
" honey honey hey " ucap tiba tiba alex yang membuyarkan kenangan buruknya.
" I.. iyaa kenapa by? " ucap Clara kaget.
" Kau memikirkan apa hingga kau tidak mendengarkan panggillan ku? " Tanya Alex dengan mata yang mengintimidasi.
" Ti.. Tidak aku tidak memikirkan apa apa ko " ucapnya ragu karena merasa terintimidasi.
" Ohh baiklah,, Aku harus jalan ke perusahaan karena ada masalah di perusahaan, kemarin terjadi penyerangan antar mafia di ruang bawah tanah, yang aku tidak tahu disana ada ruang bawah tanah " Ucap Alex sambil mengganti baju dan menyerahkan dasi ke Clara untuk sebagai kode perintah memasangkannya.
" Astaga,, boleh kah aku ikut? " Tanya Clara yang mukanya tampak terkejut dan cemas sambil memasangkan dasi ke leher suaminya.
" Tidak, disana akan ada banyak penyidik dan mungkin disana ada mafia yang masih bersembunyi " Jawab Alex sambil mengambil tas nya dan langsung berjalan ke luar kamar setelah mengecup kening Clara dan Clara pun langsung mengikuti langkah suaminya.
__ADS_1
" Baiklah aku jalan,, sampai jumpa dan hati hati honey " Ucap Alex yang langsung mengecup kembali kening sang istri dan langsung jalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan garasi.
" Kau yang hati hati " Ucap Clara terkekeh dengan perkataan sang suaminya yang menyuruhnya hati hati padahal dia berada dirumah saja seharusnya itu adalah dialogku.
Setelah mobil yang membawa Alex sudah tidak terlihat di perkarangan rumah nya, datang mobil dengan supir lalu Clara pun memasuki mobil itu dan mulai keluar dari perkarangan rumah nya dan terlihat mobil Clara mulai berjalan ke arah yang berlawanan dengan sang suami yang lebih dulu keluar dari perkarangan rumah itu.
Disisi Lain....
" Shitt kalian tidak ada gunanya,, aku membayar kalian bukan untuk berlutut bodoh, cepat cari siapa yang berani membuatku rugi " ucap pria itu langsung menendang kuat hingga sang bawahan langsung terpental kebelakang dan langsung pergi dari hadapan sang tuan.
" Siapa kau? " ucap pria paruh baya itu sambil melihat peti yang terdapat tulisan menggunakan darah dan berlian putih itu.
" Hadiah pertama?, siapa yang aku berikan hadiah pertama yang sangat menyenangkan " batinnya bertanya sambil tersenyum smirk.
__ADS_1
" Apakah anak keluarga Berlinds? Darlends? Atau para mafia yang bersekutu dengan mafia butterfly? " ucapnya lirih sambil mengerutkan keningnya.
Disisi Lain...
" Astaga mengapa lama sekali, kau Clara " Ucap Dave yang mondar mandir di dalam sebuah koridor yang berwarna putih itu.
" Bagaimana ini dia sakit, lalu ini semua salahmu Mario!, gara gara kau gadis culun itu eitss wanita culun itu jadi sakit dan gila " ucap Dave yang menyalahkan Mario yang telah membuat Crala seperti orang gila yang terus terusan berteriak ketakutan.
Dan membuat gadis itu harus selalu diberi obat penenang oleh dokter karena dia terus berontak saat dokter ingin mengobatinya.
" Cihh,itu tak sebanding dengan keluarga ku yang ayahnya bunuh dan adikku yang dia siksa sampai mati " Ucap Mario sambil menggertakan giginya hingga bernyunyi saat dia mengingat betapa kejamnya keluarga jassons Smith terhadap keluarganya.
𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙥𝙪𝙞𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙧𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙘𝙚𝙧𝙥𝙚𝙣 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 (𝙥𝙡𝙖𝙣𝙣𝙞𝙣𝙜) ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🙂🤗✨
__ADS_1