
Tanjiro tidak ingin melukai Rethusa tetapi pertarungan ini diperlukan untuk membuktikan bahwa tanjiro bisa melakukan sesuatu.
"kau bisa maju duluan" tidak ada ejekan dalam kata katanya, sepertinya meskipun Rethusa memberikan kemudahan tetapi dia tetap serius dalam pertandingan ini.
ssshhhh
Tanjiro menarik nafasnya dan mempersiapkan kuda-kuda menyerang.
"hooh" puji Rethusa melihat kuda-kuda tanjiro
"sepertinya kamu tau cara bertarung" terdengar suara lain dari sebelah tanjiro yang kemungkinan itu adalah suara dari shakti.
Hyaaaappp
Tanjiro pindah dengan cepat hingga membuat Rethusa lengah karena kecepatan yang ditunjukkan oleh tanjiro, serangan tanjiro langsung mengarah ke lehernya tetapi tanjiro tidak menggunakan bagian bilah tajamnya melainkan tanjiro menggunakan bilah tumpul dari katananya.
Rethusa mengelak kebelakang untuk menghindar tetapi tendangan tanjiro datang berikutnya, Rethusa yang tidak sempat bertahan akhirnya terlempar sejauh 6 meter kebelakang.
ngaaahhhh, teriak Rethusa, tetapi sebagai petualang berpengalaman Rethusa berhasil mengambil posisi jatuh yang benar dan bisa berdiri kembali dengan mudah.
Saat Rethusa melihat ke arah Tanjiro, dia melihat tanjiro masih berdiri ditempat Rethusa diserang sebelumnya.
"Rethusa-san, apakah anda bisa serius sekarang"
"kamu membuatku terkejut, baik aku akan serius juga" jawab Rethusa sambil mengeluarkan pedang pendeknya.
hyaaaaa
hyaaaapp
Melihat Rethusa serius, tanjiro juga bersiap mengerahkan tenaganya, dengan lompatan bersamaan dengan Rethusa pedang mereka beradu hingga menimbulkan percikan api.
Ting .... Ting...
Sringg...sringgg
Tanjiro terus beradu pedang hingga dia melihat sebuah peluang didepannya ketika Rethusa melompat dan mencoba menyerang tanjiro dari atas.
__ADS_1
Tanjiro ikut melompat dan mempersiapkan teknik pernafasan airnya.
Mizu no Kokyu, Shi no Kata (Pernafasan Air: Teknik ke Empat)
Saat berhadapan di udara tanjiro cukup percaya diri dengan teknik keempat pernafasan air ini, karena tanjiro berencana menyerang bertubi-tubi di udara tanjiro memilih menggunakan modifikasi dari teknik ini
Uchishio Ran (Gelombang Penyerang Bergolak)
Tebasan pertama tanjiro membuat Rethusa mau tidak mau harus menahannya hingga membuat Rethusa terbang lebih tinggi, tebasan kedua tanjiro sedikit memutar tubuhnya dan menyerang bagian pinggul Rethusa, tapi lagi lagi Rethusa berhasil menahannya.
Rethusa juga tidak tinggal diam, menggunakan momentum serangan tanjiro, dia berputar ke arah berlawanan dan mencoba menendang kepala tanjiro yang berada sedikit di bawahnya
shhhhhh...
Melihat serangan dari atas, tanjiro mengambil nafas kembali untuk merubah tekniknya sebagai pertahanan sekaligus serangan balasan.
Mizu no Kokyu : Ni no Kata (Pernafasan Air : Teknik ke Dua)
Memposisikan pedangnya saat masih di udara tanjiro bersiap untuk menggunakan teknik modifikasi lain dari teknik pernafasan keduanya.
Gyaku Mizu Guruma ( Roda Air Terbalik)
Tanjiro memutar tubuhnya secara terbalik sehingga bisa menggunakan teknik ini sebagai pertahanan sekaligus mengcounter balik tendangan dari Rethusa.
Meskipun tanjiro menggunakan bilah yang tumpul tetapi sepertinya serangan tanjiro barusan berhasil melukai kaki Rethusa cukup serius.
"Rethusa-san apakah kamu baik baik saja" tanya tanjiro khawatir pada Rethusa yang mengeluarkan darah dari kakinya.
"aku tidak apa apa, ini hanya luka gores, aku mengakuinya, kamu menang, aku kalah dalam pertandingan ini" seru Rethusa dengan senyuman
"tidak, menang kalah itu tidak penting saat ini" jawab tanjiro.
"terima saja pujiannya tanjiro, kamu sangat hebat dan kamu memenangkan pertandingan ini" kali ini yang membalas adalah Shakti yang telah memperhatikan pertarungan tanjiro.
"Varma-san, aku mengerti, tetapi aku hanya ingin rethusa-san mengerti, aku menjadi seorang pendekar pedang adalah karena aku ingin menyelamatkan orang orang yang kesulitan agar mereka dapat hidup tenang bersama dengan keluarga mereka, jadi ketika aku mendengar cerita tentang monster yang mengancam orang orang aku merasa ingin membantu mereka karena inilah alasanku menjadi seorang pendekar pedang" jawab tanjiro menjelaskan bushido atau jalan hidup samurainya "aku tahu aku lemah, tetapi aku tidak bisa lari begitu saja ketika aku bisa melakukan sesuatu" tambah Tanjiro dengan mata bertekad.
Ketika Shakti dan Rethusa mendengarnya mereka sangat terkejut dengan tekad yang dimiliki anak muda di depannya, mereka hanya bisa terdiam karena merasa malu pada diri mereka sendiri yang memiliki kekuatan lebih tetapi hanya memiliki tekad yang bisa dibilang masih dibawah miliknya.
Ketika suasana menjadi canggung tiba tiba saja dari balik pohon terdengar suara wanita yang keluar dari sana.
__ADS_1
"anak manusia (hito no ko yo) kamu memiliki tekad yang luar biasa, aku atas nama Artemis memuji jiwa pemberani mu" seru sosok wanita itu, dia adalah Artemis dewa dari Artemis familia yang ikut dalam ekspedisi ini.
"ah.. Artemis-sama, terima kasih banyak" balas tanjiro. sebenarnya tanjiro sudah merasakan dan mencium bau Dewi itu yang telah bersembunyi dibalik pohon, tetapi karena tidak mencium bau permusuhan apapun tanjiro hanya menghiraukannya karena tanjiro menganggap dia hanya ingin melihat pertarungan tanjiro dan anggota sekaligus kapten dari familia nya.
Dia berjalan sampai depan tanjiro lalu dia mengelus kepalanya dengan lembut.
"aku bisa merasakan kesedihan darimu, aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi aku sangat memuji sifat yang kamu miliki, sayangnya aku hanya menerima wanita di Familiaku, jika saja kamu seorang wanita aku ingin merekrutmu" jawabnya pada tanjiro.
"ngomong-ngomong soal familia, tanjiro benarkah kamu belum pernah diberikan berkah apapun dari para dewa?" kali ini yang bertanya adalah Shakti yang penasaran dengan kekuatan yang tanjiro miliki "dengan kekuatan dari seranganmu seharusnya kamu cukup kuat untuk menjadi level 3" tambahnya.
"tidak, aku belum" jawab tanjirou.
"dia mengatakan yang sebenarnya, karena aku tidak merasakan jejak dewa manapun yang pernah memberikan dia falna sebelumnya" jelas dewa Artemis membantu tanjiro.
Hohh..
"jika seperti itu maka kamu memang hebat tanjiro, apakah kamu terus berlatih" tanya Rethusa masuk ke dalam pembicaraan.
"iya, dulu aku sering berlatih untuk mengalahkan makhluk yang mengancam para manusia di tempat asalku" jawab tanjiro.
"makhluk seperti apa mereka?", tanya dewa Artemis.
Tanjiro bingung apakah harus menceritakan pada mereka tentang iblis, dewa Takemikazuchi juga memperingatkan tanjiro untuk tidak memberitahukan siapapun tentang kondisi tanjiro yang dulunya berasal dari dunia lain.
Melihat tanjiro hanya diam Artemis mengerti dan tidak terus memojokkannya, "aku mengerti, kamu tidak perlu memberitahu kami, kamu pasti punya alasanmu sendiri, tetapi jika monster itu mengancam kehidupan manusia, kami juga perlu tahu untuk mengatasinya "
"Artemis-sama, terimakasih, tetapi aku dan rekanku yang lainnya telah berhasil mengalahkan mereka semua" seru tanjiro mengingat kekalahan Muzan
"Jadi seperti itu..syukurlah, kalau begitu aku akan kembali tidur, Rethusa minum ramuan (posion) ini, awalnya kupikir aku akan menggunakan ramuan ini untuknya"
ughhh, Rethusa sedikit mengerang karena malu, tetapi dia juga merasa bersalah karena meragukan kekuatan tanjiro sebelumnya, jadi dia menerima sindiran itu dalam diam.
Setelah dewa Artemis kembali memasuki tenda, Tanjiro, Shakti, dan Rethusa kembali berjaga.
Karena ramuan yang diberikan oleh dewa Artemis, kaki rethusa yang terluka sudah sembuh kembali tanpa bekas luka.
Suasana menjadi sangat canggung, untuk mencairkan suasana tanjiro bertanya pada Shakti Varma tentang kota orario, karena tanjiro berencana akan kembali kesana setelah ekspedisi ini berakhir, tanjiro juga bertanya pada Rethusa tentang petualangannya bersama familianya yang tidak kalah mengagumkan.
Mereka bertiga sangat nyaman berbicara satu sama lainnya dan tanpa terasa matahari sudah hampir terbit, beberapa orang juga sudah keluar dari tenda mereka masing masing.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu tentang pertandingan tanjiro dan Rethusa semalam kecuali dewa Artemis dan Shakti.
Ketika mereka sudah sarapan dan beres beres, kelompok ekspedisi siap untuk melanjutkan perjalanan karena kerajaan tersembunyi Beltane sudah semakin dekat.