
'aku merasakannya bau benang pembuka'
Dengan ayunan mengikuti jalur benang pembuka tanjiro melepaskan teknik pernafasan airnya.
Takitsubo (Cekungan Air Terjun)
Dengan serangan tanjiro barusan monster tanaman itu dikalahkan dan hancur menjadi abu gas hitam hanya menyisakan batu ajaib aneh berwarna kuning kehijauan dengan cahaya kecil yang bergerak didalamnya.
"Lefiya, Tanjiro apa kalian baik baik saja" tanya tiona pada mereka berdua.
"aku baik baik saja" balas tanjiro.
"aku juga" tambah lefiya.
"syukurlah, barusan itu sangat hebat tanjiro"
"terima kasih" ketika tanjiro dan yang lainnya berpikir masalah sudah selesai tiba tiba gempa terjadi kembali dan kali ini jauh lebih kuat.
'bau ini' tanjiro langsung bisa merasakan bau yang sama seperti monster tanaman yang baru saja dikalahkannya hanya saja kali ini jauh lebih banyak.
Tidak lama tanjiro mencium bau monster itu tiba tiba 3 retakan besar muncul dibarengi penampakan 3 monster tanaman yang identik.
"mereka masih ada, dan sekarang ada 3" tiona melihat kearah monster yang datang sambil mengambil posisi menyerang "tanjiro lefiya apakah kalian masih sanggup" tanya tiona.
"aku bisa" balas lefiya sementara Tanjiro juga mengangguk dan membalas "iya"
"bagus, aku akan menangani dua dari mereka, tanjiro kau bisa menangani yang satunya dan Lefiya bersiaplah merapalkan sihir tetapi kali ini hati-hati karena sepertinya monster itu beraksi terhadap sihir" jawab tiona memberikan perintah.
Tanjiro sudah melihat kemampuan tiona dan tanjiro menghormati kemampuannya jadi Tanjiro mengikuti perintahnya sambil dengan cepat ikut berlari bersama tiona untuk menyerang salah satu dari tiga monster itu.
"Hyaaaaa" tiona mencoba menyerang monster itu tetapi kali ini lebih sulit karena tiba tiba banyak sekali cabang lain yang muncul dari tanah, kemungkinan cabang cabang tanaman itu adalah anggota tubuh dari ketiga monster itu.
Tanjiro dan Tiona sedikit kesulitan karena harus menyerang sambil menghindar dari serangan cambuk monster tersebut.
Sementara mereka terus bertarung karena lengah tiona berhasil terjerat cabang tanaman monster itu, sementara tanjiro disisi lain hanya bisa terus memotong cambukan cambukan yang datang padanya
'meskipun mereka tidak memiliki regenerasi seperti iblis tapi cabang mereka sangat keras dan banyak sekali, selain itu monster ini juga cukup elastis' tanjiro terus berpikir sampai dia melihat monster itu telah menjerat tiona.
'tiona-san' tanjiro memutuskan untuk membantunya setelah melihat kondisinya 'banyak sekali cabang yang muncul dari monster itu untuk menyelamatkan tiona-san dengan cepat aku harus menggunakan tubuh menggeliat mereka yang terus bergerak' tanjiro sudah memutuskan untuk menggunakan teknik yang cocok agar bisa menyelamatkan tiona yang terjerat monster di diudara.
Zen Shuchu (Konsentrasi Penuh)
Dengan lompatan ke samping tanjiro meninggalkan musuhnya dan pergi ke arah tiona yang melawan dua monster tanaman lainnya.
Mizu no Kokyu : Ku no Kata ( Pernafasan Air : Teknik Ke Sembilan)
Tanjiro terlihat seperti melompat lompat dengan cepat, pijakan kaki tanjiro di setiap cabang monster tanaman itu dilakukan seperti meminimalkan waktu pendaratan hal ini membuat tanjiro bisa bergerak bebas menuju tempat tiona dijerat dengan mudah.
Suiryu Shibuki - Ran (Percikan Aliran Air - Bergolak)
teknik kesembilan ini adalah teknik yang sangat cocok untuk melakukan gerakan yang meminimalkan pendaratan dan biasanya digunakan saat bertarung di tempat yang tidak memiliki pijakan kokoh.
Tetapi tanjiro berhasil memodifikasinya sehingga tanjiro bahkan bisa menggunakan teknik ini dalam keadaan terbalik sekalipun selama tanjiro bisa menyentuh pijakan dengan singkat. Dan tubuh monster yang terus bergerak ini sangat cocok untuk tanjiro gunakan sebagai pijakan.
Dengan tebasan cepat tanjiro berhasil menyelamatkan tiona, setelah terlepas dari jeratan tiona dan tanjiro pergi melompat mundur karena kedua monster telah menyerang ke tempat mereka sebelumnya.
"tadi itu hampir saja, terima kasih tanjiro-"
Tanjiro tidak sempat menanggapinya karena tanjiro bisa mencium bau monster yang ditinggalkan sebelumnya, sekarang mendekat dan mencoba menyerang ke arah lefiya yang masih merapal mantra.
"JANGAN BERHENTI, TERUS MERAPAL SIHIR !!! " Teriak tanjiro sambil melompat dengan cepat ke arah lefiya.
................
"JANGAN BERHENTI TERUS MERAPAL SIHIR" tanjiro sebenarnya tidak tahu apa itu rapalan sihir tetapi tanjiro bisa merasakan bau yang keluar dari lefiya semakin menusuk hidungnya sehingga tanjiro tahu apapun yang terjadi nantinya pasti luar biasa.
Tanjiro berhasil sampai kedepan lefiya dengan cepat, dan saat melihat monster itu datang tanjiro sudah mempersiapkan teknik serangan yang cocok untuk menyerang sekaligus bertahan.
Zen Shuchu, Mizu no Kokyu- (Konsentrasi Penuh, Teknik Pernafasan Air-)
Tetapi sebelum tanjiro menyerang tiba tiba tendangan kuat menghantam monster tanaman yang mendekat hingga membuat musuh terlempar ke samping.
"Hyaaaatttt"
DUARRRRR
__ADS_1
Dan pelakunya adalah tiona yang sepertinya juga mengikuti tanjiro untuk datang menyelamatkan lefiya.
Tanjiro merasa lega dan kabar baiknya lefiya telah berhasil menyelesaikan rapalan sihirnya.
Berhembus bersama angin sebelum senja. Menutup cahaya, tanah yang membeku. Blizzard, tiga musim dingin yang parah - nama saya Alf
Wynn Fimbulvetr
Saat Lefiya menyebutkan nama sihirnya tanjiro merasa bulu kuduknya merinding dan baru bisa tersadar ketika tiona menyuruh dirinya untuk menghindar.
"TANJIRO, MENGHINDAR KAU BISA IKUT TERSERANG"
"BAIK"
Tiona dan Tanjiro melompat ke samping membiarkan lingkaran sihir muncul ke arah monster tanaman.
Badai sihir putih berhembus dengan gila ke arah monster itu meskipun tanjiro berdiri cukup jauh dia bisa merasakan embun dingin terpancar dari serangan sihir yang dilakukan lefiya.
"jadi seperti ini sihir?" gumam tanjiro terkejut.
"lefiya telah mengurangi dampak serangannya karena kita berada ditengah tengah kota, tanjiro sebenarnya sihir ini bisa jauh lebih hebat lagi" tambah tiona mengkoreksi.
"luar biasa, lefiya-san sangat kuat"
"hahahaha, tentu saja nama lain lefiya adalah 'seribu elf' "
'seribu elf, apa maksudnya' pikir tanjiro.
Sementara itu saat sihir berhenti monster beku terlihat hancur dan menghilang menjadi abu menyisakan tanah yang masih membeku tetapi perlahan es di tanah yang beku juga ikut menghilang menjadi partikel cahaya yang indah.
Saat Lefiya ingin terjatuh karena lelah tione melompat ke arahnya dan memeluknya.
"Lefiya kau sangat hebat"
"tione-san, kamu berat"
"aku tidak berat"
Melihat mereka masih bercanda tanjiro tersenyum, tetapi tiba tiba senyum tanjiro menghilang karena tanjiro bisa mencium bau yang akrab dari bawah tanah yang mendekat kearah tiona dan lefiya.
GRAAAAAAAHHHH teriak monster tanaman itu muncul dari tanah menghantam keatas dan membuat tanjiro yang berada diatasnya terlempar tinggi kelangit.
"GUAAGHH" erangan rasa sakit keluar dari mulut tanjiro karena pinggulnya terkena serangan hingga membuat tanjiro berputar putar di udara.
Saat masih berputar di udara tanjiro berusaha meluruskan kembali tubuhnya dengan menggunakan teknik pernafasan air.
Mizu no Kokyu : Ni no Kata (Pernafasan Air : Teknik Ke Dua)
Saat masih berputar tidak jelas di udara tanjiro berusaha menggenggam pedangnya dengan kedua tangannya, dan setelah berhasil dia bersiap untuk berputar berlawanan arah dengan arah putar tanjiro saat ini.
Mizu Guruma (Roda Air)
Teknik ini biasa digunakan dengan cara melompat ke udara dan menyerang musuh dengan gerakan mengalir sambil berputar.
Tetapi kali ini tanjiro tidak menggunakan gerakan ini untuk menyerang musuh melainkan tanjiro menggunakannya untuk menghentikan momentum berputarnya.
"berhasil" gumam tanjiro setelah berhasil berhenti berputar di udara. tetapi setelah berputar tanjiro bisa melihat bahwa dia sudah terbang sangat tinggi.
Dibawahnya tanjiro juga melihat bahwa sepertinya tiona berusaha melindungi lefiya yang pada akhirnya membuat tiona terjerat kembali bersama dengan lefiya.
"monster itu masih hidup, tapi bagaimana bisa" tanjiro sedikit bingung karena monster yang seharusnya mati oleh sihir lefiya masih bisa hidup 'apakah itu monster lainnya yang masih bersembunyi di dalam tanah' pikir tanjiro.
Tetapi kemudian tanjiro teringat monster yang ditendang tiona sebelumnya 'aku mengerti sekarang, monster itu berhasil selamat karena serangan tiona sebelumnya membuat salah satu kepala tanaman itu tersingkir ke samping sehingga hanya dua kepala saja yang terkena efek dari sihir lefiya'
"aku harus menyelamatkan mereka" gumam tanjiro melihat kebawah.
Tanjiro mempersiapkan dirinya dan mengangkat pedangnya dengan kedua tangannya di atas kepala.
Tanjiro tahu bahwa musuhnya memiliki tubuh atau batang yang sangat keras jadi Tanjiro akan menggunakan teknik pernafasan yang bahkan jauh lebih kuat dari pernafasan airnya.
……………
Masih di udara tanjiro tidak ingin mengambil resiko lebih, jadi daripada menggunakan teknik pernafasan air yang belum bisa dia kuasai.
Tanjiro memilih teknik pernafasan yang paling cocok dengan tubuhnya.
__ADS_1
Tanjiro tidak ingin monster itu melukai siapapun lagi jadi dia akan langsung menghabisinya.
'aku harus mengalahkannya disini'
SWOOOOSZZZZZZZHHHHH..
Tarikan nafas tanjiro mulai berubah menjadi lebih keras bahkan terdengar seperti kobaran api 🔥
Tanjiro mengingat kembali keluarganya di rumah, nezuko, dan teman temannya karena dengan mengingat mereka membuat tanjiro seperti mendapat kekuatan dan semangat lebih untuk hidup.
'ayah, ibu' tanpa sadar sedikit air mata mulai mengalir di mata tanjiro
Perasaan tanjiro menjadi semakin kuat nafasnya mulai berkobar hingga menampilkan api aneh seperti api kertas terbakar.
Pedang yang tanjiro angkat juga mulai berkobar dengan api yang sama, tetapi api ini bukan khayalan belaka api ini bisa dilihat oleh siapapun karena perasaan tanjiro saat ini sudah benar benar mengubah tubuhnya.
Api ini adalah manifestasi dari kekuatan baru tanjiro.
SIHIR
Lebih tepatnya sihir bawaan.
Sihir bawaan biasa muncul pada ras ras tertentu, seperti namanya sihir ini bisa dimiliki oleh bawaan orang orang tertentu dan ras tertentu saja.
Sihir ini bisa muncul tanpa falna dari para dewa, sihir ini paling banyak muncul pada ras elf, dan untuk ras manusia seperti tanjiro sihir bawaan adalah sihir yang amat teramat special dan langka, bahkan mungkin sihir bawaan hanya ada khusus untuk orang tersebut.
Hanya orang orang terpilih saja yang bisa menggunakannya. contohnya ELF RING milik lefiya sebuah sihir yang membuatnya bisa meniru semua jenis sihir milik para elf yang dia lihat dan hal inilah yang membuat lefiya memiliki alias 'seribu elf'.
Dan sihir ELF RING sendiri adalah sihir khusus yang hanya dimiliki lefiya.
...
Saat ini tanjiro masih bersiap menyerang di udara, fokusnya hanya pada musuh di depannya.
Tanjiro tidak tahu bahwa saat ini embun dari nafasnya mengeluarkan api atau bahkan tanjiro juga tidak sadar bahwa pedangnya juga sudah berkobar dengan api, hanya musuh di depannya yang tanjiro perhatikan.
Di sisi lain Lefiya dan Tiona terpesona melihat tanjiro yang jatuh kebawah dengan api berkobar di mulut dan pedangnya.
Sementara itu di beberapa pojok sebuah gang ada beberapa sosok lain juga yang ikut menyaksikan dibuat terkejut melihat keadaan tanjiro saat ini.
Dan salah satu sosok tersebut jika tanjiro melihatnya pasti tanjiro akan mengenalinya.
..........
'Nezuko, Takeo, Hanako, Shigeru, Rokuta...Tolong Lindungi Nii-chan'
WOSSSHHHHHHH
HINOKAMI KAGURA
Disaat monster itu merasakan sihir tanjiro dia tidak sempat merespons karena tubuhnya sudah masuk ke dalam jangkauan serangan tanjiro
HEKI-RA NO TEN (LANGIT BIRU CERAH)
SRINGGGGGGGG
Tanjiro melakukan putaran horizontal untuk memberikan serangan 360 derajat, efek dari serangan ini sangat luar biasa karena dua cincin api berhasil terbentuk dari lintasan serangan tanjiro, kedua cincin api memiliki ukuran yang berbeda, yang terdalam ukurannya cukup besar tetap cincin api yang paling luar jauh lebih besar karena berhasil menghancurkan rumah sekitar.
Hembusan angin yang diberikan juga luar biasa.
Dan bagi siapapun yang menonton teknik tanjiro barusan, mereka akan seperti melihat kegelapan sebelum akhirnya langit kembali cerah.
Serangan tanjiro berhasil membunuh monster tanaman itu dan lefiya serta tiona juga berhasil terlepas dari jeratan monster yang sekarang telah menjadi abu hitam.
Tanjiro jatuh mendarat dengan baik ke tanah, tanjiro juga melihat bahwa tiona hanya mengalami luka ringan dan lefiya hanya tersenyum lelah tanpa luka fatal.
Mereka berdua melambai dan berjalan mendekat, karena kelelahan lefiya digendong dipundak tiona yang kemudian berlari menuju tanjiro.
"TANJIRO... BARUSAN ITU APA...KAU SANGAT KEREEENN" teriak tiona pada tanjiro sambil melompat ke arahnya.
Karena takut lefiya yang digendongnya ikut terjatuh tanjiro menahan tiona yang mana membuat mereka berdua terlihat berpelukan.
Pipi Tanjiro sedikit memerah karena pelukan, sementara lefiya hanya tersenyum letih.
Tanjiro sudah tidak bisa mencium bau monster disekitarnya, hal ini membuat tanjiro tersenyum karena sepertinya masalah monster ini sudah selesai.
__ADS_1