
" alex bangun lex, waktunya makan " ucap Clara memukul mukul dada bidang alex yang sedang memeluknya.
" sebentar lagi " ucap Alex dengan matayang tertutup.
" Baiklah " lirih Clara pasrah dan sambil berfikir menerawang jauh dengan kejadian kemarin dan mengingat itu membuat Clara tersenyum.
" aku akan lebih membuat mu lebih derita jassons " batin Clara.
" Aku memberikan hadiah pertama ku pada mu dan kau mendapatkan hadiah pertama dari ku, aku masih ingat kau memberi hadiah yang sangat indah kepadaku jassons " batin Clara sambil tersenyum.
FLASHBACK...
"Selamat siang semuanya... Perkenalan saya adalah kepala sekolah TK INTERNASIONAL KIDS nama saya adalah Liliyana.seperti yang kalian ketahui bahwa kalian diundang disini untuk pengambilan raport putra dan putri kalian dan untuk pengumuman siswa/i terbaik tahun ini. Oke kita mulai saja acaranya ya.."
Setiap detik dan setiap menit berlalu saja dan setiap susunan acara sudah terlaksana dari pembukaan hingga menuju pengumuman inti berjalan sukses tampa adanya kesalahan
Tentu tidak memiliki kesalahan karena sudah hampir kurang lebih dua bulan mereka berlatih untuk acara ini dan mereka juga harus menjaga image orang ke sekolah mereka, mereka juga takut jika ada yang tersinggung dengan kegiatan yang dibuat mereka, tentu itu akan membuat sekolah mereka akan rata dengan tanah,secara anak anak yang sekolah disini adalah anak orang orang yang terpandang dan berkuasa.
"Baiklah ini adalah acara inti yang kita tunggu tunggu, saya akan mengumumkan siswa/i terbaik tahun ini,, dan iya tahun ini bukan seorang siswa yang mendapatkannya tetapi siswi dan siswi itu adalah...... " Ucapnya dengan suara lantang.
"C.... L..... A.... Ra... Cla... ra,ya sang siswi terbaik tahun ini dengan mendapatkan nilai terbaik adalah Clara,,, Clara ayo nak keatas panggung! Dan untuk wali dari Clara dimohon menuju keatas panggung. " Ucapnya dengan terbata-bata dan bangga agar membuat orang menebak nebak kiranya siapakan siswi itu?
Gadis kecil yang namanya dipanggil tersebut jalan menuju panggung dengan kepala tertunduk tetapi, jika diperhatikan mukanya sangat pucat dan tangannya meremas satu sama lain yang menunjukkan bahwa dia sedang ketakutan.
"Nah ini dia sang siswi terbaik tahun ini" Ucapnya bangga.
15 menit kemudian....
__ADS_1
"Nak Clara dimana wali kamu nak? Apa mereka datang, hmm" Tanyanya lembut.
"Mommyku datang kok ibu" Jawabnya lirih.
"Baiklah kita tunggu sebentar lagi" Jawabnya kesal.
15 menit kemudian.....
"Dimana mommy mu? " Tanyanya ketus sambil melihat sebuah benda yang menunjukkan waktu yang ada ditanganya.
"Lalu dimana mommy mu? Siapa namanya nak? " Lanjutnya kesal karena terlalu lama menunggu.
"Nama mommy ku Maria Smith " Jawabnya lirih dengan wajah pucat.
"Mana mungkin anak ini putri dari keluarga terpandang seperti Keluarga Smith badanya saja kurus seperti itu" Ucapnya dalam hati sambil melihat tubuh Clara dari atas sampai bawah.
Dan terlihat ada seorang wanita yang masih muda dan sangat cantik yang dan sambil mengenggam erat tangan seorang gadis kecil yang cantik dan tidak kalah dengan kecantikan ibunya karena Kesal dengan semua orang melihat kearahnya dan menjelekan keluarganya.
"Dia bukan anakku... " Jawab wanita cantik yang tiba tiba datang dan menuju ke panggung dengan elegan.
"Anakku hanya ada satu ya itu Crala Smith dan dia adalah satu satunya putri dikeluarga Smith, dan anak itu hanya ANAK SIAL yang ada dikeluargaku. " Ucap Alina Sambil menunjuk nunjuk muka Clara.
"Mungkin kau salah,cih!! mengumumkan nilai terbaik disini hah! Pastinya putriku yang mendapat nilai terbaik disini!!! " Ucapnya sambil mendecih.
"Astaga bagaimana ini" Bingung sang kepala sekolah dalam hati.
"Aku harus segera mengambil tindakan agar nyonya Smith tidak meratakan sekolah dan menghilangkan nyawaku, tapi bagaimana cara nya hiks, aku harus berpikir cepat ayo Liliyana berpikir berpikir. " Ucapnya dalam hati sambil memikirkan cara agar selamat.
__ADS_1
"HEI KAMU ANAK SIAL PERGI KAMU DARI SINI, KAMU ITU ANAK SIAL JIKA SESEORANG MELIHAT WAJAH JELEK MU ITU MAKA KAMI AKAN TERKENA SIAL" Ucapnya nyaring hingga terdengar sampai ke para wali murid lainya.
"Huh semoga dengan cara aku memakinya dan menjelekkan anak sial ini nyonya memaafkan aku" Doanya dalam hati.
"Maaf sa..sa ya salah nyonya maksud saya Nona Crala yang terbaik nyonya,, mungkin ada kesalahan teknis nyonya hikss " Ucapnya sambil berlutut di kaki sang nyonya yang memiliki sekolah ini,, yah dia adalah Maria Smith.
"Astaga lihat dia kasihan sekali cepat bantu dia" Ucap seseorang wanita sambil mendekati seorang anak kecil yang sedang menangis.
"Bukankah dia anak dari orang yang sedang berada diatas panggung itu" Bisik bisik mereka yang sambil mengerumuni gadis cantik itu.
"Huh, " Memutar bola matanya malas melihat Liliyana berlutut didepannya dia tidak menghiraukan malah berjalan tergesa gesa ke tempat kerumunan banyak orang saat melihat sesosok putri kecilnya tidak ada di tempat dia meninggalkannya. Dan dia khawatir sebab ada banyak yang mengerumuni seorang gadis dan dia mendengar sebuah isakan yang dia kenal dari siapa isakan itu.
Saat Maria sampai terdengar suara isakan kecil Maria tau itu suara isakan dari sang putri nya Alina langsung menerobos masuk diantara kerumunan orang.
"Putriku Crala.. " Ucapnya lembut penuh kasih sayang.
"Mom hiks hiks lena nda mau jadi yang ke dua hiks hiks" Isak nya manja.
"Iya anak mommy selalu nomor satu sayang, cup cup cup" Ucapnya menenangkan lena dengan menciumi seluruh wajah sang putri.
.
"Astaga sayang kaki mu berdarah sayang, ayo kita kerumah sakit" Ucapnya baru sadar bahwa kaki sang anak terluka dan berdarah terlihat bahwa Maria sedang sangat khawatir terhadap putrinya padahal kaki sang putri hanya terluka kecil saja. Maria dan Crala serta para pengawal pergi menuju rumah sakit.
"PERGI DARI SINI ANAK SIAL GARA GARA KAMU SEKOLAH DAN NYAWAKU TERANCAM" Ucapnya lantang dan sambil menyeret Clara.
"Iyaa dia itu seperti nya hanya bermimpi untuk menjadi anak dari keluarga Smith, dasar anak gak tau diri dan sial, cih" Bisik para wali murid sambil melihat ke arah Clara.
__ADS_1
BUGHHH BUGHH BUGHH..