
setelah sampai dirumah Angga,bagas dan varell . Kirana dan Aurel pun terkejut melihat rumah yng besar, indah , tinggi seperti istana
" ini rumah Lo ?" tanya Aurel
" iya , ayo masuk " jawab varell dengan ramah
" hey Kirana Lo bawa semua tas kita bertiga . " kata Angga mengambil tiga tas dan melemparkannya ke wajah Kirana dengan sinis
" Aurel Lo bantuin gue aja ya ? " kata varell menarik Aurel
" kan gue yang sakit , gk lihat apa gue babak belur !! " kata Bagas membalas varell " bantuin gue aja ya Aurel " perintah Bagas dengan ramah menarik tangan Aurel
" ini apa-apaan sih ... gue gk mau !! bantuin kalian berdua !" kata Aurel melepaskan tangan varell dan Bagas
" kak aku bantuin ya " tanya Aurel kepada Kirana
" tolong ya ?" kata Kirana
" dasar mencari kesempatan dalam kesempitan " batin Angga menatap kedua adiknya
" gagal deh gue . deketin Aurel , ini gara-gara kak Bagas " kata ketus varell menatap Bagas dengan sinis
" lihat aja nanti !! gue gk akan pernah nyerah untuk dapetin Aurel " balas Bagas kepada varell
sampai diruang tamu
Bagas dan varell duduk di sofa
sedangkan Angga sibuk memerintah Kirana dan Aurel . Angga memanggil semua pembantunya untuk menghadap .
" ada apa tuan Angga memanggil kami " kata semua pembantu nya
" hari ini gue sedang bahagia . dan gue ingin memberi kalian libur selama satu Minggu . dan juga tambahan bonus " kata Angga membuat semua pembantu menjadi senang .
" apa maksudnya ini !!" bentak Bagas
__ADS_1
" kalau mereka berhenti . siapa yang bakal ngurusin kita bertiga ?" sambung Bagas
" tenang saja kan ada mereka berdua " kata Angga melirik kearah Kirana dan Aurel
" gue tau . ini kesempatan gue untuk balas dendam ke Kirana , cewek preman itu " batin Bagas tersenyum senang
" kurang ajar .dia ingin membuat aku dan kak Kirana bekerja paksa " batin Aurel
" Lo berani nyuruh gue jadi budak Lo. Lo bakal nyesel , gue bakal buat kalian bertiga seperti dineraka !!!" batin Kirana tersenyum-senyum sendiri
" Aurel tolong Lo. obati Bagas ! ambilkan kotak obat P3K dilaci lemari itu " perintah Angga
" Huuhhh huuuhhh " kata Aurel tidak bersemangat mengambil kotak obat
" dan Lo Kirana . pergi ke dapur dan buatkan jus buat gue " perintah Bagas
" baikk .. " kata malas Kirana ingin pergi ke dapur tapi berhenti ..." tunggu gue mau jus jambu , sama jus jeruk dua " perintah Angga lagi . Kirana masih melamun memikirkan cara untuk keluar dari perjanjian ...
" hey cewek gila !! malah melamun . Lo tuli apa bodoh !!" ketus Angga mengagetkan Kirana
" Lo lurus aja . sebelah kiri " penjelasan varell
" baik bos " kata Kirana terpaksa tersenyum
Aurel sedang mengobati Bagas , dan varell mencoba menggangu Bagas . sedangkan Angga menatap Aurel dengan tatapan tak biasa . " kenapa gue harus terjebak sama tiga cowok gila ini sihh... huuhhh sial banget " kata Aurel mengomel
" Lo bilang apa barusan ! " tanya ketus Angga
" ee enggak gue gue cuma .. " kata Aurel belum selesai , saat Angga menarik tangan Aurel dan Angga mencoba mendekatinya .
" Lo bilang apa ? gue denger Lo . Lo bilang gue cowok gila " kata Angga melangkah mendekati Aurel , sedangkan Aurel melangkah mundur menjauhi tatapan Angga
" gue.. " kata Aurel
" dak dik Duk ... kenapa gue takut sama Angga " batin Aurel dalam hati
__ADS_1
Hampir saja Angga ingin mendekati Aurel . tiba-tiba varell menghalangi Angga .dan Kirana pun datang membawa jus suasana menjadi berubah
" ini jus nya " kata Kirana meletakan tiga jus diatas meja dengan tersenyum licik
" gue gk percaya sama . dia nanti kalau dia kasih racun di jus gue gimana ? " tanya Bagas kepada Angga
" sekarang Lo. harus minum jus ini !! " perintah Angga memegang segelas jus dan berjalan menuju Kirana
" ke kenapa harus gue... e " kata Kirana
" kenapa !! Lo pasti campurin sesuatukan didalam jus " ketus Angga memberi segelas jus jambu
" gue.. gak gak suka Ju..ss " kata gagap Kirana
" ok kalau Lo gk mau minum jus ini . sebagai gantinya Aurel adik Lo yng harus minum " kata Angga melirik Aurel
" ja jangannn !! " gue ajaa.. " teriak Kirana
Kirana akhirnya meminum jus yang diberikan Angga . dan menghabiskanya
" huuuhh sialan rasanya asinnn... banget " kata Kirana kesal mengerutkan keningnya
" gimana enak gk ?" kata Bagas tertawa melihat ekspresi wajah Kirana
" e e enak " kata Kirana terpaksa
" jadi enak ya ? kalau begitu lo minum dua gelas lagi " kata Angga memberi pelajaran kepada Kirana
" apa !! " kata Aurel melihat ekspresi wajah Kirana " sepertinya tidak enak dan terpaksa diminum Kirana . " batin Aurel
" biar gue aja yang minum . kak Kirana kan udah ,giliran gue " kata Aurel membela Kirana
" gk boleh !! siapa yang buat dia yang harus tanggung akibatnya !!" kata Bagas melarang Aurel .
Kirana pun menghabiskan tiga gelas jus yang rasanya asin sungguh tidak enak . " aku harus ke kamar mandi ! " kata Kirana berlari ke kamar mandi dengan wajah kalah ...
__ADS_1