
Keinginanku
" Andai saja aku kaya pasti akan ku bantu dia " Ujar sang wanita tua ketika dia melihat seorang nenek nenek yang membawa sapu lidi dipundaknya dan nenek itu menawarkan sapu lidi yang ada dipundaknya.
" Nak bagaimana mau tidak sapunya? Harganya cuman 5 ribu saja " Ucap nenek itu menawarkan kembali.
" Maaf aku tidak bawa uang " Kata wanita tua itu sambil tersenyum.
Wanita tua itu bernama Sarila yang selalu berkeinginan untuk menjadi kaya dan membuat sebuah panti jompo untuk para lansia, tetapi dia tidak memiliki uang yang banyak dan sekarang dia sedang mengumpulkan uang untuk membuat panti jompo.
" Huh kapan uang ini akan terkumpul? " Batinnya sambil berlalu ingin pulang kerumahnya
" Uang yang baru terkumpul hanya 500 juta itu juga hasil aku menabung selama 5 tahun terakhir ini, bagaimana caranya agar uang itu terkumpul 1 M dalam 2 tahun kedepan? " Renungnya sambil tetap berlalu pulang.
BRAKK
" Akhh " Tiba tiba terdengar suara benturan benda keras dan setelahnya terdengar teriakan seorang wanita.
" Astaga kau ceroboh cleo " Ujar seorang wanita yang berada di dalam benda beroda empat yang berjalan. Lalu dia buru buru keluar dari mobil itu dan menghampiri orang yang di tabrak oleh sang mobil.
" Ibu, ibu tidak apa? " Tanya cleo.
" Dasar ya mentang mentang mobil kamu mobil bagus dan mahal, kamu jadi gak mengikuti peraturan hah? " Ujar Sarila sambil berteriak marah.
__ADS_1
" Maaf Bu, saya baru belajar mobil tadi " Jawab cleo menunduk karena dia tahu bahwa dia salah.
" Kau tidak tahu apa bahwa ini jalan raya yang padat dan malah kau belajar dijalan yang padat hah? Aku tidak mau tahu kau harus ganti rugi lihat wajahku! " Teriak Sarila sambil menunjukkan wajahnya yang lecet parah dan mengeluarkan banyak darah.
" Bagaimana kalau kita kerumah sakit dulu bu agar bisa diobati dan aku akan bantu rugi bu " Jawab cleo memberi saran.
" Dasar kau baru saja menabrakku tapi kau sudah mau membawa mobilmu, aku baru saja terluka di wajahku gara gara kamu, bagaimana jika saat kau membawaku kerumah sakit terjadi kecelakaan dan itu menambah luka yang ada ditubuhku? " Ucap Sarila sambil mengancak ngancak pinggang nya.
" Benar kata kata ibu ibu ini " Batin cleo.
" Baiklah berapa yang ibu mau sebagai pengganti kerugian Ibu? " Jawab cleo pasrah yang mengikuti keinginan sang ibu yang ditabraknya.
" Ini adalah kesempatan ku untuk menggapai keinginan ku " Batin sarila senang.
" Aku minta kamu mengganti rugi sebesar 600 juta " Ujar sarila.
" Baiklah jika kau tidak mau, tidak masalah aku akan melaporkanmu ke kantor polisi dan mungkin kau akan dipenjara dan di denda dengan jumlah yang lebih dari itu " Ujar sarila dengan senyum smirk nya.
" Ja.. Jangan bu " Ujar cleo merasa takut dengan apa yang dikatakan oleh sarila.
" Bagaimana ini, aku mungkin bisa memberikan uang itu tim dengan meminta kepada kakak tapi aku takut ditanya untuk apa uang sebanyak itu " Batin cleo.
" Baiklah bu saya akan ganti rugi dan saya minta no rekening ibu agar saya bisa mentransfer nya " Ucap cleo dengan wajah lesu.
__ADS_1
" Baiklah 1567...... " Jelas sarila dengan senyum mengembangnya.
" Tapi saya minta ibu besok datang ke cafe di taman ini untuk membuat surat kontrak " Ujar cleo.
" Baiklah aku setuju " Ucap sarila sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda pengesahan.
Lalu sarila pergi begitu saja dan cleo kembali dengan wajah murung dan pusing karena teleponnya tidak berhenti hentinya berbunyi karena sang kakak menelponnya sudah pasti notif transfer itu akan muncul di handphone kakaknya.
" Akhirnya keinginanku menjadi kenyataan dan sebentar lagi aku akan membuat sebuah panti jompo " Ucap sarila.
Keesokan harinya sarila datang ke cafe dekat taman itu sesuai perjanjian itu dan terlihat cleo dan dua orang lainnya sedang duduk disana dan sarila datang lalu duduk.
" Ini adalah surat perjanjian nya nyonya " Ucap salah satu teman cleo yang ikut datang kesana dengan menggunakan pakaian berjas.
" Oke, ini aku sudah tanda tangan " Ucap sarila tampa membaca isi dari surat perjanjian itu dia langsung tanda tangan saja.
" Baiklah sudah kan, aku harus pergi " Ucap sarila sambil beranjak pergi dari tempat duduk itu dan orang yang duduk ditempat yang sama merasa jengah dengan tingkah laku sarila yang ceroboh dan angkuh.
Sarila tidak pulang ke rumahnya dulu dia memanggil tukang bangun rumah dan lalu dia membeli alat alat untuk bangun rumah dan membeli tempat tidur, bahan bahan makanan dan alat kedokteran ( kursi roda, obat obatan dan imfus) dia membeli semua peralatan rumah untuk panti jomponya itu dan menghabiskan uangnya sekitar 200 juta.
Saat pembangunan itu selesai dia sudah menyusun semua barang barang dan semua itu dia menghabiskan uangnya 200 juta kembali.
Keesokkan harinya sarila mulai membawa satu persatu lansia ke rumah yang ia buat dan rumah itu bisa menampung sekitar 50 Lansia dan dia juga sudah membayar lunas beberapa suster dan dokter selama setahun.
__ADS_1
Sudah beberapa 7 bulan ini sarila sudah mulai mengurusi lansia dan kehidupannya itu sesuai keinginan nya dan tapi uang yang dia gunakan semakin menipis karena dia selalu menggunakan uang yang ada tetapi tidak ada pemasukan hingga membuat uang itu pasti akan selalu berkurang jika digunakan.
Bagaimana kelanjutan kehidupan sarila...