
**Ketika Firhan berjalan menuju tempat parkir Fira berlari menghampirinya untuk meminta mengantarkan dirinya ke rumah Reinald , Firhan yang mengetahui Ditha juga akan ke rumah Reinald membantu Fira dengan tujuan untuk bertemu Ditha**.
" Bang Firhan , tunggu ". ( Fira berlari lari menghampiri Firhan)
" Ada apa Fira"? ( tanya Firhan)
" kamu mau nggak anter aku ke rumah Reinald"?( ujar Fira berlari tergopoh-gopoh)
" O iya Ditha tadi kan juga ke rumah Reinald ( Firhan berkata dalam hatinya), Ok Fir, aku anterin ". ( jawab Firhan yang sebenarnya ingin bertemu Ditha)
"makasih bang". ( Fira yang sangat senang di antar oleh Firhan)
Pada saat perjalanan menuju rumah Reinald Firhan menanyakan kenapa Fira marah kepada Ditha dan ingin memperbaiki hubungan persahabatan antara Ditha dan Fira.
" Fir , kamu masih marah sama Ditha"? , kalau boleh tahu kenapa ya"?( Firhan bertanya kepada Fira)
" Iya , aku masih marah sama Ditha , Aku nggak suka aja Ditha dekat sama kamu". ( jawab Fira dengan nada tinggi)
" Kenapa kamu nggak suka Ditha dekat sama aku". ( Firhan masih bingung dengan alasan Fira)
" Aku suka sama kamu Bang, aku cemburu Ditha dekat banget sama kamu ". ( teriak Fira dia atas mobil)
Mendengar perkataan Fira seketika Firhan terkejut dan memberhentikan mobilnya , Firhan memberikan penjelasan kepada Fira kalau dia tidak menyukainya ,dan meminta kepada Fira untuk memperbaiki hubungan persahabatannya dengan Ditha.
" Tapi maaf Fir, aku nggak suka sama kamu , Aku dengan Ditha cuman teman , Ditha sudah berusaha menjauhi aku demi menjaga perasaan kamu".( jawab Firhan menjelaskan kepada Fira
" Kamu suka sama Ditha "? ( Fira menatap mata Firhan)
Firhan langsung salah tingkah dan masih saja gengsi mengakui perasaannya kepada Ditha. Namun dari tingkah Firhan , Fira sudah mengerti jika Firhan menyukai Ditha.
" Eenggak , a aku nggak suka sama Ditha ". ( jawab Firhan dengan suara gugup)
" Jangan bohongin hati kamu Bang ,kalau kamu memang suka sama Ditha nggak apa apa ,aku udah ikhlas. ( Fira menasehati Firhan)
" Rumah Reinald yang mana ya , takutnya kelewat ". (Firhan menghindari pertanyaan Fira tentang perasaan dirinya kepada Ditha)
" Masih jauh bang , kira kira 1 km lagj dari sini". ( jawab Fira)
Setelah beberapa saat akhirnya Fira dan Firhan sampai di rumah Reinald . Ditha terkejut karena Fira datang bersama Firhan , Firhan memutuskan untuk menemani Ditha mengerjakan tugas kelompok dan mengantarkan Ditha pulang ke rumah
" Assalammualaikum, permisi". ( kata Firhan dan Fira bersamaan)
" Wa'alaikumussalam , masuk Fir ". ( jawab Reinald dari dalam rumah)
" kamu ke sini sama siapa Fir"? ( tanya Ditha yang sedang mengerjakan tugas kelompok)
" Sama Bang Firhan". ( jawab Fira yang masih kesal dengan Ditha)
" Oo, Fira kamu cari materi tentang deret Aritmatika di google ya ". ( Ditha memberikan tugas kepada Fira)
" Oke".
Reinald yang melihat Firhan masih menunggu di depan rumahnya mengajak Firhan masuk dan bergabung .
" Belum pulang bang"? ( tanya Reinald yang masih melihat Firhan duduk di kursi terasnya)
" Aku nunggu Ditha mau nganterin dia pulang". ( jawab Firhan)
" O, kalau gitu gabung aja bang sama kita di dalam". ( Reinald mengajak Firhan)
" Nggak usah aku nunggu di sini aja".( jawab Firhan)
Reinald kembali masuk ke dalam rumahnya , Reinald langsung memberitahukan kepada Ditha jika Firhan menunggu dirinya di luar rumah.
" Dith, bang Firhan masih nunggu kamu di luar , katanya mau nganterin kamu pulang". ( Reinald mengatakan kepada Ditha)
__ADS_1
" iih , kenapa dia nungguin aku sih". ( Ditha berkata dalam hatinya)
" Mungkin dia mau nganterin kamu pulang". ( jawab Firhan di dalam hatinya)
"Tapi , Fira masih marah sama aku , ntar dia makin marah ". ( Ditha kembali berkata dalam hatinya)
" Fira udah nggak marah sama kamu ". ( jawab Firhan kembali berkata dalam hatinya)
" Terimakasih my King selalu ada buat aku". ( Ditha berkata dalam hatinya)
Reinald bertambah bingung dengan tingkah Ditha, terkadang dia senyum sendiri, dan tiba tiba cemberut.
Tak terasa Ditha telah selesai tugas kelompok
Firhan masih dengan setia menunggu Ditha di teras , ketika ingin pulang Ditha menginginkan Fira juga pulang bersamanya .
" Rei , aku pulang duluan ya tugas kelompok kita udah selesaikan "? ( Ditha meminta izin)
" O,kalau gitu aku anterin ya! ( Reinald yang siap mengantar Ditha)
" Nggak usah Rei, aku pulang sama Bang Firhan aja". ( Jawab Ditha dan menyandang tas miliknya), Fir ,pulang bareng yuk! ( sambung Ditha mengajak Fira pulang bersamanya)
" Nggak Dhit , aku pulang naik angkot aja". ( Jawab Fira yang sudah mulai memaafkan Ditha)
" nanti aku aja yang anterin kamu pulang Fir". ( ucap Reinald kepada Fira)
" Ok , makasih Rei".
" kalau gitu Aku sama Bang Firhan pulang dulu ya , Assalammualaikum ". ( Ditha berpamitan kepada temannya)
" Wa' alaikumussalam ". ( jawab teman temannya)
Ditha yang sudah berada di dalam mobil Firhan masih penasaran dengan ucapan Valdo , Ditha langsung menanyakan kepada Firhan yang sedang mengendarai mobil .
" Bang , aku boleh nanya sesuatu nggak"? ( ujar Ditha yang masih merasa sungkan)
" Tadi Bang Valdo bilang kalau kamu teman waktu kecilku , benar nggak sih Bang"?(Ditha yang sangat penasaran dengan perkataan Abangnya tadi)
" Iya Dhit, kemarin aku juga kaget ketika Bang Valdo bilang nama adiknya itu Anandhita". ( jawaban Firha dengan muka datar)
" Tapi, kenapa aku nggak pernah lihat kamu sebelumnya ya Bang"? ( Ditha yang masih bingung)
" Waktu aku umur 5 tahun ayahku pindah dinas ke Bandung ,jadi kami sekeluarga juga ikut pindah ". ( jawab Firhan menjelaskan)
" Oh, pantesan aku nggak pernah lihat kamu lagi". ( jawab Ditha yang sudah tidak bingung lagi)
Sesampainya di rumah , Ditha mengajak Firhan untuk mampir terlebih dahulu karena Bang Valdo ingin menceritakan cerita masa kecil Ditha dan Firhan.
" Makasih Bang udah anterin aku sampai rumah". ( ujar Dhita dan turun dari mobil Firhan)
" Dhit, kaki kamu masih sakit "? ( tanya Firhan yang masih saja mencemaskan kaki Ditha)
" hmm, masih perih bang". ( jawab Ditha)
"eh kok baru pulang Dhit"? ( tanya Valdo )
" tadi tugas kelompok Abang". ( jawab Ditha).
" Han, mampir dulu Abang mau ceritain waktu kalian kecil". ( Valdo mengajak Firhan mengobrol)
" Oke bang, aku kunci mobilnya dulu". ( jawab Firhan)
Dhita yang langsung masuk ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaian dipanggil oleh Abangnya dan menyuruh adiknya itu membuat minuman dan cemilan untuk Firhan setelah itu ikut duduk di sebelahnya.
" Bang Firhan aku masuk kamar dulu , mau mandi". ( Ditha langsung masuk ke kamarnya)
" Oke Dhita".
" Dithaaa.... buatin minuman sama cemilan". ( teriak Valdo dari ruang tamu)
__ADS_1
" Nggak usah repot-repot Bang ". ( jawab Firhan)
" Iya Bang , aku mandi dulu". ( teriak Ditha dari kamar)
Setelah beberapa saat Ditha membuat secangkir teh disertai cemilan Bakwan untuk Firhan dan Abangnya.
" minum dulu Han , bakwan bikinan Ditha enak kok".( ujar Valdo menyuguhkan secangkir teh dan sepiring bakwan ke arah Firhan)
" Iya Bang , ternyata bakwan buatanmu enak juga ya Dhit"? ( Ujar Firhan memuji masakan Ditha)
" Terimakasih Bang ". ( jawab Ditha dengan malu dan pergi menuju kamarnya)
" Dhita, duduk di sini Abang mau ceritain kalian waktu kecil ". ( Valdo menarik tangan Ditha).
"Ditha , coba kamu lihat kalung ini, masih ingat nggak ". ( Valdo melihatkan kalung yang digenggamnya)
" Ini kalung aku waktu kecil". ( Ditha merampas kalung itu dari tangan Abangnya)
"Aku ingat kalung itu Bang, dulu waktu umur 5 tahun sebelum pindah ke Bandung aku memberi kalung ini kepada sahabatku ". ( Firhan mengingat masa kecilnya dengan Ditha)
Seketika Ditha terdiam dia merasa terkejut ternyata Firhan adalah sahabat waktu kecilnya , Perasaan Ditha menjadi campur aduk dan batinnya berkata jika Firhan dan My King( Panggilan Ditha kepada Firhan teman telepatinya) teman telepatinya adalah orang yang sama .
" Dhita , kamu masih ingat dengan cincin ini". ( Valdo bertanya kembali kepada Ditha)
" Masih kak, itu cincin persahabatan di dalam cincin itu ada nama". ( Jawab Ditha )
" Han , kamu masih simpan cincinnya "? ( Valdo bertanya kepada Firhan)
" Ada bang, aku selalu bawa cincin ini kemanapun aku pergi ". ( Firhan mengeluarkan cincin itu dari saku celananya)
Ditha melihat tulisan kecil di cincin tersebut , disana terukir nama Firhan sedangkan sebaliknya di cincin milik Firhan terukir nama Ditha.
" Firhan, sahabatku ". ( Ditha membaca tulisan kecil tersebut).
" Ditha sahabatku " . ( Firhan yang juga membaca tulisan kecil tersebut)
Ditha dan Firhan saling bertatapan mereka berharap persahabatan ini kembali terjalin .
" Ternyata dunia sangat sempit yang Bang ". ( Ditha tertawa kecil)
" Iya , ternyata aku punya ikatan batin sama kamu Dhit , saat motor kamu mogok dan aku nolongin kamu aku merasa udah sangat akrab denganmu , ternyata benar kita sudah bersahabat sejak kecil". ( Firhan tersenyum bahagia dan menatap Ditha)
Seketika Ditha salah tingkah hal itu tergambar jelas dari raut wajah Ditha yang tiba tiba memerah.
" Kamu suka ya sama Firhan bilang langsung aja ke orangnya". ( Tanya Valdo meledek adiknya)
" Apaan sih Bang , jangan mulai godain aku ". ( Ditha yang sebal dan mukanya seketika memerah)
" Itu wajah kamu merah kayak apel". ( Valdo kembali meledek Ditha)
Firhan hanya terdiam dan tertawa melihat tingkah Abang dan adek itu,lalu dia berpamitan pulang dan berjanji akan menjaga Ditha.
" hmm Bang ,Dhit , aku pamit pulang dulu udah jam 17.00 sore takutnya Mama Papa khawatir aku pulang lama". ( Firhan berdiri dan berpamitan kepada Valdo dan Dhita)
" Oo oke, hati hati ya , kalau di sekolah jagain Ditha ya "!( Valdo berkata kepada Firhan)
" Siap bang , Dhit besok aku jemput kamu lagi ya ". ( ujar Firhan yang sudah berada di mobilnya)
" Nggak usah Bang , aku bisa diantar Bang Valdo ". ( Ditha menolaknya )
"Sampai jumpa besok ya , Assalamualaikum".
( Firhan melambaikan tangannya dari jendela mobil)
" Wa'alaikumussalam". ( Jawab Ditha dan masuk ke dalam rumah)
Hai ,guys jangan lupa like , comment and vote novel Antara percaya dan tidak ini pliss,, supaya Author Makin semangat nich
see you and Happy Reading 👋👋
__ADS_1