Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?

Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?
Volume 01, Chapter 29.


__ADS_3

"Tentu saja artemis-sama kami paham"


"Bagus jika kau mengerti" jawabnya masih dengan nada tegasnya " kalau begitu kapan kalian akan berangkat"


"mohon maaf artemis-sama bisakah anda menunggu, kami berhasil mendapat bala bantuan tambahan dari ganesha familia tetapi mereka belum datang jadi jika berkenan maukah anda menunggu beberapa saat lagi"


"aku mengerti" setelah saling setuju dewa artemis setuju dia membawa anggota familianya ke sudut  tembok dan tanjiro melihat mereka sedang duduk beristirahat.


"Simon-san apakah itu mereka?" tanya tanjiro.


"benar, mereka adalah artemis familia, sebuah familia yang berbasis di luar kota orario, mereka adalah sebuah familia pemburu yang cukup handal menurut kabar yang kudengar di dalam familianya tidak ada level 1 dan hanya wanita saja yang boleh masuk kedalam familia itu"


"hanya wanita?"


"aku juga tidak tahu alasannya tapi mungkin dewi itu tidak terlalu suka pria" lanjut Simon menebak nebak.


Tanjiro melihat kearah rombongan itu dan benar saja semuanya adalah wanita dari berbagai macam ras, kemungkinan mereka terlihat cukup kuat juga bepengalaman dan dari yang tanjiro rasakan wanita terkuat disana adalah sosok berambut merah dengan panjang sedang di rombongan itu.


Tidak beberapa lama setelah familia artemis datang, tiba lah rombongan lain yang juga ikut  mendatangi mereka. kemungkinan rombongan ini adalah bala bantuan lain yang disebutkan oleh simon sebelumnya, sosok yang datang mendekat hanya 3 orang yang masing masing menaiki monster.


Dua dari mereka adalah wanita sedangkan salah satunya adalah pria.


Tanjiro bisa merasakan kedua wanita itu sangat kuat bahkan lebih kuat dari wanita berambut merah dari artemis familia.


Sekali lagi simon menyapa rombongan lain yang baru datang itu.


"terima kasih karena telah mau datang para petualang dari ganesha familia"


"tidak masalah, namaku Shakti Varma aku kapten ganesha familia" jawab sosok wanita di depan.


Sosok itu adalah seorang wanita tinggi kemungkinan 175 cm wajahnya juga cantik dengan rambut biru dan mata biru yang kelihatan tajam.


Suaranya juga terdengar berwibawa, saat dia mengatakan bahwa dia adalah kapten dari ganesha familia tanjiro bisa memahaminya saat melihat tingkah lakunya yang terkesan dapat diandalkan.


"- sebelah kanan adalah wakil kapten-ku ilta Farna" lanjutnya memperkenalkan orang di samping kanannya.


Sosok yang Shakti sebut wakil kapten adalah seorang wanita berkulit gelap disebelahnya, tanjiro yakin bahwa wanita itu adalah seorang amazoness jika dilihat dari ciri ciri fisiknya.


Wanita bernama ilta ini memiliki rambut merah tua dengan mata berwarna coklat, dan dibawah mata dan bibirnya ada tanda titik merah yang kemungkinan sebuah tato atau hanya cat yang dapat dihapus.

__ADS_1


"lalu di sebelah kiri ku adalah momonga, dia  juga anggota familia yang sama denganku" jawab shakti sambil memperkenalkan pria yang ikut di sebelahnya.


"anooo,..kapten namaku modaka" balas pria itu tetapi tidak terlalu diperhatikan oleh Shakti dan yang lainnya.


"bisa mendapat bantuan kapten dari ganesha familia kami sangat bersyukur, sekali lagi terima kasih banyak, tapi apakah kalian hanya datang bertiga"


"iya, anggota kami cukup sibuk setelah festival monster selesai, apakah anda keberatan hanya dengan kami bertiga"


"tidak, tidak aku berpikir seperti itu hanya saja kami berencana segera berangkat untuk menghemat waktu jadi bisakah kalian langsung ikut rombongan kami untuk bersiap pergi" tanya simon pada para rombongan ganesha familia.


"tentu, kami tidak masalah dengan itu" jawabnya.


Setelah mendapat persetujuan untuk berangkat simon mendatangi dewi artemis dan memintanya untuk ikut bersiap juga.


"aku mengerti" jawab dewi artemis, dewi artemis sepertinya memiliki gerbong kereta mereka sendiri yang sama dengan kami ditarik oleh beberapa kuda dan mereka sepertinya sudah mempersiapkan barang bawaan mereka di dalamnya, sementara itu familia ganesha menaiki tiga monster besar dengan barang bawaan yang diikat dipunggung monster mereka.


"KARENA SEMUANYA SUDAH SIAP MARI KITA BERANGKAT KE KERAJAAN BELTANE " dengan teriakan keberangkatan simon, tanjiro dan yang lainnya mulai berjalan menjauh dari kota Orario.


................


"simon-san untuk mencapai kerajaan beltane  kira kira butuh waktu berapa lama" tanya tanjiro pada simon di dalam gerobak.


"jadi begitu"


"benar, tetapi saat ini kami memiliki banyak sekali petualang yang ikut dengan kami, jadi seharusnya semuanya akan baik baik saja dan kami mungkin akan sampai jauh lebih cepat"


Baru saja tanjiro dan simon membicarakan monster, tiba tiba saja rombongan kami dihadang oleh kumpulan monster kobold.


GRAGHHH


Disaat tanjiro akan maju dia dihentikan oleh simon "simpan saja tenagamu tanjiro, lihat saja para pertualang artemis familia itu, aku yakin mereka akan membunuh monster monster itu dengan mudah" jawab simon menghentikan tanjiro.


Mendengar perkataan simon tanjiro melihat keluar dan benar saja semua kobold langsung musnah di tangan para anggota artemis familia.


Sringg (ayunan pedang)


swosh (panah melesat)


Tanjiro juga melihat dewi mereka artemis menyerang kobold dengan panah dan hanya butuh satu anak panah untuk membuat setiap kobold yang terkena serangannya berubah menjadi abu.

__ADS_1


Formasi iring iringan rombongan kami dimulai dari artemis yang menjadi pasukan terdepan lalu ganesha familia dan barulah caravan kami yang berada di posisi belakang karena anggota kami adalah yang terlemah.


Semua perjalanan berjalan lancar dan malam hari pun tiba, kami memutuskan untuk berhenti dan memasang tenda.


Tanjiro membantu roxy dan yang lainnya untuk membuat makan malam sementara simon sepertinya sedang pergi bersama dengan dewa artemis, lalu kapten dari artemis familia dan juga kapten dari ganesha familia yaitu shakti.


Mereka berempat saat ini sedang membicarakan rencana disebelah tenda yang telah dibangun.


Tidak ada hal yang spesial dan tanjiro juga tidak melakukan apapun yang mencolok, saat malam semakin larut tanjiro meminta agar dirinya juga ikut dalam berjaga malam.


Disaat berjaga tanjiro bersama dengan anggota familia simon dan juga anggota dari artemis familia sementara dari ganesha familia hanya modoka yang masih terjaga.


"modoka-san, apa kau mau coklat panas" tanya tanjiro sambil mendekat dan menawarkan minuman pada modaka


"namaku modaka bukan-...eh" dia terlihat seperti terkejut saat tanjiro memanggilnya "apakah kamu barusan memanggilku modaka?"


"benar, apakah itu bukan namamu?" tanjiro bertanya kembali padanya, sebelumnya shakti memanggil dia dengan sebutan momonga kemudian tanjiro mendengar bahwa modaka ingin menyangkalnya karena itu bukan namanya.


"tidak namaku memang benar modaka, maaf aku hanya merasa aneh ada orang yang memanggil namaku dengan benar, semua anggota familiaku selalu saja salah menyebutkan namaku jadi mendengar kau memanggilku, aku sedikit tersanjung" jawabnya sambil membuat raut wajah aneh.


Modaka adalah pria berkulit coklat dengan tinggi rata rata pria dan juga memiliki rambut ikal kecoklatan, dia mengenakan pakaian yang cukup terbuka di bagian atas dan sepertinya dia suka bercanda.


Kami terus mengobrol dan kebanyakan modaka lah yang bertanya dan bercerita sementara tanjiro hanya menjawabnya dengan jujur.


_______


"EHHHH, TANJIRO KAU BELUM BERGABUNG DENGAN FAMILIA MANAPUN" teriak modaka yang terkejut setelah mendengar tanjiro mengatakan bahwa dia bukan bagian dari bheara familia.


"benar"


"Lalu untuk apa kamu mau pergi ke kerajaan beltane ?, apakah kamu berencana untuk bergabung dengan bheara familia di beltane  nanti?"


"tidak, kemungkinan aku akan kembali ke orario" jawab tanjiro.


"jadi untuk apa kamu ikut bersama mereka?"


Tanjiro diam beberapa saat karena takut modaka tidak mempercayainya "aku ingin membantu mereka untuk melawan raja rawa"


"HAAAAH"

__ADS_1


__ADS_2