Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?

Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?
Volume 01, Chapter 21.


__ADS_3

"Simon-san apakah ada yang ingin anda tanyakan pada saya?"


Simon terlihat berpikir tetapi dia memilih untuk mengatakannya "tidak bukan apa apa Tanjiro sebenarnya aku ingin sekali mengundangmu masuk kedalam familia kami karena aku merasa kamu akan menjadi sangat hebat kedepannya dan kemungkinan  bisa mengalahkan monster yang berada di desa kami"


"monster"


"Tanjiro kau tahu kami berasal dari negara beltane, meskipun kami menyebutnya negara mungkin luasnya hanya selebar desa besar, negara kami cukup tertutup bahkan negara tetangga menyebutnya sebagai negara kabut"  Tanjiro melihat yang lainnya terdiam termasuk Roxy yang menjadi diam juga saat Simon mulai menceritakan tentang tempat tinggalnya "dahulu kala semua penduduk di negara kami memiliki penyakit kronis yang hanya bisa disembuhkan oleh sumber air kehidupan, bahkan kami juga mengalaminya karena penyakit itu masih tetap ada sampai sekarang, alasan kami bisa baik baik saja karena kami meminum air kehidupan yang kami bawa"


"..." mendengar kisah Simon, Tanjiro hanya bisa terdiam dan membiarkan dia untuk melanjutkan ceritanya.


"tetapi beberapa abad yang lalu seekor monster yang kami sebut raja rawa muncul dan masuk ke dalam pusat sumber air kehidupan yang mana hal ini membuat sumber air kehidupan menjadi beracun, untungnya dewa Bheara datang ke beltane dan menemukan cara untuk menyegelnya dan untuk membuat raja rawa terus tertidur dalam segel kami harus membuat persembahan untuk membuat sihir khusus agar raja rawa tetap tertidur"


"kami berencana untuk mengalahkan raja rawa dan tujuan kami datang ke kota orario adalah menemukan bantuan yang akan membantu kami mengalahkan raja rawa"


"...."


"tidak perlu berwajah seperti itu Tanjiro, aku tidak akan memaksamu untuk masuk kedalam masalah kami tetapi jujur didalam hatiku aku masih ingin memiliki rekan sepertimu"


"terima kasih banyak simon-san, jika aku bisa membantu hal lain aku pasti akan melakukannya"


Mendengar jawaban Tanjiro mereka terlihat tersenyum dan kembali bersemangat


"hahahaha itulah mengapa aku menyukai orang sepertimu Tanjiro"


"jadi Simon-san apakah kamu berhasil mendapatkan bantuan" tanya Tanjiro pada Simon


"ya kami berhasil mendapatkan bantuan, kami menjual beberapa barang kami untuk memasang misi di guild dan kami malah berhasil mendapat bantuan dari familia pemburu yang kebetulan bertemu dengan rombongan kami"


"jadi begitu, syukurlah... anoo...simon-san apakah boleh aku ikut dengan kalian" tanya Tanjiro ingin membantu mereka "aku akan melakukan apapun, aku hanya ingin membantu"

__ADS_1


"Tanjiro aku sangat menghargai itu tetapi lawan kami sangat berbahaya aku tidak merekomendasikannya" balas Simon


"Simon setelah kau mengatakan cerita tentang kami lalu kau menolak bantuan Tanjiro bukankah kau sedikit tidak sopan" yang tak terduga balasan itu keluar dari Roxy.


"tidak, aku hanya merasa ingin jika Tanjiro bergabung dengan familia kami dengan begitu hanya butuh beberapa tahun dan mungkin saja dia akan menjadi petarung yang kuat, kau lihat kan kemampuan yang dimilikinya bahkan tanpa berkah dari dewa saat bertarung aku bisa merasa dia seperti seorang level 2 berpengalaman" tambahnya pada Roxy "Tanjiro aku merasa kau akan tumbuh hebat aku yakin kau bisa mengalahkan raja rawa, tapi kau yang sekarang aku rasa belum cukup, jadi kau tidak perlu ikut dalam ekspedisi berbahaya ini-"


Disaat Simon terus mengoceh Tanjiro memotong nya hingga dia berhenti bicara "simon-san apakah anda berniat bertarung untuk kalah?"


Mendengar itu Simon menjadi diam bahkan Roxy juga sama.


"aku sudah pernah mengalami pertarungan dimana aku hampir kehilangan nyawaku, Simon-san kita pasti menang yang perlu kita lakukan hanya terus berusaha dan berjuang" jawab Tanjiro sambil tersenyum pada Simon.


................


Setelah berbincang panjang lebar akhirnya Simon akan mengajak Tanjiro juga bergabung dalam ekspedisi perburuan Raja Rawa di Beltane kampung halamannya.


"jadi Tanjiro bagaimana kami akan menjemputmu, kami berencana tinggal sehari lagi dan familia yang akan membantu kami juga akan bergabung dengan kami sehari setelah monsterphilia" Simon menanyakan pada Tanjirobagaimana dia akan menjemput tanjiro saat keberangkatan nanti, hal ini dikarenakan penginap yang mereka tinggali tidak berdekatan.


"hmm..aku tidak tahu, aku akan bertanya dulu sebentar" karena kami saat ini sedang sarapan di penginapan yang ditinggali Simon dan yang lainnya jadi Simon hanya pergi ke arah konter dan bertanya apakah ada kamar kosong di tempat ini.


Tanjirobisa melihat Simon sedang berbicara dengan resepsionis dan beberapa saat dia kembali dan mengatakan "tanjiro sayang sekali tapi di penginapan ini kamar telah penuh"


"aku mengerti simon-san, itu tidak apa apa" jawab tanjiro.


"meskipun disayangkan tapi menurut resepsionis itu dia mengatakan bahwa tidak jauh dari sini ada penginapan milik temannya yang kebetulan penyewa kamarnya ditemukan meninggal di dungeon kemarin sore jadi tempat itu kosong.


"eh..baik" meskipun itu terdengar seperti kabar baik bahwa tanjiro kemungkinan mendapatkan sebuah kamar, tetapi kabar buruk tentang kematian penyewa sebelumnya jauh lebih mempengaruhi tanjiro.


'seseorang telah mati di dalam dungeon, aku tahu tempat itu berbahaya setelah Fanett-san menjelaskannya kemarin, tetapi memilih untuk membuka Dungeon untuk umum seperti itu meskipun mereka tahu bahaya didalamnya, ...huh...sepertinya keinginan menjadi kuat adalah apa yang tertanam dipikirkan orang orang didunia ini?' pikir tanjiro sambil menyimpulkan bahwa, di dunia ini sangat menjunjung tinggi nilai kekuatan.

__ADS_1


"tanjiro"


Saat tanjiro melamun tiba tiba Simon memanggilnya dan membuat tanjiro terbangun dari lamunannya.


"ah..maaf Simon-san aku sedikit keluar dari pikiranku"


"tidak masalah, jadi bagaimana tanjiro? mau mencoba melihat penginapan itu"


"tentu" Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Tanjirohanya pergi bersama dengan Simon sementara yang lainnya pergi menyelesaikan kesibukan mereka.


***


Tidak jauh dari penginapan yang simon tinggali kemungkinan jaraknya hanya sekitar 700 meter sekarang Simon dan juga tanjiro sudah berdiri tepat di sebuah penginapan yang diberitahukan oleh resepsionis sebelumnya.


Didepan Pintu terlihat nama penginapan itu adalah laba laba hitam dan saat tanjiro masuk kedalam diikuti oleh Simon, Tanjirolangsung mendekat ke arah resepsionis wanita dibalik konter yang berada di lobby penginapan.


"permisi aku ingin tahu apakah aku bisa menginap disini untuk 2 hari" tanya tanjiro pada resepsionis wanita di depannya.


"tentu kebetulan ada satu kamar kosong-" setelah memberi tahu Tanjiro bahwa ada kamar kosong yang bisa ditempati, resepsionis wanita itu mulai menjelaskan biaya menginap beserta makanan disana.


Setelah setuju dengan biaya penginapan tanjiro diajak pergi melihat kamar yang berada dilantai dua, setelah melihat kedalam kamar, tanjiro merasa puas dengan bagian dalam kamar yang bersih dan juga tanjiro diberi tahu bahwa di penginapan ini menyediakan tempat pemandian dengan membayar beberapa valis tambahan dan tentu saja tanjiro senang mendengarnya.


Saat perjalanan turun ke lobby penginapan tiba tiba Simon bertanya pada resepsionis tentang berita yang menyatakan bahwa kamar itu sebelumnya ditinggali seseorang yang dikabarkan meninggal di dungeon


"maaf tuan, dari mana anda tahu" tanya balik resepsionis penginapan laba laba hitam itu pada Simon.


"aku mendengarnya dari Silvia" jawab Simon, mendengar percakapan mereka tanjiro merasa Silvia yang disebutkan Simon kemungkinan adalah resepsionis yang berada di penginapan tempat Simon tinggal.


"huh.." terdengar helaan nafas dari wanita di depannya lalu dia menceritakan orang yang dikabarkan meninggal tersebut "kabar itu memang benar, jika tidak salah nama orang itu adalah Reymond"

__ADS_1


"Eh?"


__ADS_2