
Ibu dan Ayah membuat kami harus pindah kuliah di Jakarta, Kirana dan Aurel dua bersaudara yng berbeda. Bagaimana tidak?
Kirana seorang kakak yng tegas, keras kepala dan tomboy. Tidak suka berdandan dan lebih suka basket dan sepak bola, pakaiannya juga terlihat seperti seorang laki\\-laki, ditambah lagi dia suka berkelahi dengan orang untuk melindungi Aurel, dari anak\\-anak nakal lainnya.
Sedangkan Aurel seorang adik yng baik, cantik, dan feminim. Suka berdandan, bermain basket, dan menari. Sangat menyayangi kakaknya Kirana, meskipun Kirana hanya saudara angkat, tetapi rasa persaudaraan mereka kuat saling berbagi dan menyayangi.
----------------------
[Pagi Hari]
"Kirana, Aurel! ayo sarapan dulu" perintah Ibu, berteriak dengan keras, dari ruang makan
"Iya Bu" kata Aurel dan Kirana bersamaan, yang masih sibuk dengan merapikan pakaiannya.
Kirana pun datang ke meja makan, Aurel pun ikut menyusul.
"Ibu hari ini hari pertama masuk kampus. Semoga semuanya lancar ya Bu?" kata Aurel berjalan tergesa-gesa
"Selesai makan. Kalian hati-hati dijalan ya?" kata ibu, memberikan nasehat.
"Siap Bos." kata Aurel tersenyum sambil hormat ala tentara.
"Ibu, tenang saja. Kan ada Aku" kata Kirana dengan tegas
-----------------------
Selesai makan Kirana dan Aurel pun pergi ke kampus mengendarai mobil.
Tiba-tiba di jalan macet karena suasana ramai di tambah ada satu mobil yng berhenti ditengah jalan!
"Pip... pip pip pip!!!" suara klakson mobil berhenti dan membuat Kirana kesal dan ingin menghampiri pengemudi yng menghentikan mobilnya dijalan membuat kemacetan.
"Hey keluar Lo!" kata Kirana dengan ketus mengetuk kaca mobil seseorang yang tak dikenal.
"Pengecut, kalau berani keluar! berhenti seenaknya" sambung Kirana
__ADS_1
Kemudian tiga cowok keren keluar dari mobil melabrak Kirana yang berdiri sendiri, menatap tiga cowok itu dengan penuh amarah. Aurel pun datang menemani Kirana.
"Apa Lo bilang?!!!" kata Angga cowok keren itu melepaskan kaca matanya
"Lo itu gak punya mata ya!. Lihat jalan macet gara-gara Lo. Dasar pengecut hanya bisa diam didalam mobil, gak lihat apa? Lo itu buat jalan macet." kata ketus Kirana
"Beraninya Lo bilang gue pengecut. Lo gk tau siapa gue?!!" kata Angga melangkah mendekati Kirana dengan wajah marah
"Kita mau berhenti dimana aja, itu bukan urusan kalian" kata Bagas membela Angga saudaranya.
"Kalau Lo gk mau minggirin mobil Lo, gue bakar mobil Lo. Sampai jadi abu" Ancaman Kirana memandang Angga dengan ketus
"Kalian yang salah, malah marah- marah" tambah Aurel membela Kirana
"Hay cantik kenalin gue Varell." Kata Varell menjabat tangan Aurel, dengan refleks didepan semua orang
"Situasi kayak gini Lo masih mau kenalan sama cewek gila ini!" kata Bagas menarik tangan varell yng sedang bersalaman dengan Aurel.
"Kalau ngomong jangan seenaknya ya ! berani-beraninya Lo bilang gue cewek gila " ketus Aurel
"Lo mau geu pukulin satu-satu ayo sini!!" kata Kirana ingin memberi pelajaran kepada tiga cowok.
"Maaf gue gk punya waktu buat ngladenin orang gila kayak Lo!" kata Angga kembali kedalam mobil bersama Bagas dan Varell, Meninggalkan jalanan yang ramai dan macet.
"Dasar Penakut" kata Kirana kembali ke mobil bersama Aurel dan melanjutkan perjalanan ke kampus favorit
[Sampai Di Kampus]
Kirana dan Aurel berjalan menuju kelas mereka, setelah memarkirkan mobilnya di area parkir.
"Aku senang kita bisa sekelas bareng" kata Aurel
"Aku juga bisa jagain kamu"balas Kirana
Di dalam kelas ibu guru datang, membawa Kirana dan Aurel murid baru dikelas yng kebetulan satu kelas dengan Angga, Bagas, dan Varell.
Kemudian Ibu guru, memperkenalkan Kirana dan Aurel dengan sangat baik, Sedangkan Angga dan Bagas menatap murid baru itu dengan tatapan tidak suka.
Berbeda dengan sikap Varell, Adik dari Angga dan Bagas malah ingin berkenalan dengan Kirana dan Aurel
"Hay Kirana? Hay Aurel?" Sapa Varell mencoba mendekati dua murid baru dan menunjukan aksinya sebagai playboy
__ADS_1
"Dasar orang gila" kata Kirana membalas ucapan varell dengan ketus, Sedangkan Aurel hanya membalas sapa Varell dengan sebuah senyuman palsu.
Mereka satu kelas dan pelajaran pun berakhir , bell berbunyi tanda istirahat
ibu guru pergi dan
"BRAKKK!!!" suara Angga memukul meja, berdiri dengan berani didepan Kirana dan Aurel.
"Apa maksud Lo. kuliah disini ?!" tanya Angga
"Bukan urusan Lo." jawab ketus Kirana
"Lo gak akan bertahan lama disini. Karena gue, gak suka Lo kuliah di sini!!!" kata Angga semakin terpancing emosi.
"Terus gue harus bilang wow gitu?!" jawab Aurel becanda
"Lo udah bikin gue malu dijalanan tadi pagi dan Lo juga gk mau minta maaf ke gue" kata Bagas sinis
Sedangkan Varell sama sekali tidak tertarik, dengan pertengkaran saudaranya dan lebih baik sibuk menelfon seorang gadis.
"Apa Lo bilang! gue minta maaf sama Lo?!! Lo yang salah kenapa, gue yng minta maaf" kata Kirana
"Dasar cewek gila!! jadi gk mau minta maaf. oke, gue pastikan hidup kalian berdua gak akan tenang." kata Angga berjalan pergi keluar kelas.
Meredamkan emosional nya, supaya tidak menimbulkan kekacauan ataupun kekerasan di dalam kelas.
"Urusan kita belum selesai!" kata Bagas pergi bersama Angga, kemudian menarik Varell ikut keluar kelas juga.
"Awas aja ya Lo. Pengecut" teriak Kirana
"Kakak aku dengar, mereka itu murid paling nakal di kampus ini. Selain itu pemilik kampus ini adalah paman mereka " nasehat Aurel
"Gue gk peduli! pokoknya gue harus kasih mereka pelajaran, kalau sampai mereka berani. Bermain-main dengan kita" kata Kirana
---------------------
Setelah selesai istirahat. Waktu berputar sangat cepat dan tibalah saat pulang sekolah ....
Kirana dan Aurel berjalan keluar kelas dan ingin pulang, tiba\-tiba saja Angga melempar bola basket itu mengenai kaca mobil Kirana dan Aurel
__ADS_1
"PYAAR!!!" suara kaca mobil pecah, didepan mata. Dan hampir saja Mengenai wajah Kirana.
Kemudian Kirana dan Aurel membawa bola basket dan berjalan menuju Angga, Bagas dan Varell dengan marah ...