
"Aduh...rusak deh tuh mobil." Kata Jerry, menabrak mobil didepannya, yang berhenti mendadak.
"Woy, kalau gak bisa nyetir mobil, gak usah gaya-gayaan. Bawa mobil ke kampus!" Bentak Tasya, seorang wanita sombong salah satu dari puluhan Pacar Angga.
"Eh...Lo woles dong. Cuma lecet dikit aja, heboh banget!" Kata Kirana keluar dari mobilnya, melabrak Tasya.
"Gue gak ada urusan sama Lo ya, preman pasar?" kata Tasya menatap Kirana yang duper tomboy.
"Eh Lo, Aurel keluar Lo. Kalau bukan Kirana pasti Aurel, dasar dua saudara aneh pembawa sial." Kata Tasya mengetuk kaca mobil depan.
Aurel pun, keluar bersama Jerry. Disaat yang sama Angga, Bagas, dan Varell pun juga ikut datang. Menyaksikan keributan pagi,
"Tutup mulut Lo! berani-beraninya lo menghina Kirana dan Aurel!!. Gue yang menabrak mobil Lo! Apa ada masalah?" Kata Jerry dengan nada ketus,
"Oh...jadi Lo, yang buat mobil gue lecet. Anak baru sudah bangga buat masalah, dasar bodoh." Kata Tasya menatap tajam Jerry.
"Tasya, Diam kau. Atau aku harus memberikan mu, sedikit pelajaran." Kata Kirana, melipat kedua lengan panjang, bersikap memukuli Tasya.
Tapi terhalang oleh Angga, yang tiba-tiba berdiri didepan Kirana, sedangkan Tasya berdiri di belakang Angga.
"Pagi-pagi, udah ribut banget." Kata Angga berubah posisi berdiri disamping Tasya,
"Kirana, Aurel kalo kalian salah harus minta maaf dong." Kata Varell, yang tiba-tiba menyalahkan orang lain, tanpa berpikir panjang.
"Ehh...Lo bodoh ya, Gue itu yang paling bener. Yang salah itu dia tuh...Tasya!" Kata Kirana, melipat kedua tangannya.
"Aurel, gimana keadaan Lo? ada yang sakit gak?" Tanya Bagas, teman dekat Aurel ditambah lagi bersaudara dengan Angga dan Varell.
"Gue gak papa kok, tenang aja gas." Kata Aurel terdengar sangat akrab dengan Bagas.
"Angga, mobil gue lecet nih...huu...hu..". Kata Tasya cari perhatian, ditambah ☹️ memasang wajah sedih.
"Tenanglah, aku akan Menganti mobil mu yang lecet itu. Dengan mobil baru edisi terbaru tahun ini." Kata Angga mengusap kepala Tasya.
"Makasih sayangku" Kata Tasya, mengubah wajahnya menjadi tersenyum.
"Cih...Mau muntah gue, lihat sikapnya yang manja." Sindiran pedas 🤢🤮dari Kirana,
"Que sudah suruh montir, untuk servis mobil Lo, yang lecet. Nanti dijamin bakalan mulus lagi kok!. Hanya demi rasa kasihan, dan salam kenal." Kata Jerry, menatap Tasya, setelah bermain dengan ponselnya.
__ADS_1
"Aurel, ikut gue yuk. Ada sesuatu yang ingin aku katakan." Kata Bagas yang dengan cepat, mengajak Aurel pergi sebelum Jerry.
Batin Bagas *Siapa cepat, dia dapat.(Tersenyum penuh kemenangan.😆🏆)*
Tangan Aurel, ditarik oleh Bagas. Pergi berlari dengan cepat, meninggalkan tempat parkir kampus.
"Hey. Aurel Lo mau kemana? Gue ikut!!!" Teriak Jerry, 🏃mengejar Aurel dan Bagas.
••••••
Tinggal Kirana, Angga, Tasya dan Varell yang masih berada ditempat Parkiran.
"Tasya, ayo kita pergi, disini panas ya!" Kata Angga menyindir, menatap Kirana.(Masih amnesia)
"Kalo Lo, gak sakit. Pasti udah gue tonjok muka lo, yang sok ganteng." Kata Kirana, memalingkan wajahnya, didepan Angga.
"Sayang, gak usah dengerin kata preman pasar. Ayo kita ke kantin" Kata Tasya sedikit kasar😐. Berjalan mengandeng tangan Angga pergi, meninggalkan tempat parkir.
•••••••
"Pasangan yang sempurna. Ceweknya lemah dan manja, Sedangkan Cowoknya playboy gila gak punya otak." Kata Kirana mengomel merasa kesal🤔🙄.
"Apa Lo, bilang tadi?. Coba ulangi sekali lagi?!" kata Kirana terpancing emosi.
"gue baru tau, ternyata preman pasar ini juga tuli. Sama dong kayak nenek gue...ha...ha..ha.." Kata Varell lagi-lagi mengejek Kirana.
"Brengsek Lo, cari mati ya!!!" Kata Kirana menarik kerah baju Varell😠😈, dengan tatapan tajam.
"BRAK...BAK...DHUK...AHH...SAKIT...." Teriak Varell, dipukul berkali-kali, meskipun melawan. Varell bukan tandingan Kirana.
"Huhu...hu... kayaknya gue harus belajar karate dulu, supaya bisa kalahin Lo." Kata Varell jatuh diatas tanah🥺🤯, sambil merengek seperti anak kecil.
"Makannya, kalau ngomong dipikir dua kali dulu. Dasar bodoh..." Kata Kirana tersenyum puas, meninggalkan Varell yang masih menangis ditempat parkir.
"Huhu....Hua..." Teriak Varell, menangis tersedu-sedu😭😭.
•••••••
[Di Taman Kampus]
__ADS_1
Setelah lelah berlari, Akhirnya sampai di taman.
"Aduh...capek gue. Kenapa sih harus lari" Protes Aurel, mengatur kembali nafasnya.
"Maaf deh, ini juga gara-gara Jerry. Untung aja dia udah nggak ngikutin kita". Kata Bagas menatap Aurel yang berkeringat menetes di keningnya,
Bagas pun mengambil sapu tangan dari saku celananya. Mengusap kening Aurel yang berkeringat, dan mereka saling menatap satu sama lain.
Batin Aurel *Ada apa dengan sikap Bagas? yang tiba-tiba aneh. ???*
"Kau ingin bicara apa denganku?Apa ada yang penting?" Tanya Aurel, suasana berubah menjadi normal.
"Yah, tentu saja ini penting. Ini ten...tang..." Kata Bagas, mulai gugup dan perasaannya yang kacau.
"Itu...ehm!!. Sebenarnya Aku menyukai mu!" Kata Bagas dengan suara yang sangat keras. Membuat Aurel terkejut, hampir mati seperti tersambar petir.
"Bagas...apa yang kau katakan, aku..." Kata Aurel belum selesai terpotong oleh Jerry yang tiba-tiba datang.
"Jadi kalian ada disini. Hugh hampir saja aku kayak orang gila, muter-muter cari kalian!" Kata Jerry yang tiba-tiba datang🦟😋"
Batin Bagas *Dasar nyamuk. Nganggu orang aja, kesel gue lihat wajahnya!!😤*
"Jerry, kau mengikuti ku?" Tanya Aurel, menatap wajah pucat Jerry.
"Tentu saja, Kemanapun kau pergi. Gue harus selalu ada untuk mu." Kata Jerry, menatap Bagas. Memasang ekspresi wajah ketus, bersaing merebut hati Aurel.
"Dasar perebut gila." Kata Bagas menyindir Jerry.
"Mungkin kau yang perebut?.Aurel dari kecil sudah menjadi teman baik ku, dia milik ku?!!" kata Jerry, menggenggam tangan kanan Aurel dengan erat, seperti tidak ingin kehilangan.
Mereka saling menatap bersaing merebut hati Aurel, didepan taman kampus umum. Menjadi pusat perhatian semua orang kampus.
"AA...AAA!!!" Teriak Aurel...
(Maaf ya, up-nya lama. 😆😅)
Like👍+Rate⭐+Vote💌.
Terimakasih.
__ADS_1