Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?

Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?
Volume 01, Chapter 23.


__ADS_3

Tanjiro pulang dengan perasaan sedih karena perlakuan rose padanya, tanjiro tidak merasa marah dengan perlakuan rose karena tanjiro tahu dia bersikap seperti itu karena di mengkhawatirkan dirinya.


Alasan tanjiro merasa sedih adalah karena dia tidak bisa meyakinkan rose dan memberitahukan dia bahwa semua akan baik baik saja.


Tanjiro tahu bahwa perburuan monster bukanlah hal yang sepele, kematian bisa terjadi kapan saja dan dia sering mengalaminya.


'tidak apa-apa Fannett-san aku tidak akan mati lagi' pikir tanjiro dalam hatinya 'aku akan kembali ke orario dan menunjukkan padamu'


................


Setelah pulang dari guild persekutuan tanjiro tidak memiliki rencana apapun jadi dia hanya berkeliling kota sampai larut malam.


Keesokan paginya tanjiro keluar dari penginapan dengan tubuh segar, tanjiro tidak lupa untuk berlatih diatas tembok orario pagi pagi buta.


Setelah selesai berlatih tanjiro berjalan pulang ke penginapan untuk mandi tetapi diperjalanan tanjiro bisa melihat banyak sekali orang lebih dari pagi biasanya.


'sepertinya festival monsterphilia memang dimulai hari ini'  pikir tanjiro saat melihat kerumunan orang mendirikan kedai.


Monsterphilia diselenggarakan oleh dewa ganesha dan mendapat bantuan dari guild persekutuan, acara ini juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang jadi banyak sekali pedagang yang sudah mempersiapkan barang dagangannya dari pagi hari


Setelah mandi tanjiro pergi ke tempat festival berlangsung, disana tanjiro tertarik untuk menonton penjinakan monster jadi dia membeli tiketnya.


Sayangnya saat tanjiro ingin membeli tiket ternyata tiketnya sudah terjual habis, karena bingung harus apa tanjiro memilih untuk berjalan-jalan dulu sambil membeli makanan untuk dimakan.


Saat berjalan-jalan memperhatikan sekitar festival mata tanjiro berhenti di sebuah kedai yang bertuliskan jagamarukun.


"oh..selamat datang, anak muda mau mencoba jagamarukun" tanya sang penjual menawarkan jagamarukun yang terlihat seperti kroket.


"tentu, paman aku pesan satu," balas tanjiro


"ook... mau rasa apa nak ?"


"azuki, rasa azuki krim aku ingin mencobanya" jawab tanjiro sambil melihat tulisan pilihan rasa jagamarukun.


'syukurlah aku belajar membaca dari caam-san dan Lina-san' pikir tanjiro


"ini, jagamarukun rasa azuki krim" jawab paman itu memberikan makanan yang terlihat seperti kroket dan dibungkus dengan kertas coklat untuk pegangannya.


"terima kasih" balas tanjiro sambil memberikan uang.


"terima kasih atas pembeliannya"


Tanjiro mencoba satu gigitan dari jagamarukun rasa azuki krim, rasanya seperti kentang gurih yang digoreng dengan baik dan di bagian dalam kentang Tanjiro bisa merasakan rasa kacang azuki yang telah dibuat lembut layaknya krim.

__ADS_1


"enak" gumam tanjiro


"hahahaha tentu saja, tidak ada yang bisa mengalahkan rasa jagamarukun" tegas paman pemilik kedai pada tanjiro.


"paman, pesan satu yang pakai saus, dan-"


"rasa krim azuki untuk satunya"


Saat tanjiro masih di depan kedai, tiba tiba terdengar dua suara wanita dari sampingnya.


Yang pertama terdengar seperti suara wanita yang ceria sementara yang satunya terdengar seperti suara wanita yang datar.


"ok" jawab pemilik kedai tersebut


Karena penasaran dengan dua suara itu, tanjiro menengok kesamping dan melihat dua sosok wanita di sebelahnya.


Salah satunya terlihat wanita yang memiliki rambut merah muda dengan mata yang tertutup, pakaian yang dikenakan terlihat tomboy, terutama celana panjang hitam dan kemeja putih yang memamerkan pusarnya.


Dia mengikat rambutnya ke belakang menjadi kuncir kuda sederhana.


Sementara yang lainnya adalah wanita yang sangat cantik dengan rambut panjang pirang keemasan, mata berwarna emas, dan tubuh yang ramping.


Tanjiro menjadi tersipu saat melihat kecantikannya, meskipun wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi tetapi tidak mengurangi kecantikan gadis tersebut.


Saat ini dia mengenakan gaun one-piece berwarna putih dengan lapisan emas juga rok pendek berwarna ungu muda.


Wanita itu juga memiliki pedang panjang yang disarungkan di pinggul kirinya.


"apa yang kau lihat bocah?" saat tanjiro merasa terpesona suara wanita tomboy itu menegurnya hingga tanjiro kembali kenyataan.


"MAAF AKU TERPESONA DENGAN NONA DISEBELAH ANDA TANPA SADAR AKU MELIHAT KE ARAHNYA TERUS, MAAFKAN AKU" teriak tanjiro dengan jawaban jujur dan tegas.


"haahh apa kau bilang kau terpesona dengan kecantikan Aiz-tan milikku dan kau ingin menggodanya" tanyanya kembali pada tanjiro merasa tidak senang karena berani berkata manis untuk menggoda wanita kesayangannya.


"tidak, aku tidak berpikir seperti itu"


"jangan berbohong bocah dia adalah Aiz-tan milikku, jangan mendekat" lanjut wanita berambut merah itu sambil mengambil sikap protektif di depan wanita berambut emas.


"aku-"


"ini jagamarukun dengan saus dan jagamarukun dengan krim azuki" sebelum tanjiro menyelesaikan perkataannya dia dipotong oleh pemilik kedai.


"terima kasih paman ini uangnya" dengan tergesa gesa wanita berambut merah memberikan uang sambil mengambil jagamarukun dan menarik lengan wanita bernama Aiz menjauh "ayo aiz-tan"

__ADS_1


Sementara wanita berambut merah itu menariknya, gadis bernama Aiz itu hanya diam memperhatikan Tanjiro sambil berjalan ke arah yang sama dengan wanita itu.


"aku cuma-" tahu bahwa kata katanya tidak akan sampai pada mereka tanjiro hanya bisa menghela nafas karena kesalah pahamannya. "huhh"


"nak aku mengerti semuanya" disaat tanjiro menghela nafas paman pemilik kedai bersimpati padanya dan memahami tanjiro.


"paman"


"gadis secantik itu pasti akan membuatmu terpesona sekali, apa kamu baru disini"


"iya"


"hahahaha .. pantas saja, segera kau akan terbiasa orario adalah tempat dimana semua ras berkumpul dari berbagai negara bahkan para dewa pun banyak ditemui di tempat ini, jadi pasti banyak wanita cantik yang akan membuatmu terpesona"


"uh"


"dulu aku juga sepertimu tetapi setelah terbiasa semua akan baik baik saja..... hanya saja nak, kau terlalu jujur"


_________


Sebagai hukuman karena telah membawa lefiya kedalam dungeon tanpa izin hingga larut malam Aiz dimarahi oleh mentornya Riveria.


Loki mengambil kesempatan itu untuk memberikan hukuman pada aiz dan mengajaknya menjadi pengawal saat monsterphilia sepanjang hari.


Loki adalah Dewi tersohor di orario sekaligus Dewi di familianya.


Familia milik Dewi Loki adalah familia Explorasi terkuat kedua setelah Freya familia.


Dan dewi Loki saat ini mengajak Aiz untuk bertemu dengan dewi dari familia peringkat pertama di sebuah rumah makan, pembicaraan mereka disana membuat Aiz tidak nyaman karena sepertinya Dewi Freya ingin melakukan sesuatu pada anak dari familia lain.


Dewinya Loki diminta oleh Dewi Freya untuk menangani masalah yang akan dibuat Dewi Freya, Aiz merasa sepertinya Dewi Freya ingin sedikit membuat kekacauan di monsterphilia.


Aiz tidak bisa berkata apa apa dan hanya diam menurutinya, karena dewinya Loki membiarkan Dewi Freya membuat kekacauan pasti Dewi Loki telah memikirkan sesuatu dan semuanya akan baik baik saja.


Karena meskipun dewinya sedikit mesum tetapi Aiz sangat mempercayai kecerdasannya.


Setelah percakapan mereka berdua selesai, Aiz diajak Dewi Loki untuk membeli jagamarukun di kedai.


Disana Aiz melihat ada pembeli lainnya jadi Aiz sedikit menyingkir, saat dewinya pergi memesan Aiz merasakan pemuda disampingnya memperhatikan dirinya.


Aiz sudah terbiasa diperhatikan jadi dia tidak masalah hanya saja dewinya menjadi tidak suka dan memarahi pria muda tersebut.


Saat dia dimarahi oleh Dewi nya tiba tiba dia memuji Aiz terang terangan, Aiz jarang dipuji lawan jenis karena kekuatan yang dimilikinya membuat banyak orang merasa segan dengannya.

__ADS_1


Meskipun dewinya tambah marah dengan kata kata pria muda itu, disisi lain Aiz merasa sedikit malu dengan kata katanya.


Aiz bisa tahu bahwa pria itu berkata dengan tulus jadi dia melihat pemuda itu sekali lagi sebelum akhirnya dibawa pergi menjauh oleh dewi Loki.


__ADS_2