Antara Percaya Dan Tidak

Antara Percaya Dan Tidak
Menjadi teman


__ADS_3

setelah selesai tidur siang Anandhita pun terbangun dari tidurnya ..


pada saat bangun Dhita terkejut ternyata telah menunjukkan pukul 16.30 sore. Ibunya pun mengetuk pintu kamarnya untuk membangunkannya . "Dhita ayo bangun udah sore".ujar ibunya sambil mengetuk pintu


"aku udah bangun Bu, sekarang aku lagi mandi". ujar Dhita dari kamar mandi


"ooo ya sudah ibu tinggal dulu ya". ujar ibu sambil berjalan meninggalkan kamar Dhita.


Setelah selesai mandi Dhita pun keluar kamar dan duduk di teras depan rumahnya sambil membaca buku pelajaran untuk mempersiapkan menghadapi Ujian Akhir Semester besok.


Ketika sedang duduk di teras ada salah seorang temannya yang sedang bersepeda menghampiri dirinya, temannya itu bernama Tiara.


"Dhita kamu lagi apa sepedaan yuk." ajak Tiara


" Nggak ah aku lagi baca buku buat ujian besok , maaf ya Ara" . ujar Dhita menolak ajakan Tiara.


" o ya udah aku lanjut sepedaan dulu ya bye". ujar Tiara sambil meninggalkan Dhita dan melanjutkan bersepeda


setelah Tiara meninggalkan Ditha sosok misterius itu menyapa Ditha.


" Hai Ditha lagi apa "? ujar Firhan


" lagi baca buku pelajaran di teras ." jawab Ditha


Tak terasa hari pun sudah senja matahari sudah terbenam di sebelah barat..


Ditha pun masuk ke dalam rumah sambil memegang buku yang sudah dibacanya.


tak lama kemudian terdengar suara pintu yang di ketuk ayahnya


" Assalammualaikum ". teriak ayah sambil mengetuk pintu rumah


" wa'alaikumusalam yah ,sebentar Ditha bukaiin pintu dulu! sahut Ditha dari kamar .

__ADS_1


setelah itu Ditha berjalan menuju ke arah pintu rumah dan membuka pintunya


Malam pun tiba Dhita ,ayah, dan ibunya melaksanakan sholat Maghrib berjamaah . Ayahnya menjadi imam sholat .


setelah selesai sholat Dhita beserta ayah dan ibunya pun makan malam bersama di meja makan sambil saling bercakap-cakap.


ketika sedang makan Dhita kaget tiba tiba Firhan si sosok misterius kembali menyapanya dan mengatakan


" Dhita kamu bisa nulis puisi nggak? , bisa buatin aku satu puisi untuk sahabat aku namanya Tania". "Pliss tolong buatin ya! ujar Firhan di dalam hatinya


Dhita yang sedang makan pun sampai tersedak ,dan membuat ibu dan ayahnya terkejut .


"Dhita kamu kenapa"? ujar Ayah dan Ibunya secara bersamaan .


" nggak ada aku tadi cuma keselek". ujar Dhita sambil mengambil minumnya.


" Ibu perhatiin kamu sekarang sering melamun". ujar ibu curiga sambil menatap Dhita.


setelah shalat isya Dhita pun masuk ke kamarnya dan membaca buku pelajaran sebelum tidur kurang lebih 30 menit.


Tak terasa telah 30 menit Dhita membaca buku, Dhita memutuskan untuk tidur karena hari sudah menunjukkan pukul 22. 30 malam.


Ketika Dhita sedang tidur terlelap, Firhan si sosok misterius mulai mengganggu dirinya kembali sambil berkata


" Puisi yang aku minta tadi udah kamu buat kan Dhita"? ujarnya.


Anandhita yang sudah tertidur lelap tidak menghiraukan ucapan dari Firhan tadi.


keesokan harinya Dhita bangun dari tidurnya , Dhita bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu sholat subuh berjamaah bersama ayah dan ibunya , setelah selesai sholat subuh Dhita mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah diantar oleh ayahnya.


sesampainya di sekolah, Fira menghampiri dirinya


" hai dhit" ujar Fira sambil melambaikan tangan ke arah Dhita.

__ADS_1


" hai juga Fir" ujar Dhita dengan senyum.


Fira pun mengajak Dhita untuk memabaca kembali buku pelajaran sebelum ujian di adakan ke perpustakaan


" Dhita kita ke perpustakaan yuk baca buku untuk ujian hari ini, kan masih ada waktu sekitar 30 menit lagi ". ujar Fira sambil menarik tangan Dhita


"ayo ". ujar Dhita sambil berjalan menuju arah perpustakaan.


Ketika di perpustakaan mereka berdua langsung duduk di kursi sambil membaca buku.


Tak lama kemudian Firhan kembali menanyakan puisi itu kepada Dhita


" Dhita puisi itu udah kamu buat kan"? ujar Firhan berkali kali


Dhita yang sedang membaca buku pelajaran pun marah karena Firhan selalu meminta puisi itu


" iiih aku lagi baca buku jangan di ganggu dulu ". ujar Dhita kesal dalam hati


" maaf , tapi nanti kalau sudah selesai ujian buatin puisi itu ya ".ujar Firhan sambil tersenyum.


"kenapa harus aku yang buat, kan masih banyak teman kamu yang lain "? ujar Dhita bertanya dalam hati pada Firhan.


" karena Aku yakin kamu bisa nulis puisi yang bagus". ujar Firhan meyakinkan Dhita dalam hati


bersambung ☺️☺️


jangan lupa


like


vote


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2