
" baiklah lalu bagaimana dengan dia? " tanya Mario menatap Clara dalam seakan sedang mencari jawaban dari pertanyaan nya di wajah cantik Clara.
" Aku rasa kau jangan terlalu menyiksanya lagi Rio, kau lihat dia sudah sangat terguncang akibat siksaan mu " jawab Clara sambil menatap saudari kembarnya yang sedang meringkuk di sudut ruangan dan menangis.
" Kenapa? apakah kau kasihan kepadanya? " Tanya Dave yang tiba tiba berdiri dan menatap tajam Clara.
" Huh untuk apa aku kasihan kepadanya? aku hanya memastikan saja bahwa dia tidak akan mati dalam waktu dekat karena masih banyak siksaan beda fantasi yang belum diberikan " Ucapnya santai sambil melirik sekilas Dave dan langsung menatap kembali sang saudari kembarnya.
" Ku kira kau merasa kasihan kepadanya karena dia saudari mu " Ucal Dev sambil terkekeh halus karena merasa ngeri dengan tatapan kedua temannya yang tajam.
" Dave kau ini masih saja tidak mengerti ak-"
TRING
Terdengar suara handphone yang menandakan ada pesan masuk dan sang pemilik handphone pun langsung bergegas mengambil handphonenya disaku celananya.
__ADS_1
" Cla apakah suamimu mengadakan rapat pemegang saham? " tanya boy saat sudah selesai membuka pesan dari sekertaris nya.
" Aku tidak tau, karena aku berada di sini " Tanya Clara dengan polos.
pletak..
" pertanyaan bodoh macam apa itu boy? " tanya Mario yang merasa jengah dengan sahabat sahabatnya ini.
" Sepertinya hanya aku saja diantara kita yang pintar dan cerdas " ucao Mario lirih tapi masih bisa di dengar oleh para sahabat sahabatnya hingga sahabatnya pun langsung menoleh dan melirik tajam ke arah mario. dan Mario pun berhidik ngeri.
" Hehehehe maaf " kekeh Mario menunjukkan senyum lima jarinya.
" Kau kesana lah dan buat kita bisa mendengar isi rapat itu kami akan mengurus hal lain yang lebih penting " ucapnya sambil tersenyum iblis. Mario, Dave dan boy hanya menatap Clara binggung urusan lain apa pikir mereka mengingat ngingat. sadar akan tatapan bingung temanya Clara hanya bisa menghela nafas kasar.
" huh yasudah nanti akan ku jelaskan " ucap Clara sambil berlalu dari hadapan mereka dan mereka bertiga pun mengikuti jalan Clara sambil saling menyenggol nyenggol seperti anak kecil.
__ADS_1
Disisi lain..
" adam bagaimana sudah kau siapkan? " tanya alex kepada tangan kanannya.
" Sudah tuan muda " jawaban datar yang diberikan oleh tangan kanannya dan dijawab anggukan kepala oleh nya dan mereka seperti kulkas 12 pintu.
saat semua orang sudah berada di ruang rapat sambil berbisik Bisik karena merasa binggung kenapa mereka di kandang untuk rapat dadakan ini dan mereka hanya bisa menebak nebak.
" Apa karena kasus hotel itu? " tebak mereka sambil melihat ke arah daddy crala, karena merasa bahwa daddy nya crala lah yang memegang penuh kuasa dalam pembangunan hotel itu.
" cihh kita lihat apakah si alex itu bisa berperilaku Adil dengan setiap orang atau tidak " Batin boy sambil melirik pintu yang sudah dibuka oleh sang pemimpin kerajaan bisnis dan seketika membuat suasana ruangan itu menjadi panas.
" baiklah aku tidak akan basa basi yang merasa terlibat dalam pembuatan ruangan bawah tanah itu jujurlah kepadaku mungkin aku akan memberi hukuman kecil saja. " Tanya Alex sambil berjalan mengelilingi orang disana. dan
" Tidak ada yang mengaku?, daddy mertua? " tanya Alex dengan Seringaian tajam melirik ke daddy mertua nya.
__ADS_1
" tidak mungkin Alex akan menghukum ku karena dia adalah menantu ku hah " Ucapnya sambil melihat sang menantu.
" aku sudah sabar maka cabut saham kita yang berada di perusahaan daddy mertua ku " ucapnya sambil berlalu pergi dengan muka memerah dan menahan amarah dan melampiaskan nya kepada pintu yang di gebraknya dengan kuat hingga kacanya retak.