ternyata temannya Ditha adalah Adiknya Rezi.
"Wah, udah jam 6, ntar telat lagi aku ( ujar Ditha segera mandi dan mempersiapkan perlengkapan sekolah)
" dek kamu udah siap, biar Abang antar". ( teriak Valdo dan menuju garasi)
"Udah hampir siap bang". ( jawab Ditha)
ketika sudah selesai, terdengar suara mobil di depan rumah Ditha, ternyata Firhan ingin menepati janjinya untuk mengantarkan Ditha ke sekolah.
" Assalammualaikum , permisi ". ( Firhan mengetuk pintu rumah Ditha )
" Wa'alaikumussalam,". ( Valdo segera membuka pintu)
Valdo pun terkejut ternyata Firhan adek temannya lah yang datang
" Firhan, kamu tahu darimana rumah Abang". ( tanya Valdo kaget)
" Eh , bang Firhan kan aku udah bilang nggak usah jemput aku ".( ujar Ditha yang menghampiri Firhan)
" Kamu udah kenal dek , sama Firhan "? ( tanya Valdo)
" udah bang , emangnya ada apa"?( Ditha bingung dengan pertanyaan Valdo)
" kamu nggak ingat dek, dia itu adik teman abang , tapi kamu juga akrab banget sama dia waktu kecil". ( jawab Valdo)
" O, ya udah aku pergi dulu Bang, mau berangkat ke sekolah bareng Bang Firhan". ( jawab Ditha yang menarik tangan Bang Firhan , lalu berpamitan)
" ayok Dhit, udah jam 6.30". (Firhan langsung mengendarai mobilnya)
" pakai sabuk pengamannya Dhit , aku mau ngebut". ( Firhan memasangkan sabuk pengaman Ditha)
" iya bang, jangan ngebut biar telat asalkan selamat". ( ujar Ditha , mengingatkan Firhan)
Setelah beberapa menit Ditha dan Firhan akhirnya sampai di sekolah , Fira yang pergi ke sekolah bersama Sisil teman barunya merasa cemburu dengan Ditha yang turun dari mobil Firhan".
" Ada penghianat nih ". ( Fira mengarahkan mukanya ke Ditha)
" Nggak usah ditanggapi Dith , biarin aja". ( Firhan mengingatkan Ditha )
" Iya bang, Nggak akan aku tanggepin ". ( Ditha menarik tangan Bang Firhan sengaja membuat Fira makin cemburu)
"Sil , lihat foto kita yang di taman sekolah tadi dong ,, bagus banget kan?". ( Fira sengaja mengarahkan Handphone miliknya kepada Ditha untuk memperlihatkan fotonya)
" Iya bagus banget, tapi kenapa kamu ngeliatin fotonya ke Ditha? ( Sisil bingung dengan sikap Fira kepada Ditha)
Ditha tak menghiraukan Fira sedikitpun dan melanjutkan membaca novel miliknya sehingga membuat Fira semakin kesal . Namun ketika membaca novel Ditha seketika teringat perkataan Abangnya mengenai Firhan adalah sahabat dirinya waktu kecil .
" Apa benar Bang Firhan ini teman waktu kecilku". ( Ditha berkata dalam hatinya)
Ternyata Firhan mendengar suara hati Ditha tapi ia tak ingin menggubrisnya sedikitpun.
ketika sedang melamun tiba tiba guru mata pelajaran Matematika masuk ke kelas dan ingin menerangkan pelajaran , tapi Ditha masih saja asyik melamun ,Bu Farida guru Matematikanya langsung memukul meja milik Ditha Sehingga seketika membuat Ditha telonjak kaget.
Kamu ,kenapa Ditha ? Ibuk perhatikan kamu ngelamun dari tadi.". ( Bu Farida bingung dengan sikap Ditha)
" Saya nggak melamun kok buk". ( Jawab Ditha dan langsung memperhatikan buk Farida menjelaskan pelajaran)
" Selamat pagi semuanya hari ini Ibuk akan menjelaskan mengenai deret aritmatika dan geometri, jadi nanti ibuk akan membagi kalian menjadi 3 kelompok untuk mengerjakan tugas ". ( Bu Farida berbicara di depan kelas sambil membagi siswa menjadi 3 kelompok)
Pada saat pembagian kelompok Fira merasa sangat kesal karena sekelompok dengan Ditha.
" Ditha , Fira, Khalisa ,dan Reinald kelompok 3 ". ( ujar buk Farida )
" Buk , saya nggak mau sekelompok sama Ditha, saya mau pindah ke kelompok 2 aja . ( Fira merasa kesal karena sekelompok dengan Ditha)
" tidak bisa , keputusan ibuk tidak boleh di bantah ". ( jawab Bu Farida dengan tegas)
" Fir , kamu masih marah sama aku "? ( tanya Ditha dan menghampirinya)
(Fira hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Ditha).
Tak terasa setelah beberapa saat bel istirahat pun berbunyi , Ditha langsung menghampiri Firhan ke kelasnya untuk menanyakan perkataan Bang Valdo tadi pagi karena dia masih penasaran dan bingung . Ketika berada di depan pintu kelas Firhan , dia melihat Firhan sedang asyik mengobrol dengan temannya Tika dan ingin ke kantin bersama.
" Bang Firhan". ( Ditha menyapa dari luar pintu )
Namun , Firhan yang sedang asyik mengobrol dengan Tika tak mendengarkannya sedikitpun.
( Ditha berlari meninggalkan kelas Firhan dan pergi ke kantin sendiri)
Ketika sedang berjalan menuju kantin tak sengaja Ditha menabrak seorang pria dan membuat dirinya terjatuh .
__ADS_1
bruk Ditha menabrak seorang pria dan membuat terjatuh.
" Aduh , maaf ". ( Ujar Ditha kepada pria itu)
" Saya juga minta maaf karena saya jalan tergesa gesa". ( Pria itu menjulurkan tangannya dan membantu Ditha).
Ketika sudah berdiri Ditha sangat terkejut ternyata pria itu adalah Reinald teman sekelasnya dan merupakan orang yang dia suka , Dita sangat senang ketika Rheinald mengajaknya pergi ke kantin bersama
" Reii , aduh malu banget aku ". ( ujar Ditha sambil menutup wajahnya dengan buku)
"Kenapa malu dhit? , ke kantin bareng yuk ". ( Reinald mengajak Ditha ke kantin bersamanya)
" Serius kamu ngajak aku ke kantin bareng"? ( Ditha bertanya karena tidak yakin orang yang dia suka mengajaknya pergi ke kantin bersama ).
" Iya serius ayo cepat Dhit ntar waktu istirahat habis". ( Reinald dan Ditha berjalan menuju kantin)
Ketika sedang makan dan menuju ke kantin , Ditha melihat Firhan dan Tika duduk satu meja , di dalam hati kecilnya Ditha merasa cemburu , namun dia masih gengsi mengakui perasaannya tersebut.
" Aduh kenapa aku perhatiin Bang Firhan mulu sih".( Ditha berkata dalam hatinya )
suara hati Ditha itu terdengar oleh Firhan , Firhan berkata dalam hatinya.
" Hei, kamu naksir y sama Firhan ". ( Firhan berkata di dalam hatinya )
" Nggak , aku nggak naksir kok sama Bang Firhan , Aku cuma pengen ngobrol sama dia tapi kayaknya dia lagi sama pacarnya". ( Ditha yang berusaha menyembunyikan perasaannya)
Reinald yang duduk bersama Ditha merasa heran karena tingkah aneh Ditha , Reinald mengajak Ditha berbicara dan barulah Ditha tersadar ternyata Reinald berada di sampingnya .
" Ditha, kamu kenapa nggak makan"?, aku suapin ya". ( Tanya Reinald , dan langsung saja menyuapi Ditha)
Ditha terkejut dan seketika jantungnya berdegup kencang .
"Nggak kenapa kenapa , aku bisa makan sendiri". ( Jawab Ditha dan langsung mengambil sendok di tangan Reinald)
Firhan yang melihat hal tersebut sebenarnya juga merasa cemburu , dia langsung menghampiri meja Ditha dan duduk tepat disamping Ditha.
" Hei Dhit ,ke kelas bareng yuk ". ( Firhan menatap Ditha)
" Ini siapa Dhit"? ( Reinald belum mengenal Firhan)
" Ini Bang Firhan kelas 11 IPA 1 dia temanku".( Jawab Ditha kepada Reinald)
" Bang, aku duluan ya ke kelasnya sama Reinald". ( Ditha menarik tangan Reinald dan meninggalkan Firhan)
" Sikap Ditha kenapa berubah sama aku ya"? ( Firhan berkata dengan suara kecil)
" Han , ayok ke kelas bel masuk udah bunyi ". ( ajak Tika dan menarik tangan Firhan)
" Eh iya ". ( Firhan masih bingung dan bertanya-tanya di hatinya)
Pelajaran setelah istirahat dimulai , namun Ditha masih saja melamun memikirkan Firhan . Reinald yang cemas dengan sikap aneh Ditha duduk di sampingnya agar Ditha tidak melamun lagi.
" Dith, aku perhatiin akhir² ini kamu sering ngelamun ,kamu lagi ada masalah"? ( tanya Reinald yang duduk di sampingnya)
" Nggak ada Rei". ( jawab Ditha singkat)
"Ditha ntar kita pulang bareng ya, kita kan satu kelompok jadi kalau ngerjain tugasnya di rumah aku aja gimana"?( Reinald dengan senyum manis yang dimilikinya)
" coba tanya sama anggota kelompok lain Rei, kalau aku setuju aja sih". ( jawab Ditha )
" Kita setuju aja Rei ". ( ujar teman yang lain, kecuali Fira yang hanya diam)
" Kamu gimana Fir , setuju juga kan"?
" Aku nggak mau sekelompok sama dia "( jawab Fira dengan nada tinggi)
" ya udah teman teman kita aja yang ngerjain tugasnya di rumahku". ( Reinald mengambil keputusan)
Tak terasa bel pulang berbunyi , Firhan langsung menghubungi Ditha untuk mengajak pulang bersamanya. Namun , Ditha tidak mengangkat telepon dari Firhan , Firhan langsung menuju ke kelas Ditha untuk mengajak pulang bersamanya , namun Ditha menolaknya dan memutuskan pulang dengan Reinald.
kring kring Happy Ditha berbunyi
" Dith ,ada handphone kamu bunyi tuh ,kok nggak di jawab"? ( Reinald mendengar dering HP Ditha)
" biar aja Rei ". ( jawab Ditha dengan wajah cemberut)
" kenapa Ditha nggak angkat telponku ya"? ( ujar Firhan dan segera menuju kelas Ditha)
" Dithaa ".( panggil Firhan dari kejauhan) "biar aku yang anterin kamu pulang". ( sambung Firhan dan berlari ke arah Ditha dan Reinald)
" Maaf bang , aku mau ngerjain tugas kelompok di rumah Reinald , jadi aku nanti di antar Reinald pulang". ( Ditha menolaknya dan pergi meninggalkan Firhan )
" O ya sudah ". ( jawab Firhan dengan suara rendah)
Bersambung.... Bagaimana kelanjutannya Apakah Ditha akan berusaha untuk menjauhi Firhan, dan apakah Firhan sudah mulai ada rasa kepada Ditha ...
Pliss jgn lupa like, ,vote, and comment novelku ini supaya author semakin semangat nih , jgn lupa juga berikan comment/ saran agar novel Antara percaya dan tidak bisa menjadi lebih menarik dan jadi favorit kalian
__ADS_1
thank you guys 🌹🌹🌹
Happy reading