
Disisi lain...
" bagaimana perkembangan kasus ruang bawah tanah ini?, mengapa banyak mayat disini tuan apakah hotel ini hanya sebagian dari rencana penutupan kasus mafia? " Tanya salah satu wanita yang memegang microphone dan mengarahkan nya ke salah satu pria gagah dan tegap yang berseragam kepolisian.
" Mohon maaf saya selaku ketua penyidik dalam kasus ini belum bisa memberikan informasi lanjut, sebelum pemilik hotel ini memberikan klarifikasi nya terkait ruang bawah tanah ini " ucap brano ketua dari penyidikan kasus ini.
Tetapi Brano heran mengapa mereka tidak mendengar kan jawaban yang telah diberikannya malah mereka menyorot mobil yang baru sampai seakan jawabannya hanyalah omongan semata.
__ADS_1
" Astaga inilah nasibku yang rendah dibandingkan seorang Christopher, entah mengapa aku harus lahir di keluarga subroto huh tapi walau begitu aku sudah pernah merasakan nya aku pernah bermimpi menjadi seorang Christopher, dan semoga nanti malam aku bermimpi lagi " ucap brano sambil senyum senyum sendiri dan membuat ajudan yang disampingnya bergidik ngeri.
" Ada apa dengan komandan kenapa di senyum senyum sendiri ya? apa dia gila?.. ahhh aku rasa itu tidak mungkin karena dia sudah menjadi komandan yang aku tahu bahwa saat ingin menjadi komandan harus melewati banyak test, psikologis, Fisik blablabla,, Ohh aku tahu mungkin saja boss sedang memikirkan seorang gadis cantik yang akan dijadikanya sebagai istri ke-3 nya ahh tapi tidak mungkin dia baru saja menikah 5 bulan yang lalu dan atau dia menang togel? " Batin ajudan tono sambil mulutnya terlihat komat-kamit dan mereka tidak menyadari ada orang besar yang sudah di hadapan mereka.
Hingga pada saat seseorang menyapa mereka dengan pertanyaan dan dengan suara yang sangat dingin mereka pun tersadar dari gelutan pemikiran mereka dan saat melihat orang didepannya siapa mereka langsung saja membungkukkan tubuh mereka 90 derajat dengan wajah yang gugup dan tidak berani mengangkat tubuh mereka untuk berdiri tegak karena takut dengan seorang Alexander Christopher.
Saat Alex sampai pada ruang bawah tanah itu terlihat ada banyak darah tetapi tidak ada mayat disana dan ruangan itu tidak ada tanda tanda terjadi kekerasan disana dan itu membuat Alex dan adam menajam dan lalu Alex mengangkat tangannya dan menggerakkan jari telunjuknya pertanda untuk mereka yang ada dibelakangnya maju kehadapan nya.
__ADS_1
Seakan paham mereka lalu berdiri di depan Alex dan sambil menunduk dan gerakan yang tak terduga dari tangan Alex yang memberi sapaan kuat di pipi brano hingga membuat brano terjatuh ke lantai dan brano pun mendongakkan kepalanya menatap Alex dan bukan hanya di beri sapaan di pipi saja tetapi juga di perut dan kaki nya dan itu membuat brano berteriak kesakitan dan tono yang melihat itu langsung semakin menundukkan kepalanya.
" Jika kau ingin selamat hidup dan batin maka buat kasus ini menjadi mudah bagiku " Ucap Alex dingin sambil melirik adam dan saat melihat lirikan dari sang tuan adam langsung mendekati Alex dan Alex pun membisikkan sesuatu.
" adam kau ke perusahaan dan buat meeting pemegang saham dan pembangunan hotel ini semua yang berkaitan dengan hotel ini mereka harus hadir atau aku akan membuat mereka tidak bisa mengikuti setiap perintah ku lagi dengan membunuhnya " Bisik Alex yang masih terdengar oleh tono.
" Baik tuan " ucap adam sambil membungkukkan tubuhnya dan langsung berlalu kesana dan saat adam sudah sampai di depan para reporter dia lalu menelpin seseorang dan tak lama banyak orang yang berbadan tegap memasuki ruangan bawah tanah itu saat dilihat mereka masuk semua adam pun berlalu menuju mobil yang sudah berada di hadapannya.
__ADS_1