Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?

Apakah Salah Jika Pemburu Iblis Mencoba Memasuki Dungeon?
Volume 01, Chapter 27.


__ADS_3

"jadi kamado-kun apakah kau sudah masuk kedalam sebuah familia?" tanya sosok wanita  cantik berseragam karyawan dari guild persekutuan didepanku.


Namanya Eina Tulle, setelah tanjiro bertarung dengan monster tanaman aneh sebelumnya, tanjiro berpisah dengan tiona dan lefiya.


Tiona sepertinya masih memiliki banyak pertanyaan pada tanjiro tetapi lefiya mengajaknya untuk kembali ke familia mereka karena dia merasa lelah.


Tiona mau tidak mau harus menyerah dan mengatakan pada tanjiro untuk bertemu kembali dilain kesempatan.


Dan disaat tanjiro membantu para warga lain untuk beres beres dari kekacauan pertarungan sebelumnya, tiba tiba Eina datang menghampirinya dan menanyakan banyak sekali pertanyaan juga pada tanjiro, karena sepertinya Eina juga menyaksikan pertarungan tanjiro sebelumnya. 


Eina yang saat itu melihat pertarungan tanjiro dibuat bingung karena melihat kecakapan bertarung tanjiro.


"tidak aku belum" balas tanjiro menjawab pertanyaan Eina tentang apakah dia sudah masuk kedalam familia.


Eina dan Tanjiro saat ini sedang berada di tempat kejadian, karena kehancuran yang dibuat monster tanjiro tidak pergi dan membantu warga sekitar untuk melakukan pembersihan akibat kerusakan pertarungan dan sepertinya Eina juga melakukan hal yang sama.


"kamado-kun apa kamu mencoba berbohong padaku" tambahnya dengan wajah curiga sambil membawa puing-puing yang coba dia pindahkan ke sudut.


Sementara itu di sisi lain tanjiro membawa beberapa puing-puing reruntuhan yang ditumpuk tinggi sampai melampaui ukuran tubuhnya.


"tidak aku tidak bohong" balas tanjiro sambil membawa beban berat dan tidak kehilangan nafas sedikitpun.


"lalu apakah kau pernah bergabung dengan familia sebelumnya?" tanya Eina sedikit curiga melihat kekuatan tanjiro.


"tidak aku tidak pernah"


Setelah meletakan reruntuhan disudut, Eina berbalik ke arah tanjiro dan menekuk kedua tangannya di pinggang.


"yah, aku tau itu bukan urusanku tapi bagaimana bisa kau sekuat itu tanpa falna"


"heheh.. kupikir aku berlatih cukup sering dan aku juga sudah banyak bertarung Tulle-san" balas tanjiro


"huh.." wanita cantik itu menghela nafas dan tidak mengorek lebih jauh karena dia tahu merahasiakan kekuatan bagi petualang adalah salah satu cara bertahan hidup didunia dimana banyak sekali orang jahat yang mungkin mengincar nyawa mereka, dan Eina menganggap tanjiro tidak ingin kemampuannya diketahui siapapun termasuk Eina.


Disisi lain apa yang dipikirkan Eina sama sekali tidak benar karena tanjiro memang sudah berlatih dan bertarung dengan banyak sekali lawan yang kuat hanya saja tanjiro bingung bagaimana harus menjelaskannya.


......................


"Terima kasih nak karena membantu kami" kata kakek tua dengan tubuh sedikit bungkuk.


"tidak masalah kakek, aku juga ikut bertanggung jawab untuk masalah kehancuran ini" jawab tanjiro sambil menggosok belakang kepalanya


Tanjiro melihat Eina sedikit mengerutkan alisnya tanda seperti dia tidak setuju dengan perkataan tanjirou barusan.

__ADS_1


"tidak kau telah membantu kami mengalahkan monster itu, kehancuran seperti ini hanya sedikit jika dibandingkan dengan kehancuran yang bisa terjadi bila kamu dan dua wanita tadi tidak datang" kali ini balasan muncul dari seorang paman yang terlihat seperti salah satu penjual di stan makanan.


"benar sekali"


"tanpa dirimu akan lebih banyak bahaya"


Banyak sekali kalimat persetujuan dari mereka yang membuat tanjiro merasa tersanjung.


"onii-chan" tiba tiba saja seorang gadis kecil datang mendekat kearah tanjiro sambil membawa sebuah apel pada tanjiro "terima kasih" tambahnya.


"apa ini untukku?" tanjiro sedikit berlutut untuk berbicara dengan gadis mungil itu dan mengambil apel yang dia pegang.


"um" jawab gadis itu sambil menganggukan kepalanya.


"terima kasih" tanjiro mengelus rambut nya yang juga terdapat telinga kucing diatas kepalanya.


CRUNCH


"Enak"


"hehehe"


Melihat pemandangan antara tanjiro dan gadis kecil itu semua yang melihatnya tanpa sadar tersenyum dan tidak terkecuali dengan Eina dan temannya.


......................


Hari ini adalah hari yang special di orario karena hari ini kota orario mengadakan sebuah festival yang dikenal monsterphilia.


Monsterphilia biasa diselenggarakan oleh ganesha familia dan disahkan oleh guild persekutuan.


Sebagai karyawan dari guild persekutuan eina juga diwajibkan untuk bertugas pada hari special ini.


Saat ini Eina sedang berpatroli bersama dengan rekannya yang juga sama seorang staff dari guild pesekutuan.


"ahhh...mengapa disaat festival besar seperti ini kita harus tetap bekerja" keluh rekan Eina disebelahnya.


Namanya adalah Misha Flott , Misha adalah seorang gadis mungil dengan rambut merah muda dan mata yang sama berwarna merah muda. dia mengenakan seragam guild yang sama dengan Eina.


"mau bagaimana lagi Misha, sudah menjadi kewajiban kita untuk memastikan festival berjalan lancar tanpa ada kerusuhan" jawab Eina.


"aku mengerti, aku mengerti" jawab Misha terlihat malas menjawab "tapi bukankah kau juga ingin bersenang senang Eina, coba kau pikir jika hari ini kamu libur mungkin kamu bisa mengajak petualang muda bernama bell itu" goda Misha sambil tersenyum.


Eina tidak menjawab apa-apa sambil berpura-pura memperhatikan sekitar namun sebenarnya pikirannya berada ditempat lain.

__ADS_1


'huhh aku juga ingin berkeliling bersama bell di monsterphilia ini' pikir Eina tergoda oleh omongan Misha.


Rekannya misha adalah seorang gadis yang mudah penasaran dan kurang bertanggung jawab dalam bekerja, dia juga suka menggoda hubungan Eina dengan laki laki seperti sebelumnya.


Meskipun misha suka mengeluh dia tetap akan melakukan pekerjaannya sampai selesai tetapi baik atau tidaknya pekerjaan yang dia lakukan masih perlu diperdebatkan.


Saat Eina masih melamun tiba tiba saja rekannya misha memanggilnya "Eina lihat disana sepertinya mereka memiliki masalah" tegur Misha sambil menunjuk kearah dua orang pria yang mengenakan topeng gajah dan pakaian yang identik biasa digunakan oleh para anggota Ganesha familia.


"kau benar, mari kita tanya mereka" balas Eina


Eina dan Misha perlahan berjalan mendekat kearah mereka "apakah anda sekalian dari Ganesha familia, apakah ada masalah?" tanya Eina pada mereka berdua.


"tidak, tidak ada masalah-" sebelum dia menyelesaikan perkataannya tiba tiba temannya memotong perkataannya.


"modantaka, tidak masalah Ganesha-sama meminta kita untuk meminta bantuan dari siapapun karena beliau ingin masalah ini cepat selesai tanpa adanya korban" tegurnya


"aku mengerti, tapi galius namaku modaka" jawab pria itu sedikit jengkel, lalu setelah itu dia berbalik dan berbicara pada Eina juga Misha kembali "kalian dari guild bukan?"


"benar" jawab Eina.


"sebenarnya-" pria bernama modaka mulai bercerita tentang monster yang terlepas dari kandang penyimpanan, awalnya monster monster itu akan tampil dicolloseum tetapi orang tidak dikenal berhasil masuk dan melumpuhkan orang orang Ganesha familia yang berjaga.


Meskipun luka mereka tidak parah sama sekali, tetapi para penjaga yang dilumpuhkan terlihat seperti orang orang yang baru saja menerima kenikmatan yang luar biasa karena raut wajah mereka yang terlihat aneh.


"-bisakah kalian juga membantu kami untuk meminta bantuan dari familia lain agar masalah monster ini bisa cepat selesai" tambah modaka.


"aku mengerti, kami akan berusaha mencari bantuan lainnya"


"terima kasih, kalau begitu kami harus pergi"


Setelah berpisah dengan kedua orang dari Ganesha familia, Eina dan Misha segera ingin membuat rencana tetapi tiba tiba saja terdengar suara wanita yang mendekat kearah mereka.


"ada apa, apa kalian sedang membuat rencana terselubung...ghhh" kata seorang wanita yang terlihat ceria hanya saja saat ini tangannya sedang dipelintir oleh wanita cantik disebelahnya karena mencoba berbuat mesum padanya.


"apakah ada masalah?" kali ini yang menanyakan adalah wanita cantik disebelahnya, mereka berdua bukankah wanita sembarangan.


Karena wanita yang terdengar ceria itu adalah seorang Dewi, Dewi dari familia terkuat kedua di orario yaitu Loki sementara gadis cantik dengan suara datar disebelahnya adalah petualang wanita yang sangat kuat namanya adalah Aiz Wallenstein atau biasa disebut putri pedang.


Melihat putri pedang ada disini Eina merasa dia cukup beruntung karena jika Eina bisa membuat putri pedang membantu mengatasi masalah monster yang lepas dikota, kemungkinan masalah ini akan lebih cepat selesai.


"anoo..loki-sama, Wallenstein-san sebenarnya -" Eina mulai menjelaskan apa yang terjadi pada mereka berdua tentang monster yang kabur di dalam kota "mungkin terdengar lancang tapi bolehkah kami meminta bantuan anda Wallenstein-san" pinta Eina memohon sambil sedikit menundukkan kepalanya


"dariku juga, aku mohon Wallenstein-san" tambah Misha yang ikut menundukkan kepalanya sambil memohon.

__ADS_1


"mau bagaimana lagi, Aiz-tan bantulah mereka" perintah Dewi loki pada Aiz.


"baik" jawab wanita itu masih dengan suara datarnya.


__ADS_2