
Setelah pertemuan dengan kedua gadis di kedai makanan sebelumnya tanjiro kembali berkeliling dan menikmati festival.
Saat tanjiro berjalan mendekat ke arah tempat acara penjinak monster berada, tiba tiba tanjiro bisa mencium bau monster dan darah di sekitarnya.
Dengan terburu buru tanjiro berlari ke arah sumber yang menimbulkan bau darah tersebut.
Disana Tanjiro melihat dua sosok pria sedang melawan monster yang terlihat seperti manusia babi hijau raksasa.
Tanjiro melihat kedua orang yang melawan babi tersebut untungnya tidak terluka terlalu parah.
Tanpa pikir panjang tanjiro langsung melepaskan pedang patahnya dari sarungnya dan melompat ke arah monster babi tersebut.
Karena tanjiro melompat dari gang di samping monster babi itu, monster babi itu tidak sadar bahwa tanjiro sudah melompat setinggi kepalanya dan bersiap untuk memenggal dirinya.
Dengan menggunakan teknik pernafasan airnya tanjiro bersiap memulangkan monster babi itu ke alam kematian.
Zen Shuchu ( Konsentrasi Penuh ),
Mizu no Kokyu : Ichi no Kata ( Pernafasan Air : Teknik Pertama )
Tanjiro menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sambil melepaskan teknik pernafasan air gerakan pertama.
Minamo Giri (Tebasan Permukaan Air)
Dengan satu gerakan monster itu dipenggulleh tanjiro dengan mudah.
"apa kalian tidak apa apa?" tanya tanjiro pada mereka berdua.
Saat tanjiro mendekat ke arah mereka, dia bisa melihat kedua orang itu mengenakan pakaian dan topeng gajah yang hampir mirip dengan yang dikenakan oleh dewa ganesha saat dulu tanjiro pertama kali bertemu di gerbang kota.
'apakah mereka anggota dari Ganesha familia' pikir tanjiro saat melihat penampilan mereka.
"iya, terima kasih banyak" balas salah satu pria bertopeng gajah itu.
"syukurlah,.....mengapa ada monster di tengah kota sebenarnya apa yang terjadi" tanya tanjiro ingin tahu karena mungkin saja mereka bisa menjelaskan.
Mendengar pertanyaan tanjiro mereka berdua saling melirik satu sama lain dan mereka mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi maksud kalian saat ini banyak monster yang terlepas dari kandang monster yang kalian simpan untuk dijinakkan"
"iya, bisakah kau membantu kami memburu mereka agar tidak ada korban jiwa"
"aku mengerti, aku akan membantu" jawab tanjiro dengan senang hati membantu.
"kalau begitu mari kita berpencar"
Melihat tanjiro berjalan menjauh untuk berpencar mereka berdua saling mengobrol dan membicarakan tanjiro dibelakang.
__ADS_1
"apakah tidak masalah kita memberitahukan padanya tentang masalah Ganesha familia"
"Ganesha-sama telah berkata untuk meminta bantuan dari siapapun bahkan dari familia lain itu tidak masalah"
"jadi begitu"
"meminimalisir korban jiwa lebih baik daripada harga diri itu yang dikatakan Ganesha-sama"
"seperti yang diharapkan Ganesha-sama"
"tapi apakah orang itu akan baik baik saja"
"aku tidak tahu tapi melihat gerakan barusan aku yakin dia Jokyu Boukensha ( petualang kelas tinggi"
"aku mengerti, mari kita percaya padanya."
Sementara Tanjiro tidak tahu percakapan yang mereka lakukan karena saat ini dia sudah bertemu dengan monster berikutnya.
Monster itu terlihat seperti belalang sembah atau Mantis hanya saja ukurannya hampir dua kali lipat tinggi tanjiro.
'monster babi raksasa itu juga sangat besar sekarang bahkan serangga juga sangat ada apa semua monster di dunia ini'
Karena takut monster itu akan melukai orang lain tanjiro dengan cepat berlari mendekat untuk membunuhnya.
Melihat mantis itu menyerang dengan menggunakan sabitnya tanjiro berputar ke samping dan memotong bersih sabit itu di bagian pangkalnya dari samping.
Monster itu tidak menyerah dan menggunakan sabit kirinya yang tersisa untuk menyerang tanjiro.
Tanjiro tidak berhenti dan berbalik untuk memasang kuda kuda karena masih ada tiga monster disekitarnya.
"terlalu banyak orang ada disini, aku harus menghabisi mereka dengan cepat" gumam tanjirou sambil memperhatikan kondisi sekitar.
Tanjiro melihat 3 monster lainnya terlihat seperti monster rusa dengan tanduk besar dan juga dua kobold yang sepertinya berkelompok.
Karena tanjiro merasa monster rusa itu terlihat berbahaya dia memilih untuk menyerang monster itu terlebih dahulu karena takut monster itu melarikan dari dan melukai orang lain.
Hupppp...
Kali ini tanjiro menggunakan banyak kekuatan pada kakinya untuk bisa melakukan serangan cepat hingga membuat tanjiro dalam sekejap saja bisa berada tepat di depan monster rusa tersebut.
Karena belum siap monster itu tidak bisa apa apa saat tanjiro menggunakan teknik pernafasan keempat langsung di depannya.
Mizu no Kokyu : Shi no Kata ( Pernafasan Air : Teknik Ke Empat )
Dengan tebasan kuat tanjirou membelah tubuh rusa di bagian pinggul dan leher, alasan tanjiro bisa membelah pinggulnya dengan mudah adalah karena monster rusa itu terlihat berdiri dengan dua kakinya.
Uchishio ( Gelombang Penyerang / Mencolok )
__ADS_1
Karena saat menggunakan teknik keempat tanjiro melompat keatas, tanjiro menggunakan dinding tembok di depannya sebagai batu loncatan untuk melompat ke arah dua kobold yang entah mengapa malah melarikan diri.
'sepertinya mereka juga masih memiliki kecerdasan' pikir tanjiro dalam keadaaan sudah melompat dari dinding sebelumnya dan saat ini sudah berada tepat diatas kedua monster kobold yang lari berdampingan.
"maaf" gumam tanjiro sedikit sedih sambil memposisikan pedangnya diatas kepalanya.
Tanjiro akan melepaskan teknik serangan penghancur yang akan menyerang musuh di bawahnya.
Zen Shuchu ( Konsentrasi Penuh )
Mizu no Kokyu : Hachi no Kata ( Pernafasan Air : Teknik Ke Delapan )
Takitsubo ( Cekungan Air Terjun )
Teknik ini adalah teknik menyerang target secara vertikal dengan gerakan mengalir yang paling efektif saat jatuh ke bawah.
Dengan serangan dari teknik kedelapan barusan kedua kobold masing masing terbelah menjadi dua bagian.
fuhhh..
Melawan monster monster barusan tanjiro belum merasa lelah dan dia masih bisa melanjutkan.
Tetapi di saat tanjiro bersiap pergi mencari monster berikutnya dia melihat seorang wanita yang familiar tidak jauh dari tanjiro berdiri.
Dengan masih mengenakan gaun yang sama tanjiro melihat wanita berambut emas dan bermata emas itu berdiri diam.
Dia memperhatikan Tanjiro dan sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi tiba tiba terdengar suara monster dari kejauhan yang memutuskan pandangan tanjiro dan gadis itu.
Dengan sekali pandangan terakhir dia melompat tinggi dan pergi dengan sangat cepat sambil tanjiro bisa melihat tubuhnya dikelilingi angin yang berhembus kuat.
"kuat" gumam tanjiro melihatnya.
"AHHHHH, kau bocah yang waktu itu" saat tanjiro masih terpesona dengan wanita sebelumnya tiba tiba wanita lain yang tampak familiar muncul.
Kali ini yang berambut merahlah yang datang, tetapi dia tidak sendiri melainkan bersama dengan 3 orang lain di sisinya.
Yang pertama dan kedua terlihat seperti saudara kembar.
Orang pertama terlihat memiliki mata hijau tua dan rambut coklat panjang, dia mengenakan pakaian terbuka yang terlihat seperti bikini berwarna merah juga stocking merah yang terlihat menyatu dengan bikininya, dia juga mengenakan kain untuk menutupi pinggulnya.
Selain itu dia terlihat memiliki anting-anting biru langit di telinganya.
Sementara wanita yang terlihat seperti saudaranya memiliki rambut hitam panjang sedang dan mata hijau tua, kulitnya hitam kecoklatan dan dia mengenakan pakaian yang terbuka, dia hanya mengenakan selembar kain putih di sekitar dadanya dan pareo di pinggangnya, di juga bertelanjang kaki tanpa mengenakan alas apapun sama seperti saudaranya yang lain..
Sementara itu ada seorang wanita lain yang terlihat bersama mereka dia memiliki rambut orange panjang yang diikat kuncir kuda, matanya bulat dan berwarna biru tua, dia juga memiliki telinga runcing. pakaian yang dikenakannya antara lain jubah merah muda roset di atas kemeja putih dan gaun korset merah muda. pita ungu juga terlihat tergantung di kerahnya.
"Loki, apa kau mengenalnya" tanya gadis kecoklatan berambut panjang pada sosok wanita berambut merah tersebut.
__ADS_1
"tidak juga, hanya saja pria ini mencoba menggoda Aiz-tan"
"APAAAAAAAAAA"