Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?

Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?
Volume 01, Chapter 25.


__ADS_3

"APAAAA" yang berteriak adalah gadis muda berambut orange dan bertelinga runcing, kemungkinan rasnya adalah elf.


"Loki-sama apa itu Benar" tanyanya sekali lagi.


"iya" jawabnya masih dengan nada riang


"grrrrrr"


"ini sebuah kesalahpahaman" balas tanjiro sambil berjalan mendekat dan menjelaskan bahwa dia hanya mengatakan apa yang dia pikirkan itu saja.


"jadi begitu ya"


"sudahlah lefiya bukankah sebaiknya kita mengikuti Aiz" jawab wanita kecoklatan dengan rambut sedang.


"Tiona-san tapi"


"Eh.. Loki sudah pergi" tambah wanita lainnya yang berambut panjang, sepertinya saat tanjiro berbicara, wanita berambut merah itu sudah pergi meninggalkan mereka.


"kalau begitu kita harus pergi menyusul" jawab wanita bernama lefiya tergesa gesa.


"haruskah kita mengejar mereka?" tanya kembali gadis yang sebelumnya disebut tiona.


"benar sekali lefiya, dengan kecepatan Aiz membunuh monster, kupikir dia bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat" jawab wanita berambut panjang yang kemungkinan saudara kembar dari gadis bernama tiona "untuk saat ini kita serahkan saja pada aiz"


"emmm... tapi" gadis bernama lefiya itu terlihat ingin pergi tetapi sepertinya dia mengikuti perkataan dua saudara tersebut.


"kalau begitu aku pergi dulu, aku mendengar banyak monster yang terlepas jadi aku ingin membantu" jawab tanjiro membuat mereka memperhatikan Tanjiro kembali.


"anoo.nee.. apa kau tidak dengar , aiz-san yang akan menyelesaikan semuanya dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat kupikir bantuanmu tidak akan terlalu berguna" jawab lefiya pada tanjiro dengan skeptis.


"benar sekali, diantara monster yang terlepas mungkin ada yang berbahaya" tambah tiona sementara itu saudaranya hanya diam.


"aku mengerti, meskipun aku tidak bisa terlalu banyak membantu tapi aku ingin melakukan sesuatu, ini hanya keegoisanku" balas tanjiro pada mereka yang terdiam mendengar jawaban tanjiro


"hu..hah mau bagaimana lagi aku juga akan membantu" balas tiona memecahkan kesunyian.


"aku juga" tambah lefiya tidak mau kalah


"aku tidak ikut, aku akan pulang untuk bertemu ketua semoga berhasil kalian berdua" jawab wanita berambut panjang itu berjalan pergi.


"tione..." saudaranya memanggilnya tetapi dia sudah pergi menjauh, dan tanjiro bisa tahu bahwa gadis yang baru saja pergi bernama tione.


"jadi apakah kota harus berpencar atau tetap bersama" tanya tiona pada tanjiro dan lefiya.


"aku tidak masalah dengan keputusan apapun"


"aku juga" balas tanjiro


"kalau begitu mari kita bersama saja.. ngomong ngomong aku belum tahu namamu"

__ADS_1


"namaku kamado tanjiro"


"oh, aku tiona dan ini lefiya" jawabnya sambil menunjukkan gadis elf di sebelahnya


"salam kenal, maaf karena sebelumnya berteriak keras padamu" kali ini lefiya bersikap lembut pada tanjiro setelah mendengar jawaban baik tanjiro sebelumnya.


"tidak, aku tidak apa apa... itu hanya kesalah pahaman"


"ne.. kau dari familia mana-" saat kami akan berjalan pergi tiona menanyakan dari familia mana tanjiro berasal tetapi obrolan kami terpotong karena tiba tiba sebuah gempa terjadi.


Tetapi gempa itu tidak terjadi karena bencana alam melainkan gempa itu terjadi karena kemunculan monster baru dari dalam tanah.


Batuan jalan hancur seketika di tempat monster itu muncul, seekor monster yang terlihat seperti ular bersisik hijau muncul menggeliat dari bawah tanah.


"AHHHHHHHH"


"MONSTER!!"


Teriakan panik mulai terdengar dari sekitarnya berhubung tanjiro saat ini berada tepat di lapangan yang dipenuhi banyak sekali kedai makanan jadi banyak sekali orang biasa yang ada disana.


"Monster apa itu, apakah itu monster ular?" tanya tiona.


"Tiona-san apa yang harus kita lakukan"


"Tanjiro ikut bersamaku untuk menghadapinya, lefiya bersiaplah merapalkan mantra" balas tiona dan memerintahkan tanjiro juga lefiya untuk bersiap menyerang.


Tanjiro bisa mencium bau monster itu lebih kuat daripada monster yang sebelumnya tanjiro lawan.


"Hyaaaaaa" dengan teriakan perang dan lompatan tinggi tiona memukul tubuh ular tersebut dan tanjiro juga mencoba untuk menyerangnya dengan tebasan biasa, hanya saja saat tanjiro mencoba menebas tubuh bersisik monster ular hijau itu pedangnya memercikan api seolah olah tanjiro baru saja memukul besi.


Ting.


"keras" gumam tanjiro, sementara tiona berteriak kesakitan karena lengannya terasa seperti memukul besi.


"KERAS SEKALI" teriak tiona sambil melompat mundur bersama dengan tanjiro "tahu begini aku akan membawa senjata" tambahnya dengan nada jengkel.


"TIONA-SAN" terdengar teriakan dari lefiya dibelakang kami yang khawatir.


"aku tidak apa-apa lefiya fokus saja pada rapalan sihir"


"baik" jawabnya cepat.


Sihir tanjiro pernah mendengar mereka dan pernah melihat sebagian kecil sihir sehari hari tetapi untuk sihir yang bisa digunakan pada pertempuran ini akan menjadi kali pertama tanjiro akan melihatnya.


Saat Lefiya mulai bersinar tanjiro bisa mencium bau aneh dari tubuhnya, 'bau tubuhnya mulai berubah sepertinya dia akan melepaskan sihir yang sangat dingin' pikir tanjiro merasa bahwa lefiya akan mengeluarkan sihir yang akan mempengaruhi suhu.


Saat tanjiro masih berpikir monster itu menyerangnya tetapi untungnya tanjiro masih bisa bertahan.


"Hyaaaaaa" dengan teriakan perang sekali lagi tiona menyerang monster ular itu tetapi kali ini dia menggunakan siku kanannya.

__ADS_1


Dampak dari serangannya sangat kuat hingga membuat Monster itu jatuh tersungkur bahkan udara disekitarnya juga berhembus kacau.


'kuat' pikir tanjiro melihat dampak pukulannya, sebelumnya juga tanjiro melihat pukulannya tetapi karena terlalu fokus menyerang monster dia tidak terlalu memperhatikan dampak serangan yang dikeluarkan oleh tiona.


Meskipun monster itu sudah dipukul dengan keras tetapi monster itu tidak terlalu terluka dan dia masih bisa kembali menggeliat.


Lefiya yang sedang merapalkan sihir semakin bersinar tetapi tiba tiba tanjiro mencium bau yang sama seperti monster itu bergerak di bawah tanah menuju lefiya.


"AWASSS" teriak tanjiro sambil melompat ke arah lefiya dan memasang pertahanan dengan pedang di dadanya, dan benar saja tiba tiba dari tanah muncul monster yang terlihat seperti cabang pohon dan mencoba mencambuk lefiya.


Sial bagi tanjiro karena kakinya belum menapak tanah dia tidak bisa mempertahankan posisi bertahan dan akhirnya terlempar bersama dengan lefiya yang berada tepat di belakangnya.


"GHAAA"


"KYAAAA"


WOSHHHHHH


DUARRRRRR


kami berdua terlempar ke arah tembok perumahan sekitar hingga membuat tembok hancur, lalu kami jatuh ke atas sebuah stan penjual buah buahan.


"LEFIYA, TANJIRO" tanjiro bisa mendengar tiona berteriak pada mereka.


'aku harus cepat menggunakan teknik pernafasan penyembuhan' Kaifuku no Kokyu sebuah teknik pernafasan yang bisa digunakan oleh tanjiro setelah diajarkan oleh Rengoku Kyojuro kemampuan ini membuat tanjiro dapat membantunya untuk memulihkan stamina dan juga dapat mempercepat penyembuhan luka kecil.


Sebenarnya luka yang dialami tanjiro tidak parah sama sekali karena tubuh tanjiro sudah diperkuat oleh teknik yang selalu dia gunakan yaitu teknik Zen Shuchu Jochu (Konsentrasi Penuh : Konstan) sebuah teknik pernafasan yang biasa digunakan saat melakukan gerakan pernafasan air atau yang lainnya hanya saja teknik pernafasan penuh konstan akan dilakukan setiap saat bahkan saat tidur sekalipun.


Hal inilah yang membuat tubuh tanjiro menjadi jauh lebih kuat setiap harinya.


Sambil mengambil dan menggendong lefiya yang terjatuh di sampingnya tanjiro melompat ke atas bersamaan dengan monster yang  menyerang ke arah tempat tanjiro dan lefiya jatuh sebelumnya.


Gerakan tanjiro menjadi terbatas diudara karena dia sedang mengangkat lefiya bersamanya, tetapi tanjiro tidak ingin kehilangan kesempatan dimana kepala monster yang tadinya terlihat seperti ular itu terbuka.


'jadi ini mahluk ini adalah monster tipe tanaman' pikir tanjiro


Monster itu membuka bunganya yang terlihat seperti gigi gigi tajam di dalamnya.


GRAAAAAAAAA


Monster itu berteriak dan melesat ke atas dimana tanjiro melompat.


Meskipun gerakannya terbatas tanjiro masih bisa tetap melakukan pernapasan air dengan satu tangannya.


Zen Shuchu (Konsentrasi Penuh)


Mizu no Kokyu : Hachi no Kata (Pernafasan Air : Teknik Ke Delapan)


Tanjiro tidak takut sedikit dengan serangan monster yang mendekat, bukannya menghindar tetapi tanjiro malah ingin balik menyerangnya, dan alasannya adalah.

__ADS_1


'aku merasakannya bau benang pembuka'


__ADS_2