Antara Percaya Dan Tidak

Antara Percaya Dan Tidak
without you


__ADS_3

Anandhita sekarang harus menerima dia tidak akan pernah lagi menemukan Firhan , mendengarkan suaranya dan melihat wajahnya , hari ² yang dia jalani terasa hampa , namun Ditha tidak ingin bersedih dan menangis terlalu lama dia selalu mengingat janji terakhirnya kepada Firhan agar tetap tersenyum apapun yang terjadi. Anandhita menuliskan seluruh isi hatinya dalam buku harian dan masih saja meneteskan air mata



selama 3 bulan lamanya Anandhita setiap hari mendatangi makam Firhan , Ditha bercerita tentang banyak hal yang terjadi , Anandhita berubah menjadi sosok gadis yang pendiam dan tertutup , semua orang telaah berusaha menghiburnya kembali namun satupun tidak ada yang berhasil menghibur Ditha , sekarang Ditha lebih senang menghabiskan waktunya sendiri mengunci diri di dalam kamar , biasanya di saat dia berbicara di dalam hatinya ada seseorang yang dapat mendengar , tapi sekarang orang itu sudah tidak ada lagi.


" Dhita , kamu kesini dong aku mau ajak kamu jalan jalan ". ujar Fira mengetuk pintu kamar Ditha.


" Aku lagi malas Fira , kamu aja yang jalan jalan ". jawab Anandhita .


Anandhita keluar kamar hanya untuk makan dan pergi sekolah , setelah itu dia kembali mengunci kamarnya.


1 tahun berlalu setelah kepergian Firhan , Anandhita sudah mulai menerima kenyataan meninggalnya Firhan , Anandhita sudah menamatkan pendidikan SMA nya dan melanjutkan kuliah di fakultas teknik jurusan teknik sipil , Ditha sudah mulai banyak tersenyum dan banyak mengikuti kegiatan di kampusnya, namun dia masih saja memikirkan Firhan dan membayangkan jika Firhan masih hidup mungkin dia sekarang jadi kakak senior ku . Anandhita berjalan mengelilingi kampus sambil membayangkan dia bersama Firhan , hingga suatu ketika ada suatu kejadian dimana Ditha terjatuh dari tangga kampus dan dengan sigap ada salah seorang pria yang menolongnya .


bruk ....


" aduh , kakiku sakit banget ". ujarnya merintih kesakitan


" sepertinya kaki kamu terkilir , aku bawa kamu ke klinik kampus ". ujar Pria itu menggendong Ditha .


seketika jantung Ditha berdegup kencang , dan bertanya dalam hatinya kenapa dia merasa sedang berada di dekat Firhan .


" Astaga kenapa aku merasa lagi di tolong sama Bang Firhan ya ". batin Ditha di dalam hati.

__ADS_1


sesampainya di klinik kampus Ditha langsung diobati oleh pria itu , ternyata dia merupakan seorang mahasiswa di Fakultas kedokteran.


" bagaimana ,masih sakit kakinya".?. tanya pria itu .


" udah mulai membaik ". ujar Ditha .


" kenalkan namaku Luthfi Brasco, panggil aja Luthfi .


" Namaku Queena Anandhita Putri panggil aja Ditha ". Anandhita membalas jabatan tangan pria itu .


Sesampainya di rumah Anandhita masih kepikiran pria tadi dia merasa rindunya dengan Firhan terobati karena bertemu dengan pria itu.


" Aneh banget deh ,kenapa aku mikirin pria tadi sih ". ujar Anandhita sambil memeluk guling.


" Assalammualaikum, kamu nunduk terus kalau jalan ". ujar Luthfi yang membuat Ditha terkejut.


" Wa'alaikumussalam , kamu ngapain ke sini"? tanya Ditha .


" mau nemenin kamu , soalnya kamu kayaknya belum punya teman di kampus ". ujar pria itu.


"eh , disini ada tempat makann yang enak banget , kamu mau nggak aku traktir ". ujar pria itu yang seperti sudah sangat akrab dengan Ditha.


" terimakasih, tapi aku bawa bekal ". Ditha menjawabnya dengan singkat.

__ADS_1


pria itu menarik tangan Ditha dan mengajaknya ke kantin .


" Apaan sih , kita baru kenal ". Wajah Anandhita memerah.


Akhirnya , karena terpaksa Anandhita mengikuti ajakan Luthfi , ketika sedang makan burger di kantin dekat kampus Ditha teringat kenangannya dengan Firhan ,air matanya mengalir membasahi pipi,


" Kamu kenapa nangis Dhita ,makanannya enak kan "?. Tanya Luthfi menatap Dhita .


" Aku nggak nangis ,cuman mataku perih aja". Dhita memberikan alasan.


Setelah selesai makan Luthfi mengajak Ditha ke suatu tempat yang dapat mengobati rasa rindunya dengan Firhan.


" Dhita , aku ingin ajak kamu ke suatu tempat". Luthfi membonceng Ditha dengan motornya.


"Lo mau bawa gue kemana "? Ditha berusaha turun dari motor Luthfi.


setelah beberapa saat kemudian Ditha sampai di taman tempatnya bersama Firhan sering menghabiskan waktu.


" Ditha , mungkin taman ini dapat mengobati sedikit rasa rindu kamu dengan Firhan ". Luthfi mengajak Ditha naik ke rumah pohon buatan Firhan.


" Luthfi ,kamu kenapa bisa mengetahui tempat ini , taman ini kan cuman aku dan Bang Firhan yang tahu ". ujar Anandhita sambil menangis haru.


" kamu hapus dulu air matamu , aku akan menceritakan semuanya ". Luthfi menghapus air mata di pipi Ditha dengan sapu tangan miliknya.

__ADS_1


setelah menghela napas panjang Luthfi menceritakan semua kejadiannya kepada Ditha


__ADS_2