
Aurel dan Kirana kabur dari rumah Angga secara diam-diam lewat pintu belakang , karena diruang depan ada pesta .
" ayo cepat " kata Kirana menarik tangan Aurel
"aku udah pesan taksi online " kata Aurel
Kirana dan Aurel berlari keluar rumah keluarga Angga . dan akhirnya taksi datang..
sampai dirumah .
pak satpam membuka pintu gerbang . Kirana dan Aurel pun masuk mengendap- endap . lewat jendela kamar .
" kita harus masuk lewat jendela " kata Kirana pelan-pelan .
" tapi gue .. gk bisa kak . nanti kalau gue jatuh gimana " jawab Aurel
" tenang kan ada gue " kata Kirana masuk lewat jendela dan membantu Aurel masuk lewat jendela juga . lalu berjalan pelan-pelan dalam kegelapan , naik tangga dan pergi ke kamar bersama .tanpa ada yang tahu
pagi hari
" ibu ? ayah ? " tanya Aurel
" maaf nona . mereka sudah pergi bekerja diluar kota , pagi tadi jam lima " jawab Surti , seorang pembantu.
" apa !!! kenapa tiba-tiba " ketus Kirana berjalan turun dari tangga
" mungkin karena penting mereka terburu- buru kak " jawab Aurel
__ADS_1
" silakan sarapan dulu nona Aurel dan Kirana " kata Surti
setelah selesai sarapan Kirana dan Aurel pergi ke kampus mengendarai taksi online , karena mobil mereka sedang ada di bengkel ganti kaca mobil , yang sudah dipecahkan Angga kemarin .
sampai di kampus Jakarta favorit
Kirana dan Aurel berjalan masuk kelas , tiba- tiba Angga dan dua saudaranya menghadang langkah kaki Kirana dan Aurel .
" berani- beraninya Lo !! semalam kabur dari hukuman !! " kata Angga dengan nada tinggi
" dan Lo udah janji waktu pertandingan basket kemarin . kalau Lo kalah harus mau jadi budak kita satu Minggu " sambung varell
" semalam kita mau pamit pulang , tapi kalian sedang pesta . dan kita nanti ganggu kalian " penjelasan Aurel .
" oh ya !!! gue tetap akan hukum kalian berdua hari ini . karena semalam udah kabur dari hukuman untuk..."kata Angga
tiba-tiba terdengar suara bell berbunyi tanda masuk kelas , menghentikan kata Angga yang belum selesai . Kirana menarik Aurel dan berlari ke dalam kelas menghindari Angga dan dua saudaranya .
Didalam kelas
Angga dan Bagas yang berada didepan bangku Kirana , melempari Aurel dan Kirana dengan kertas, pensil dan bungkus plastik terus- menerus membuat Kirana geram ..
" Lo pikir gue tong sampah !!! apa maksud Lo lemparin gue plastik , kertas ini " kata Aurel marah dihadapan Angga dan melempar kembali sampah itu ke wajah Angga .
" bruuukkk " suara Angga memukul meja , dan tidak terima atas sikap Kirana
"hey !! gila !!! Lo gk tau sopan santun ya ? " kata Angga memancing amarah Kirana
" dasar pengecut Lo . !!!! " teriak Kirana
guru dengan tegas , datang menemui Kirana dan Angga yang sedang bertengkar saat pelajaran dimulai .
__ADS_1
" cukup !! Kirana kamu berdiri ditengah lapangan sambil hormat ke tiang bendera ! sampai pelajaran saya selesai " perintah ibu guru dengan tegas
" tapi Bu..Bu ..ini semua ..gara - gara dia yang menggangu saya " penjelasan Kirana
" cukup saya gk mau tau keluar dari kelas saya dan berdiri ditengah lapangan " perintah keras dari ibu guru .
Kirana pun pergi keluar kelas dengan wajah kesal menatap Angga yang sedang tersenyum senang melihat Kirana kena hukuman dari guru , Kirana berdiri di tengah lapangan dan hormat ke tiang bendera merah putih , semakin siang matahari semakin panas membakar kulit wajah Kirana yang sedang dihukum .
Beelll berbunyi tanda istirahat dan ulangan pun berakhir , Aurel keluar kelas dan menghampiri Kirana . memberikan air minum ke pada Kirana .
" kak apa kau baik-baik saja " tanya Aurel melihat Kirana minum sangat kehausan
" kau tidak perlu memikirkan aku , aku akan kuat " jawab Kirana tersenyum
terdengar langkah kaki Angga, Bagas, dan varell menghampiri Kirana dan Aurel ditengah lapangan .
" gimana Lo suka hukuman dari kami !!" tanya Bagas dengan sini
" lo gk akan menang ngelawan gue . Lo gk tau siapa gue !!" tanya Angga
" biar gue jelasin ke mereka berdua , biar mereka sadar diri " kata varell
" kita tiga bersaudara dari keluarga Adi Jaya ,ayah kami menteri luar negeri di Indonesia ." sambung varell dengan sombong
" dan posisi kalian berdua hanya sebagai budak kita . jadi gk usah cari masalah sama kita " kata Bagas dengan angkuh
" walaupun ayah kalian menteri . gue gk peduli ! gue akan balas dendam " batin Kirana
" dasar licik " batin Aurel menatap Angga
" akhirnya mereka berdua diam . tidak bisa melawan " kata Angga memalingkan wajahnya .
__ADS_1
" ayo kita ke kantin , dan kalian berdua harus jadi pelayan kita " ajak Bagas
Kirana dan Aurel pun berjalan dibelakang angga, Bagas dan varell menuju kantin kampus