
"AA...AAA.." 😰Teriak Aurel, kesakitan tangannya di genggaman keras oleh Jerry dan Sepatu kirinya di injak Bagas.
"Lo kenapa?"🤔 Tanya Bagas menatap Aurel
"Ada apa?"🤨 Tanya Jerry menatap Aurel
"Bagas, Lo nginjek sepatu gue. Dan Lo, Jerry lepasin tangan gue. Kalo kalian berantem gak jelas...lebih baik pergi jauh-jauh dari hidup gue!!!" Kata Aurel emosi😡
"Maaf gue gak sengaja Aurel"😔Kata Bagas, berdiri di depan Aurel
"Ini gara-gara Bagas. Dia yang mulai duluan!"😔😤 Kata Jerry menyalahkan Bagas, dengan tatapan mata tajam.
"Apa Lo bilang!!" Kata Bagas terpancing emosi ðŸ˜
"Lo dulu yang buat masalah, main bawa kabur Aurel, menghindar dari gue kan?!!" Kata Jerry 😑 menatap Bagas
"Kalo iya, memangnya kenapa?!" Kata Bagas, menatap Jerry.
"Mulai lagi... bertengkar terus.." Kata Aurel lelah
Aurel yang berada di tengah, merasa muak dengan sikap mereka berdua yang tidak bisa akur.
Aurel pergi diam-diam disaat mereka asyik bertengkar.
Disaat itu, Aurel melihat wajah Kirana sedang duduk termenung di belakang pancuran air yang keluar dari mulut patung singa yang indah itu, sama sekali tidak dipedulikan oleh Kirana, ia malah sibuk melamun memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Aurel menemui Kirana, Kemudian duduk disampingnya memandangi wajah Kirana.
"Ana... Sepertinya kau sedang banyak masalah ya.?" Tanya Aurel, menatap serius kearah Kirana.
"Rel...Gue gak ngerti, kenapa pikiran dan perasaan gue gak sama. Gue bingung banget." Jawab Kirana, mengacak-acak rambutnya dengan wajah kesal.
"Lo kenapa Ana? Kita ini saudara, kau tidak boleh menyembunyikan rahasia dari ku." Kata Aurel semakin penasaran,
dengan tingkah laku Kirana yang suka berubah-ubah sejak tiga hari yang lalu.
"Gue gak tau kenapa? tidak ada beban berat lagi yang menghantui pikiran gue ingin balas dendam kepada Angga, gue sekarang mencoba untuk menjauh dan melupakannya tapi...
Perasaan gue terasa sakit, jika melihatnya bersama wanita lain.
Dari mana datangnya perasaan ini?.
Yang pasti gue gak suka jika dia bersama wanita lain, dan kemanapun gue menjauhinya gue rasa ini usaha yang sangat berat! sialnya gue tidak bisa melupakannya begitu juga.
Gue seperti terjebak dalam labirin, yang gue selalu mendapatkan jalan buntu." Kata Kirana cemberut memasang wajah sedih dan frustasi
"Aurel gue terima kasih untuk semuanya. Hari ini aku ingin keluar dari kampus, aku akan pergi pulang ke rumah ku keluarkan kaporydes di Inggris." Tambah Kirana menghembuskan nafas berat.
"Tapi kenapa? bukankah kau sangat membenci keluarga kandungan mu!!. Kami keluarga Devander sangat menyayangi mu, aku juga sudah mengganggap mu seperti saudara kandung ku sendiri" Suara Aurel memelas sedih mendengarkan ucapan selamat tinggal dari Kirana.
"Aurel aku ingin mencari kehidupan ku, masa lalu ku, dan tujuan hidup ku. Ku mohon mengertilah keputusan ku, ikatan persaudaraan kita akan tetap sama. Kita masih bisa bertemu, mengirim pesan, dan aku tidak akan pernah melupakan mu." Kata Kirana menguatkan hatinya yang terluka, melihat Aurel menangis.
__ADS_1
"Baiklah, hanya satu permintaan ku. Aku ingin mengantarmu sampai di Bandara internasional, boleh kan?" Permintaan Aurel memelas sedih
"Tentu saja, boleh" Kat Kirana sambil mengukir senyum tipis, mengusap air mata Aurel.
*******
Setelah menyelesaikan surat izin keluar dari kampus, dan juga sudah berpamitan dengan para teman-teman,
hanya saja wajah Angga terlihat biasa dan datar seakan tidak peduli kepada Kirana yang hatinya terluka menatap kearah Angga,
dia adalah satu-satunya orang yang tidak mengucapkan selamat tinggal untuk ku, sebegitu besar kah rasa bencinya kepadaku.
Keluarga Devander juga sudah memberikan ku kasih sayang dan membesarkan ku sampai sekarang.
Aku pamit pulang ke keluarga asli ku, aku pergi meninggalkan air mata untuk ibu dan ayah angkat lebih tepatnya orang tua Aurel.
Sampai di bandara internasional, perpisahan diantara aku dan Aurel terasa sangat berat. Air mata perpisahan mengalir deras tanpa henti, Aurel memeluk ku sangat erat seakan akan tidak ingin melepaskan ku pergi.
"Aurel ku mohon biarkan aku pergi" Kata Kirana
"Baiklah...jangan melupakan ku kak...hiks hiks aku menyayangimu selamanya" Suara Aurel terdengar tersedak air mata.
"Tidak akan ku lupakan. Kau akan selalu ada di hati dan memori ku" Ucapan terakhir Kirana, perlahan pergi membawa satu koper-nya yang besar.
"Tunggu Kirana!! kumohon jangan pergi" Suara seorang pria berlari memeluk Kirana dari belakang.
__ADS_1