
" Astaga putri daddy yang cantik ini sedang makan apa dan teganya putriku ini tidak mengajakku makan bersamanya. " Ucapnya dengan suara yang dibuat buat sedih.
" Daddy ayolah daddy jangan sedih crala Kesal menunggu daddy dari tadi karena daddy lama sih mengurusi adik Clara itu " Ucapnya sambil memajukan bibirnya.
" Hahaha, imutnya anak daddy cup, maaf kan daddy ya " Ucapnya gemas dengan cara bicara anaknya saat sedang marah kepadanya.
" Oke crala maafin daddy, tapi daddy janji jangan mengulanginya lagi yah " Ucapnya menjulurlan jari kelingkingnya kepada daddy nya.
" Hahahaha baiklah baiklah "ucapnya melakukan hal sama dengan putrinya dan sambil memegang kupingnya.
" Baiklah daddy ayo kita makan dad crala sudah lapar dad " ucapnya Kesal.
" Ayo " Ucapnya sambil mengendong sang putri agar duduk dipangkuannya.
Dan di Favilium belakang terlihat Clara sedang tersenyum senyum karena baru pertama kali mendapat hadiah dari sang daddy, dan dia tidak merasa sakit di badanya yang terkena pecahan kaca karena sudah hanyut dalam kesenangan nya.
" Astaga daddy seperti sudah mulai menyayangi ku dan sudah ada yang menginginkan aku" Ucapnya dengan sambil tersenyum manis.
"Tapi mommy dan yang lain belum menganggap ku " Ucapnya kembali sedih.
" Tidak masalah yang terpenting daddy sudah memberiku hadiah ini " Ucapnya sambil menatap ruangan nya yang dipenuhi dengan pecahan kaca itu.
" Aku akan menikmatinya dengan bahagia dan akan ku kenang hadiah ini " Ucapnya dengan senyum tetapi mata gadis itu menitikkan air mata. Tetapi dengan cepat gadis itu menghapusnya.
Ketahuilah disetiap senyuman bukan berarti orang itu sedang bahagia dan senang pasti disetiap sikap memiliki makna lain seperti sebuah kalimat majemuk.
kita mungkin bisa melihatnya tetapi tidak tau kepastiannya, yang bisa membuat perbedaan arti sikap orang adalah cara pandangan kita kepada orang tersebut. Dan masa kalau kita.
__ADS_1
Di ruang makan keluarga smith.
"A... A... Ayo tangkap bahan bakar nya tuan putri pesawat akan meluncur.... " Ucap sang daddy yang sedang menyuapi Lena.
" Nyam,, astada daddy ini atu butan anak tecil ladi lo " Ucap crala dengan suara yang tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makananya .
" Tidak kau tetap anak kecil menurut daddy sayang, "ucap sang daddy dengan raut wajah yang sedih saat mengingat putrinya yang dia jaga dan dia besarkan sudah mulai besar saja.
Crala lalu menatap sang daddy nya dan Lena tau bahwa sang daddy sedang sedih. " Tentu daddy, tapi kata grandma suatu saat daddy sendiri yang harus melepaskan Crala saat Crala menikah dengan Pangeran tampan Crala daddy,jadi daddy jangan sedih ya dad nanti crala jadi tidak bisa untuk meninggalkan daddy " Ucapnya dengan panjang Lebar dengan tangannya sambil mengusap pipi sang daddy.
" Astaga putriku ini pemikiran mu sudah sangat dewasa sekali nak " Ucap Jassons bangga terhadap putrinya.
" Tentu crala kan anak daddy Jassons Smith dan mommy Maria Smith" Ucapnya dengan bangga.
Jassons menatap sang putri dengan sendu.
Tentu setiap orang tua akan merasa bahwa anaknya sangat cepat tumbuh dan besar, anak yang pertama kali dia lihat,saat pertama kali keluar dari perut sang ibunya dan pertama kali dia gendong, dia besarkan dan selalu dia jaga, selalu diberi kasih sayang melimpah. Dan pasti akan ada rasa sedih dan terharu saat kita mengingat kenangan kenangan yang tersimpan dalam memori kita dan ada rasa ketidakrelaan saat kita akan menyerah kan putri kita kepada sang pangerang yang dicintai oleh putri kita.
" Sudahlah crala jangan kau pikirkan anak sial itu dan jangan pernah panggil dia dengan sebutan adik karena dia bukan adikmu. "Ucap mommynya yang tiba tiba menyatukan sambil membentak sang putrinya.
" Maaf mom " Cicitnya kecil.
" Sudah sudah lanjutkan makan kalian dan habiskan! " Ucap sang daddy melerainya.
Setelah selesai makan sang daddy dan mommy Crala menyuruh sang putrinya untuk masuk kamar nya duluan tidak berselang lama mereka berdua masuk dan membantu Crala untuk membersihkan gigi nya sebelum tidur dan di iringi dengan tawa dari mereka karena tingkah konyol yang dibuat sang daddy.
Setelah urusan kamar mandi selesai sekarang sang daddy sedang menceritakan dongeng agar sang putri tercinta tertidur. Setelah beberapa menit membaca dongeng sang putri akhirnya sudah berada di alam mimpinya lalu sang daddy ikut menyusul putrinya untuk mengarungi alam mimpinya juga.
__ADS_1
Maria yang melihat itupun langsung tersenyum dan dia lalu memberi kecupan kepada putri dan suaminya.
" Selamat tidur putriku dan suamiku sayang " Ucap Maria ikut memejamkan mata untuk mengarungi alam mimpi nya juga.
Di Paviliun......
" Aku ingin bisa tidur lagi dipelukan daddy dan mommy hikss hikss " Ucapnya lirih yang sedang bersandar di pintu dengan badan yang bau amis dari darah yang sudah kering di tubuhnya.
" Apakah mommy dan daddy bisa memaafkan aku dan akan menyayangi ku lagi? " Ucapnya lirih dan matanya mengeluarkan air asin yang cukup deras.
" Astaga mata ini sangat nakal suka sekali mengeluarkan air nya, ayolah jangan sedih ini sudah biasa oke " Ucapnya sambil menghapus air mata yang sudah jatuh di pipinya.
" Baiklah Clara harus bisa melewati malam ini seperti malam biasa aja, aku akan mengambil obat dulu agar aku bisa tidur dan mimpi indah " Ucapnya sambil beranjak berdiri.
" Tapi tidak ada air minum " Ucapnya bingung
" Tidak apa aku akan telan saja, lagi pula semua yang masuk ke mulut tidak ada rasanya. " Ucapnya dengan ambigu.
Perlahan obat berwarna putih itu masuk dalam mulut dan lalu clara kembali lagi kepintu lagi, ya walau ada pecahan kaca yang harus dilewatinya tapi dia seperti tidak merasakan apapun saat pecahan kaca kaca itu mengenai kaki nya.
" Tuhan walau aku tidak merasakan secara langsung kumohon berikan aku sebuah mimpi yang membuatku merasakan itu Tuhan " Ucapnya sambil melihat keatas yang tembus dengan langit itu.
TOK TOK TOK
Terdengar suara pintu yang di ketuk oleh seseorang agar orang yang dibalik pintu mengetahui keberadaannya dan membuka pintu.
TOK TOK TOK
__ADS_1
Terdengar lagi suara ketukan itu dan memecah keheningan malam itu. Itu terdengar dari paviliun belakang.
" Anak mommy clara... —"