
Setelah Anandhita merasa lebih tenang Luthfi memberikan semuan barang yang telah dititipkan Firhan kepadanya sebelum meninggal , Anandhita memeluk erat semua barang barang Firhan air matanya masih saja turun mungkin sekarang Dhita sudah mengikhlaskan namun kenangan itu masih banyak tersimpan di hati dan pikirannya , Luthfi merasa kagum dengan Anandhita walaupun cuman sebentar ternyata Anandhita adalah sosok wanita yang setia dan mencintai dengan tulus.
" Dhita , kamu tadi udah berjanji sama aku nggak akan nangis ". Luthfi menatap Anandhita .
" Oke , aku harus berusaha tegar dan tetap tersenyum seperti janji ku kepada Firhan ". Anandhita menghela napas panjang.
isi surat dari Firhan
" Han, makasih banyak telah memberikan lukisan yang sangat bagus ini , rasanya aku sangat bahagia pernah menjadi yang istimewa di hatimu ". Anandhita memeluk erat buku harian Firhan itu .
Setelah beberapa saat kemudian Luthfi memberikan ice cream rasa vanilla dan menghibur Ditha dengan celotehannya
" Nih ada ice cream buat kamu , kata Firhan kamu suka yang rasa Vanilla untuk ngehilangin sedih .
" Makasih ".
" ih jelek banget wajah lo kalau nangis bengkak tu mata Lo ". Luthfi mentertawai Ditha .
" sebel gue dekat sama Lo , sama banget Lo sama Abang gue konyol ". Ditha menaikkan alisnya dan tertawa kecil
__ADS_1
" Nah gitu lo itu jangan manyun mulu ,kalau senyum Lo cantik juga ". Luthfi keceplosan mengatakan itu.
" Lo suka sama gue ya," ? Anandhita kembali mentertawai Luthfi yang wajahnya sudah memerah.
setelah itu Luthfi mengajaknya ke pantai dan menyuruh Ditha untuk berteriak sepuasnya untuk meluapkan seluruh isi hatinya .
" Firhaaaan , terimakasih kamu telah pernah ada di hidupku '. " Anandhita berteriak sekeras-kerasnya di tepi pantai .
" gimana Dhita apakah sudah mulai berkurang perasaan mengganjal di hati Lo "? Luthfi juga berteriak dan mengajak Ditha bermain ombak di pantai.
Setelah itu Anandhita diantar oleh Luthfi sampai ke rumahnya tanpa disadari ternyata Luthfi sudah mulai suka dengan Anandhita tapi dia masih gengsi untuk mengakuinya
dia melihat fotonya berdua dengan Ditha di tepi pantai tadi sambil tersenyum sendiri .
" Ditha ternyata Lo cantik juga ". ujar Luthfi sambil memandangi foto itu.
" tadi Lo dianter siapa "?. Luthfi menghampiri Anandhita
" Emangnya kenapa "?. Ditha meninggalkan Luthfi.
semakin kesini Luthfi semakin mengagumi Anandhita jantungnya berdegup kencang ketika saat berada di dekat Ditha , Luthfi yang sedang mengambil kuliah untuk profesi dokter melaksanakan praktek di rumah sakit tempat Ayah Ditha sedang dirawat , Anandhita harus bertemu setiap hari dengan Luthfi di Rumah sakit itu .
" Permisi pak saya dokter praktek disini saya mau menanyakan apa yang bapak rasakan sekarang"? . Luthfi menanyakan keluhan yang dirasakan oleh Ayah dari Anandhita.
__ADS_1
" cuman nyeri saja di sekitar kaki setelah di operasi ". Jawab Ayah dari Anandhita,
Tiba tiba saja Anandhita masuk ke ruangan rawat setelah membeli makanan.
" Eh ada dokter ". Ujarnya sebelum melihat wajah Luthfi.
" Ditha , ini bokap kamu "?. Luthfi kaget.
" Iya , knp Lo yang jadi dokternya ".tanya Anandhita dengan nada ketus .
" Dhita nggak boleh gitu ,nggak sopan kamu ". Ujar ayah Anandhita.
" gue lagi jadi dokter praktek di rumah sakit ini ". jawabnya singkat.
Anandhita merawat Ayahnya sendirian di Rumah Sakit karena Abang dan Ibunya beristirahat dulu setelah menemani ayahnya di rumah sakit .
tiba ² ada yang mengetuk pintu kamar
" Assalammualaikum, Ditha kita makan malam dulu yuk , dikantin Rumah Sakit ini ada makanan enak loh". Luthfi mengajak Ditha makan malam.
" Wa'alaikumussalam, maaf nanti kalau Ayah ditinggal sendiri takutnya ada masalah ". Jawab Anandhita
"gue udah tahu pasti jawabannya itu, ini udah gue bawain makanan 2 Bungkus buat Lo sama gue ". Luthfi memberikan makanan itu.
__ADS_1
" gue masih kenyang". Anandhita menolaknya.
" Ntar Lo sakit, sini kita makan di taman di luar pintu belakang kamar ini aja ". jawab Luthfi menarik tangan Ditha.