
[Diluar kelas]
Terlihat Kirana dan Aurel membawa bola basket ,menuju Angga, Bagas dan varell dengan wajah marah.
"Lo gila cari masalah sama gue!!, beraninya main dibelakang. Lo itu kayak pengecut!" kata Kirana sambil melemparkan bola. Dan tanpa sengaja mengenai varell.
"BRUKKK" suara bola basket itu mengenai kepala varell
"Kenapa harus gue korbannya? kan yang lempar bolanya kena kaca. Lo yang pecah itukan gara-gara Angga, gue gak ikutan" penjelasan Varell memegang kepalanya yng pusing
"Gue gk peduli. Pokoknya kalian harus ganti rugi!!"kata Kirana kesal
"Kalau kalian bertiga gak mau ganti rugi. Aku laporin ke ..." kata Aurel berhenti tidak bisa berkata saat Angga mendekatinya. Perasaan Aurel menjadi tidak enak.
*Saat sedang marah dia sangat menyeramkan* batin Aurel
"Lo, kalau berani lawan gue dipertandingan basket?!" tantangan dari Kirana menghadang Angga yng sedang mendekati Aurel.
"Oke, siapa takut" jawab Angga
"Nanti kalau gue yng menang kalian harus ganti kaca mobil gue!!. Dan kalian harus minta maaf bersujud di kaki gue!! " kata Kirana
"Kalau kita yng menang, Lo berdua harus jadi budak kita selama satu Minggu !!" kata Bagas dengan sombong
"Oke lihat aja nanti. gue gk akan kalah!!" ketus Kirana
"Lo yakin Kak, kita menang. Gimana kalo kita kalah, gue gk mau jadi budak mereka" bisik Aurel
"Lo gk usah takut. gue yakin mereka bertiga gk akan menang, gue kan dulu juara lomba basket waktu SMA " kata Kirana sombong.
"Lo cari satu orang lagi. Gue pemain yng sportif" kata Bagas
"Siapa yang mau ikut gabung tim ku ?" tanya Aurel mencari seseorang
"Aku !! Aku ikut gabung " kata Natasya menghampiri Kirana dan Aurel menjadi satu tim
"tiga lawan tiga! kita lihat tim gue pasti yang akan menang. Dan kalian para cewek gila akan jadi budak kita" kata Varell tersenyum sombong
"Jangan mimpi. kalian kalahin gue dulu" kata Kirana
"PIRTT..." suara peluit wasit terdengar nyaring.
Permainan basket dimulai Kirana pandai bermain basket menjadi Forward \(pemain depan\), sedangkan canter \( pemain pusat \) adalah Aurel. Dan Natasya guard \(penjaga ring\). Gerakan Angga merebut bola dari tangan Aurel sangat cepat dan mengoper bola ke Varell, melompat keatas dan memasukan ke ring, mencetak gol....
selain itu Bagas mengiring bola dengan ujung jari terlihat sangat lincah ,cepat sehingga Kirana dan Aurel tidak bisa merebut bola . dan melompat lurus keatas lay up mencetak gol...
__ADS_1
Sekor 2\-0 suasana menjadi panas
hati Kirana semakin terbakar amarah
sedangkan Natasya tersenyum senang menatap Angga
*ada yng gk beres nih???* Batin Aurel melihat tingkah laku Natasya
--------------------------------------
Pertandingan berakhir. Sekor putra VS putri, 4\-1
"pemenangnya adalah tim Putra!" pengumuman wasit
"Akhir nya Lo menang. Lo keren banget Angga" batin Natasya
"Semua ini karena Natasya. Aku curiga dia kerja sama-sama Angga" kata Aurel berbisik kepada Kirana
"Lo pikir bisa kalahin kita. Dasar cewek gila " kata Bagas
"Kurang ajar!!"kata Kirana melangkah maju menghadapi ejekan Bagas dan " plakk...plak bruk ...bruk" suara tangan Kirana memukul wajah Bagas dengan keras. Melampiaskan amarahnya
"Dasar cewek gila! Aduhhh, sakittt" kata Bagas memegang wajahnya dan berlari kearah Angga.
"Kakak tolong gue ada cewek gila lagi ngamuk" kata Bagas bersembunyi dibelakang Angga
"Dasar pengecut!!" kata Kirana
"Kalau berani sini. Maju gue tonjok lagi kalau kurang" sambung Kirana menunjukan tangan menggenggam tangan
"keren banget, dan parah.. tadi gue kena bal basket. Sekarang Bagas di pukuli cewek itu sadis banget " kata varell merasa takut
"Dasar cewek gila, gk punya sopan santun. Lo udah pukuli adik gue sampai babak belur, gue pastiin Lo berdua bakalan dikeluarin dari kampus!" bentak kasar Angga
*Aduh, masak baru hari pertama masuk , harus dikeluarin ? dan juga jika ayah dan ibu tau aku pukul orang pasti gue dimarahi habis-habisan*batin Karina merasa kesal
"Gue akan laporin Lo cewek gila ke kepala sekolah. Biar dihukum !!" Ancaman Varell
"Jangan!!!" Teriak Aurel
"Gue minta maaf atas nama kakak gue. Kita pasti tanggung jawab kok" sambung Aurel
"Gue juga bisa laporin kalian bertiga karena pecahin kaca mobil gue kepada kepala sekolah" kata Karina mengancam juga
"Emang Lo siapa? kepala sekolah gak akan percaya sama Lo. Udah jelas dia paman gue" kata Angga tersenyum sinis
__ADS_1
"Dan kita punya bukti. Buat keluarin Lo dari kampus" kata Bagas
"Bagas kamu parah banget. Pasti sakit ya?" kata Natasya cari perhatian
"Ma .. maaf kan kakak gue, tolong jangan laporin masalah ini" kata Aurel
"Gue pengen denger kata maaf dari Kirana , cewek gila ini" kata Bagas
"Lo gk mau minta maaf. Gue laporin Lo dan adik Lo juga!!"kata ancaman Angga
"Gue minta maaf. Iya iya gue salah" kata Kirana
*kalau bukan demi Aurel gue gk akan minta maaf*batin Kirana menatap Aurel
"Oke sekarang kalian berdua harus tepatin janji!" kata Verrel
"Kalian harus jadi budak kami selama satu Minggu" sambung Angga tersenyum sombong
"Kenapa kita berdua? kita kan bertiga? " kata Aurel melirik Natasya
"Gue kan cuma bantuin kalian! gue gk ikut perjanjian. Iya kan Angga ? " tanya Natasya
"Iya, sayang" jawab Angga
"Dasar penghianat!! Lo pacarnya Angga, Lo juga yng bikin gue kalah!" kata Kirana
"Kalian bisa mulai bawain tas gue hari ini" kata Varell melempar tas kepada Kirana
"Gak adil. Dasar main curang " kata Kirana
"Lo berdua ikut kerumah kami!" perintah Angga sambil menggendong Bagas yng babak belur
"Awas aja Lo. Setelah satu Minggu berakhir gue bunuh kalian bertiga" kata Kirana mengomel
"Lo bilang apa barusan?!" Tanya Angga
"ee..eengak gue cuma berpikir gimana kalau Bagas dibawa kerumah sakit dulu" penjelasan Kirana memadamkan amarah, sambil tersenyum terpaksa
"Gak perlu pura-pura baik" kata Varell sinis melihat Kirana
"Aurel tolong bantu gue. Sini?! Lo duduk disamping gue" kata Bagas menarik tangan Aurel. *Gue masih ngeri kalau Deket Kirana* batin Bagas.
Kirana dan Aurel pergi mengendarai mobil milik Angga dan saudaranya .
menuju rumah Angga ....
__ADS_1