Apa Itu Cinta ?

Apa Itu Cinta ?
Episode 18


__ADS_3

 


Sebenarnya Kirana tidak ingin meninggalkan Angga, tapi..?? Kirana harus pulang kerumah dengan Aurel dan Jerry.


 


"Pulanglah, Aku tidak ingin melihat wajah mu!!!" kata Angga dengan ketus memalingkan wajahnya dari Kirana


"Apa kau tidak dengar, dia tidak ingin melihat mu?!...kau hanya bisa membuat masalah untuk Angga" tambah Varell menatap Kirana dengan kesal dan lelah


"ka..kakak ayo pulang" kata Aurel menarik tangan Kirana keluar ruang Angga .


 


Di dalam perjalanan pulang, sebuah mobil sport mewah melaju dengan kecepatan sedang. Menelusuri jalanan yang sepi dan suasana didalam mobil yang hening.


Kirana yang duduk dibelakang, masih saja melamun memikirkan Angga. Semuanya telah terjadi dengan cepat, kenapa?!...kenapa Angga playboy gila itu!!! selalu ada didalam otak ku? untuk apa Aku harus peduli dengannya?? itu bukan urusan ku!.


 


Sedangkan Jerry dan Aurel saling menatap satu sama lain, melihat tingkah laku Kirana yang sedang duduk dibelakang. Dengan ekspresi wajah yang aneh, selain itu Kirana juga memukuli wajahnya sendiri yang terlihat merah merona??


 


 


"Katakan padaku, sejak kapan Kirana menjadi gila?" tanya Jerry menatap Aurel dengan senyum lebarnya


"Hey, jaga bicaramu! atau kau akan aku tendang dari rumahku?!!. Aku tidak suka jika ada orang asing yang tinggal di rumahku" kata Aurel menatap Jerry dengan wajah cemberut


Jerry menatap wajah Aurel yang cemberut itu, semakin terlihat imut dan manis Dimata Jerry.


"Nona Aurel, sejak kapan kau belajar berbicara pedas kepadaku?!! Aku merasa takut ...ha..ha..ha..(tertawa kecil)"


"aku ingatkan kepadamu Jerry! jangan cari masalah di Jakarta ataupun bermasalah dengan tiga bersaudara tadi. Atau kau akan menyesal." kata Aurel dengan serius, tapi hanya dianggap candaan lucu oleh Jerry.


"Kau tenang saja, Aku tidak takut dengan siapapun. Aku hanya takut kepadamu saja?" kata Jerry menatap Aurel dengan senyuman.


"Hey!!! kalian berdua. Jangan Berisik?! kepalaku sakit mendengar ocehan kalian" kata Kirana yang tiba-tiba muncul dengan tatapan lelah


"Baiklah kakak ipar ku," balas Jerry tersenyum jahat


"Hey kau Jerry!!! Apa maksudmu memanggil Kirana kakak ipar? Dan jangan harap Aku akan mau bertunangan dengan mu?!!. Lebih baik aku selamanya bersama Virgo (Virgo adalah kucing kesayangan Aurel)" kata Aurel dengan wajah kesal melihat Jerry tersenyum jahat kepadanya.


Batin Jerry *sayang sekali keluarga mu, terutama nenekmu sangat mendukung ku. Untuk mengikat mu dalam hubungan yang lebih serius. Apapun yang aku inginkan, dulu ataupun sekarang selalu Aku dapatkan. Dengan cara benar ataupun salah Aku tidak akan menyerah mengejar mu Aurel!!* kembali fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


••••••••••


 


Pagi hari di rumah keluarga Deventer. Suasana menjadi ramai, karena ke jahilan, ataupun kenakalan mereka bertiga.


 


"Kembalikan buku ku. Jerry!!!" teriak Aurel merasa kesal, berlari mengejar Jerry.


"Dasar pencuri, kau. Cepat kembalikan buku Aurel, atau ku pukul, ku cabik-cabik, ku tendang kau Jerry!!" tambah Kirana berlari dibelakang Aurel, mengejar Jerry juga.


"Kau ingin memukul ku? Aku takut. Tolong jangan maafkan aku ya...ha...ha..ha..(tersenyum jahat)?!" kata Jerry berhenti berlari, berdiri dengan tenang di samping anak tangga. Menatap wajah Aurel dan Kirana yang terengah-engah mengatur kembali napas panjangnya,


"Kau sudah kelewat Jerry. kembalikan buku itu punya ku!" kata Aurel berdiri di hadapan Jerry,


Kemudian merebut buku dari tangan Jerry dengan wajah cemberutnya itu. Meninggalkan keringat dingin di kening.


Jerry dengan refleks mengusap keringat di kening Aurel dengan Sapu tangan yang Ia keluarkan dari saku celananya. Aurel terkejut melebarkan kedua matanya, menatap Jerry yang tiba-tiba perhatian kepadanya.


"Uhuk... uhuk!!" suara Kirana berada ditengah suasana yang romantis menjadi canggung, karena batuk palsu yang Ia buat. Membuat Aurel salah tingkah didepan Jerry.


 


Kemudian Aurel berjalan cepat, turun menuruni anak tangga. Sambil memasukkan bukunya kedalam tas selempang kulit berwarna putih dan pink itu terlihat sangat cocok digunakan oleh Aurel yang cantik dan feminim. Mengenakan baju dan rok mini yang terlihat seksi, ditambah dengan riasan wajah yang tipis, kemudian rambut rebonding yang terurai membuatnya semakin cantik.


berdiri disampingnya Jerry dengan memasang wajah datar nya, menatap Jerry yang sok ganteng dan sok perhatian untuk Aurel.


"Jangan menatap ku, seperti itu atau jangan bilang kau suka menatap wajah tampan ku ini ...iya kan?" kata Jerry memecah rasa hening. melihat Aurel yang berjalan sarapan pagi terlebih dahulu.


"iihhh...najis gue! emang Lo kira, mata gue katarak. wajah pas-pasan aja sombongnya amit-amit!" kata Kirana dengan ketus, membuang wajahnya didepan mata Jerry. Dan pergi menghampiri Aurel dimeja makan.


"Dasar mulut mercon!!! gk bisa bicara manis sedikit pun," balas Jerry dengan nada tinggi seperti menggelar ditelinga Kirana.


"Urusan kau dan aku belum selesai!!! jangan harap Aku akan memanfaatkan mu" kata Kirana sambil menuruni anak tangga dengan wajah marah dan kesal.


"Aku juga berfikir sama dengan mu! jangan harap aku akan memanfaatkan mu mulut mercon!" kata Jerry tersenyum jahat, berjalan cepat menuruni tangga. Menyelip Kirana dan berjalan cepat keruang makan, sebelum Kirana datang.


[Di meja makan]


Nenek Chory Deventer membuat Jerry masuk ke kampus universitas favorit Jakarta yang sama dengan Kirana dan Aurel, ditambah lagi Jerry satu kelas dan jurusan yang sama dengan Aurel.


"Nenek pasti sengaja, merencanakan semuanya sejak awal. Membuat Jerry satu kelas dengan ku, hanya untuk mengawasi ku. Ini sangat menyebalkan!" kata Aurel setelah mendengar penjelasan Neneknya, dan ternyata Jerry juga telah setuju dengan rencana Neneknya itu.


"Ini semua untuk kebaikanmu cucuku, Nenek tidak mungkin membuat mu dalam bahaya"Jawab nenek menatap Aurel

__ADS_1


"Nenek ini sangat berlebihan, seharusnya Nenek lebih percaya kepadaku, Aku kakaknya akan melindungi Aurel. Dulu maupun sekarang" tambah Kirana, mendukung perkataan Aurel yang merasa tidak setuju dengan keputusan Nenek.


"Kau bukan kakak kandungnya! kau juga bukan bagian dari keluarga Deventer!!, kau hanyalah orang luar, yang dipungut oleh Van (ayah Aurel) sebagai mainan Aurel." kata Nenek sangat marah menatap Kirana dengan tajam.


Kirana diam membisu, jika saja ayah dan ibu Aurel ada disini. Mereka pasti akan membela ku, dan menyayangi ku seperti anak kandung, sama seperti Aurel.


"Nenek! Aku tidak mau bicara dengan mu lagi. Kau selalu berbicara buruk tentang Kirana, asalkan Nenek tau. Aku tidak peduli asal-usul kehidupan masa lalu Kirana. Aku menyayanginya, Dia adalah kakak ku!. Dan dia bukan mainan ku!!!"


kata terakhir Aurel dengan suasana Badmood pergi dari meja makan.


Menuju parkiran mobilnya, mengambil kunci dari sekuriti yang menjaga rumahnya. Hanya bisa duduk di belakang dengan mata berkaca-kaca dan suasana hati yang sedikit sedih.


Kirana juga tidak menghabiskan makanannya, Ia lebih ingin mengejar Aurel yang pergi keluar rumah, menentang Neneknya hanya untuk membela perasaan Kirana.


Sedangkan Nenek Chory menatap Jerry dengan wajah lelah, menghela nafas berat...


"Kau lihat Aurel, seperti itu pasti sudah dicuci otak oleh Kirana" kata Chory


"Kau harus pergi, mengawasi Aurel, selain itu aku percaya padamu. Untuk selalu ada disamping Aurel, kau adalah calon suami masa depan untuk cucuku. Ingat itu" tambah Chory


"Oke, Sepertinya Aku harus pergi, menemui Aurel calon istri masa depan ku! Nenek terima kasih banyak atas semua bantuan mu padaku" kata Jerry tersenyum senang, berjalan pergi menemui Aurel dan Kirana ternyata di parkiran mobil, sebelah kiri taman bunga sakura dihalaman rumah Deventer.


"Hey! gadis kecil ku dan mulut mercon," sapa Jerry, yang tiba-tiba masuk duduk disamping Aurel dan Kirana. duduk ditengah antara Aurel-Jerry-Kirana.


"Siapa yang menyuruh mu. duduk ditengah!" tanya Aurel


"Dasar anak nakal, cepat pindah tempat duduk. Kau mengganggu aku dan Aurel" tambah Kirana dengan kesal


"Aku ingin duduk dekat Aurel. Apa kau keberatan!. Seharusnya kau yang jadi supir duduk didepan mulut mercon." jawab Jerry


"Aku sangat keberatan!, kau harus menjaga jarak dengan Aurel. Karena aku curiga, jika kau adalah musuh masa kecil yang licik" kata Kirana lagi


"Aku bukan licik, tapi pintar." kata Jerry membela dirinya sendiri, untuk membuat Aurel terkesan kepadanya.


"Cukup! Aku tidak ingin terlambat. Jerry bisakah kau mengantarkan kita ke kampus, sekarang. kau bisa membawa mobil kan? cepatlah jangan banyak bicara lagi." kata Aurel merasa lelah dengan pertengkaran kecil diantara mereka.


"Sesuai perintah mu, permaisuri ku? Aku pastikan tidak akan membiarkan mu terlambat." kata Jerry,


kemudian pindah duduk didepan. Membawa mobil mewah Lamborghini Veneno, berwarna silver black.


Dengan kecepatan sedang dan suasana hening didalam mobil.


Hanya dalam waktu 15menit, mobil itu sampai didepan halaman kampus. Tanpa sengaja menabrak mobil didepannya.


"BRAKKKK!!!" suara itu berasal dari mobil yang dikendarai Jerry, tanpa sadar menabrak mobil orang lain yang tiba-tiba berhenti. Menghadang jalan parkiran.

__ADS_1


"Aduh... rusak deh tuh mobil?" kata Jerry.


 


__ADS_2