Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?

Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?
Volume 01, Chapter 28.


__ADS_3

Eina dan Misha berpisah dengan Aiz dan Loki sambil mencoba menolong siapapun yang terluka.


Dan ketika eina sedang mencari orang yang terluka dia melihat beberapa anggota Loki familia sedang berbicara dengan pria muda yang baru dikenalnya dia ingin menyapa mereka.


Misha yang melihat Eina memperhatikan pria itu bertanya padanya "apa kau mengenalnya Eina?" tanya Misha padanya.


"iya, beberapa hari lalu dia pergi ke guild persekutuan" jawab Eina.


Melihat Loki anggota Loki familia yang sedang berbicara padanya Eina sedikit penasaran.


'apakah mungkin dia berhasil masuk kedalam Loki familia' pikir Eina memperhatikan mereka 'tidak, itu tidak mungkin, Loki Loki familia hanya akan merekrut orang minimal level 2 sedangkan tanjiro berkata padaku bahwa dia belum pernah mendapatkan falna dari dewa manapun jadi kemungkinannya sangat kecil.


karena penasaran Eina mencoba menyapa mereka sambil bertanya mungkin saja mereka melihat monster yang lepas disekitar sini "kamado-" tetapi sebelum Eina menyelesaikan kata katanya tiba tiba Eina merasakan tanah bergetar hebat dan monster muncul dari bawah tanah.


"AHHHHH" banyak teriakan kepanikan terjadi disekitarnya karena kemunculan monster yang terlihat seperti ular tersebut


Melihat monster itu menghancurkan bangunan sekitar Eina menjadi terkejut hingga dia dibangunkan oleh rekannya misha.


"Eina" Eina yang kembali terbangun langsung dengan sigap mengarahkan evakuasi pada para warga yang berlarian panik


"Misha bantu aku mengevakuasi para penduduk"


"aku mengerti" jawab Misha dengan serius, sifat malasnya tidak terlihat karena betapa seriusnya masalah ini.


"SEBELAH SINI, KALIAN AMAN JIKA KE SEBELAH SINI" teriak Eina dan Misha membuka jalan untuk evakuasinya.


Setelah para warga berhasil lari dari tempat kejadian Eina tidak pergi melainkan melihat kembali ke arah pertarungan yang terjadi antara monster ular itu dengan anggota Loki familia.


"Kamado-kun kenapa kau tidak berlari" gumam Eina melihat tanjiro masih berada disana bersama dengan petualang lain dari Loki familia.


"Eina kau bilang kau mengenal pria itu?" seru Misha menunjuk pada tanjiro "apakah dia kuat"


"aku tidak tahu, tapi beberapa hari yang lalu dia baru saja datang ke orario dan dia belum bergabung di familia manapun" jawab Eina sedikit khawatir.


"hah..apa kau yakin, bukankah itu berarti dia tidak memiliki falna, lalu kenapa dia mencoba bertarung dengan monster itu"


"aku juga tidak tahu"


Eina dan Misha kembali melihat tanjiro yang berhasil bertahan dan menyerang monster itu.


Dibeberapa kesempatan bahkan Eina melihat tanjiro berhasil melindungi petualang penyihir dari Loki familia dan juga membunuh salah satu monster itu.

__ADS_1


"Eina apa kau yakin dia tidak pernah diberikan berkah oleh para dewa, jelas jelas gerakan yang dia lakukan seperti Jokyu Boukensha (petualang kelas atas) apa dia berbohong padamu?"


"aku juga tidak mengerti, tetapi setelah beberapa kali berbicara dengannya aku merasa dia tidak terasa seperti seorang pembohong"


Eina kembali melihat ketika tanjiro sudah membunuh monster itu tiba tiba saja dari dalam tanah muncul 3 monster lain yang ternyata mereka adalah monster tipe tanaman.


Eina menyaksikan mereka yang terlihat kesulitan karena banyak sekali cabang tanaman yang menghalangi mereka.


"JANGAN BERHENTI, TERUSLAH MERAPAL SIHIR" Eina mendengar tanjiro berteriak dan melesat sangat cepat untuk melindungi penyihir itu.


'apa apa ini kamado-kun, apa kau perlu berbohong padaku jika kau memang sudah sekuat ini' pikir Eina mulai curiga apakah benar tanjiro berbohong soal falna padanya karena semakin dia melihat tanjiro bertarung semakin besar juga kemampuan yang tanjiro perlihatkan.


Eina melihat pertarungan kembali berpihak pada tanjiro dimana sihir berhasil diselesaikan.


Monster itu mulai membeku hingga akhirnya hancur menjadi debu, dan ketika eina berpikir semua telah berakhir.


Eina melihat tanjiro terkena serangan monster yang muncul kembali dari bawah tanah.


Eina melihat tanjiro terpental setinggi puluhan meter di udara, Eina berpikir semuanya telah berakhir, pria baik yang baru saja dikenalnya pada akhirnya akan mati di depannya tetapi tiba tiba saja suatu keajaiban terjadi.


Eina melihat tanjiro yang jatuh dari langit kembali dengan pedang yang diselimuti oleh api, Eina juga melihat tanjiro mengeluarkan


api nafas dimulutnya.


Dan saat tanjiro menyerang monster itu dari atas Eina merasakannya pandangannya menjadi gelap sesaat dan kemudian serangan yang tanjiro lakukan membuat Eina bisa melihat dua cincin api besar sebelum akhirnya Eina bisa melihat kembali keindahan langit yang cerah.


Eina merasakan keindahan dari seni berpedang sihir tanjiro barusan, entah mengapa saat melihatnya, Eina merasa hidupnya sangat diberkati karena bisa melihat cahaya langit yang indah.


................


Setelah pertarungan di festival monsterphilia kemarin tanjiro membereskan perbekalannya karena hari ini dia akan ikut pergi ke kerajaan baltane bersama dengan Simon.


Mereka sudah membuat janji akan bertemu di pintu gerbang orario pagi ini.


Sebenarnya masih ada beberapa jam lagi sebelum waktu pertemuan, tetapi tanjiro tidak ingin membuat mereka menunggu jadi dia memilih untuk sampai duluan agar tidak terlambat nantinya.


Setelah mengucapkan perpisahan pada resepsionis di penginapan, tanjiro hanya butuh berjalan beberapa puluh menit untuk sampai di gerbang.


Sesampainya disana tanjiro melihat beberapa orang sedang merapikan banyak barang dan memasukkannya ke dalam gerobak karavan.


Tanjiro mengenal mereka jadi dia berlari lebih cepat sambil menyapa mereka semua.

__ADS_1


"ah...simon-san, semuanya selamat pagi" sapa tanjiro, pada mereka.


"tanjiro -san"


"tanjiro -kun"


"oh kau sudah datang nak"


"selamat pagi tanjiro" 


Semua orang membalas sapaan tanjiro karena mereka sudah saling mengenal dengan tanjiro.


"tanjiro kau datang lebih cepat" tanya Simon


"iya,aku tidak membawa banyak barang jadi aku bisa datang lebih cepat" jawab tanjiro.


"aku mengerti, masuklah kedalam gerobak ada minuman hangat di dalamnya persiapan kami juga sudah siap, kamu sedang menunggu bala bantuan yang datang"


"terima kasih, kalau begitu aku akan mencobanya"


Sambil menunggu bala bantuan yang datang tanjiro minum coklat panas bersama dengan yang lainnya, karena penasaran dan tidak ada bahan pembicaraan lain tanjiro bertanya pada Simon tentang bala bantuan yang akan ikut mereka pergi ke kerajaan baltane.


"simon-san kalau boleh tau bantuan yang kamu maksud itu siapa?" tanjiro tahu meskipun Simon memberitahukan orang orang yang akan membantu mereka, tanjiro yakin dia tidak akan mengenalinya.


Tetapi meskipun kemungkinannya kecil bisa saja familia dari dewa yang tanjiro ketahui mungkin akan ikut bersama dengan mereka.


"hmm..aku tidak tahu kau mengenal mereka atau tidak tetapi kamu memiliki dua familia yang akan membantu kami, yang pertama adalah familia pemburu, familia ini berniat membantu kami karena mereka memang selalu berburu monster yang membahayakan orang orang tidak bersalah" jawab Simon sambil menyeruput coklat panasnya "dan familia kedua adalah familia yang cukup besar kita beruntung karena mereka tertarik dengan monster raja rawa yang kusebutkan dan mereka berniat membantu meskipun mereka hanya membawa beberapa orang saja dari familia mereka" tambah Simon menjelaskan.


"Simon bukankah kau terlalu bertele-tele" tegur Roxy di sebelahnya "jadi tanjiro mereka berasal dari familia-" sebelum Roxy menyelesaikan perkataannya tiba tiba rombongan dari beberapa orang datang mendekat ke arah mereka.


Rombongan itu cukup banyak, kira kira sekitar dua puluh orang, dan yang memimpin di depan adalah seorang wanita cantik yang memiliki mata hijau dan rambut biru panjang dengan dua poni panjang, dua helai di samping, dan ekor yang dikepang sebagian di belakang.


Wanita itu mengenakan pakaian putih dan biru pucat, sepatu boot coklat panjang dengan desain coklat muda, ikat pinggang tempat dia menyimpan sepotong kain putih dan belati, gelang emas, dan berbagai aksesoris rambut emas.


Dari baunya tanjiro merasa bahwa wanita itu adalah seorang dewi.


Semakin mereka mendekat tanjiro mulai bisa melihat seluruh anggota mereka yang anehnya semua berisi perempuan.


Saat mereka sudah beberapa meter di depan kami Simon berjalan ke hadapan mereka dan menyapanya.


"terima kasih karena sudah mau data Dewi Artemis, bantuan yang kamu tawarkan benar benar menyelamatkan kami."

__ADS_1


"aku dan familiaku hanya menjalankan tugas kami memburu monster yang dapat mengancam nyawa orang orang, kau tidak perlu berterima kasih.. tetapi sebagai gantinya aku tidak ingin laki laki dari rombonganmu untuk berani macam macam apalagi berbuat tidak senonoh pada anggota Familiaku" jawabnya dengan nada yang tegas.


Bersambung ~


__ADS_2