
BUGHHH BUGHH BUGHH..
Suara lemparan sepatu yang mengenai Clara dengan di susul dia terjatuh tepat didepan gerbang keluar dan terdengar keras karena dorongan yang sangat kuat dari Liliyana.
"Pergi kau sialan" Ucap Liliyana
"Iya pergi saja kau anak sial, kau itu gak tau diri untung saja nyonya Maria mau memberimu tempat tinggal tapi lihat dasar anak gak tau diri yah, udah dibantu ehh malah ngaku ngaku. " Ucap para wali murid yang ikut geram dan berbicara tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu.
Apakah itu termasuk fitnah? Gak tau deh🙁
Clara pergi karena dia merasa sangat sakit saat mendengar kata kata para wali murid dan Liliyana.
Dengan kaki terseok karena mungkin terkilir saat terjatuh tadi sambil menahan sakit dan tangisnya,, teruss berjalan hingga sampai di depan tempat ibadah dia mampir untuk berdoa dan baru saja ingin memasuki tempat ibadah itu tiba tiba dia ditarik dan dilempar oleh sang penjaga tempat ibadah itu.
"Dasar kamu anak haram berani banget kamu kesini tempat ini terlalu suci untuk kamu yang sial dan haram PERGI DARI SINI" ucapnya jijik dan menunjuk nunjuk
"Hikss hikss aku bukan anak sial aku bukan anak haram hiks" Ucapnya melanjutkan perjalanannya.
Saat sampai disebuah gudang yang berada di samping tempat beribadah dia masuk dan
Terlihat sebuah gudang yang hanya bisa dimasukin dua orang biasa, udara pengap dan gelap dan disana terdapat jendela yang mengarah langsung ke tempat ibadah yang tadi sempat dikunjungi nya dan terdapat pohon yang banyak sekali kertas tergantung dipohon yang tidak memiliki daun seperti saat dimusim gugur.
Pohon itu biasanya digunakan orang orang untuk mengirim doa dan meminta sesuatu dalam bentuk surat agar dibaca oleh malaikatnya dan disampaikan kepada Tuhan nya.
"Tuhan apakah benar jika kita meminta sesuatu yang kita inginkan dengan tulus maka Tuhan akan mengkabulkanya? Ucapnya dengan lirih sambil menatap ke jendela yang mengarah langsung ke tempat ibadah tadi.
" Maka Tuhan bisakah aku meminta—"
__ADS_1
" Maka Tuhan bisakah aku meminta keluargaku menganggap ku ada dan menyayangiku seperti kak Crala, hiks hikss?. Sambungnya dengan isakan yang lirih.
"Tuhan kabulkan lah doaku Tuhan hiks hiks kumohon,,, jika Tuhan kabulkan aku akan memberikan sesuatu hal yang aku suka, kumohon hiks hiks" Lanjutnya dengan isakan yang semakin kuat.
Kediaman Smith....
Saat Clara sampai didepan pintu rumahnya dan dia melihat Crala sedang menangis dan ditenangi seluruh keluarganya.
"Andai saja saat aku menangis aku ditenangi seperti itu" Ucapnya iri.
"Ayolah sayangku Crala jangan menangis bukan nya kau sudah akan menjadi kakak lihat didalam perut mommy sudah ada adikmu" Ucap sang mommy.
"Apa iya mom? Aku akan menjadi kakak" Ucap Clara tiba tiba menyahut.
"BERANI SEKALI KAU KEMARI ANAK SIAL SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA PUTRI SEMATA WAYANGKU!" Suara bariton terdengar dan menekan kata katanya.
"Apa benar aku bukan putri kalian hikss hikss hingga kau bilang kak lena sebagai anak semata wayangnya. " Keluhnya dalam hati.
"PELAYANNNN"Pekik keras dari sang daddy.
" I.. Iyaa tuan apakah a.. Ada yang dibutuhkan
"sahut sang maid yang datang sambil menunduk dan bicara tergagap dan tubuh gemetar karena merasa takut.
" Cepat kau siapkan pecahan kaca sebanyak-banyaknya di paviliun belakang tempat anak sial itu tinggal dan taruhan pecahan kaca itu disetiap lantai dan jangan sampai ada celah dan buang seluruh sendal nya agar dia merasakan 10 kali lipat yang telah dirasakan oleh putriku, ingatlah putriku hanya satu ya itu Crala"ucap sang daddy dengan tampa melihat Lexa.
"Da.. Daddy maaf.. Maaf kumohon jangan hukum Clara hiks hiks daddy kumohon" Ucap Clara dengan wajah takut dan memohon.
__ADS_1
"AYO KESINI KAU ANAK SIAL BERANINYA KAU MELUKAI TUAN PUTRI KAMI JANGAN HARAP KAMU MENJADI PUTRI KELUARGA SMITH DISINI LIHATLAH INI AKIBAT KAU BERHARAP HAHAHHAHA" ucap sang ketua maid yang geram dengan ulah Clara yang dibuatnya setiap hari dia harus menghukumnya setiap hari akibat setiap ulah yang dibuat Clara ketua maid pun mulai merasa geram dan Bosen.
BUGHH
Clara terjatuh dan terlihat lantainya sudah terdapat pecahan kaca disetiap sudut tampa ada celah di ruangan kecil berukuran 2x3 yang sangat gelap di situlah tempat tinggal Lexa.
"Hikss sakit tolong maafkan aku" Isaknya merasa kesakitan akibat pecahan kaca itu mengenai badannya, dan bukan mengenalnya saja tetapi ada beberapa yang sudah tertancap di tubuhnya karena dorongan yang kuat.
"Itulah akibat kau berani menyakiti putriku anak sial" Ucap sang daddy Jassons dengan tatapan kejam
"Anggap saja sebagai hadiah dariku, bukankah aku baik telah memberimu hadiah anak sial" Ucap sang daddy dengan senyum remeh nya.
"Apakah ini hadiah dari daddy, baiklah daddy Clara berterimakasih kepada daddy karena daddy sudah memberiku hadiah ini" Ucapnya dengan senyum sumringah.
"Cih.. " Ucap Clara.
"Cepat tutup pintu ini dan jangan buka sampai pagi dan ingat jangan beri dia makan dan minum" Ucapnya dengan senyuman manis.
"Baik tuan" Ucap sang ketua maid yang berada di sebelah sang tuan.
"Dan kau anak sial selamat menikmati hadiah dariku ini" Ucap sang Jassons dengan stay smile nya.
"Siap daddy dan terimakasih" Ucapnya dengan membalas senyuman daddy dengan senyuman polos nya.
Saat ketua maid itu menutup pintu, Jassons dan ketua maid berlalu dari Favilium.
"Cihh aku benci dengan matanya yang sok polos dan sok suci" Ucap Jassons dengan nada yang merasa jijik.
__ADS_1
Saat Jassons sudah sampai di ruang keluarganya dia langsung menghampiri putrinya dan sang istrinya yang sedang berbincang bincang dan sang istri juga sedang menyuapi sang putrinya makanan.
"Astaga putri daddy—"