
Siangnya, ia berada di bagian barat kamp tengah duduk di bebatuan sendirian tanpa seorangpun di sana. Sementara di bagian bawah tempatnya berada, ada sungai yang mempunyai aroma bau. Sungai tersebut terhubung langsung dengan danau di luar kamp, di mana ini tempat untuk minum orang-orang di kamp sebelum tercemar. Qin Chen menemukan ada banyak zombie mengambang di permukaan air, dan itu mengeluarkan aroma tak sedap membuat siapapun akan muntah.
Tidak lama kemudian, Yang Xi menghampirinya. Qin Chen mendongak, dia menemukan dua gunung menggantung tepat di hadapannya tanpa penghalang. Sangat mengejutkan sampai membuat Qin Chen menahan dirinya.
"Kapten Yang Xi? Kenapa kau ada berada di tempat ini? Tempat ini sangat bau, kau mungkin akan pingsan mencium aromanya cukup lama." Yang Xi hanya tertawa tipis, ia menemukan Qin Chen bertindak mencurigakan di tempat yang sunyi dan ternyata dia hanya duduk di sana sendirian.
"Aku cukup lama di tempat ini. Dan sudah terbiasa dengan aroma ini, harusnya aku bertanya padamu tentang kenapa aku berada di tempat seperti ini?" Katanya, ia tampak bahagia dan wajahnya bersinar sangat indah di bawah matahari.
"Begitu?" Qin Chen mengerutkan keningnya, ia kembali ke tempatnya. "Lalu apa yang membuatmu ketempat ini? Tidak mungkin hanya untuk menyapaku dan melihat sungai yang bau ini?" Lanjutnya.
Yang Xi mengeluarkan napasnya. "Sebenarnya, aku ingin bertanya dan kemudian memberikan bayaran karena sudah membantu anggota kami mencari persediaan."
"Katakan." Balasnya.
"Bisa kamu datang ketempat ini? Aku akan menunggunya sore hari. Dan pastikan untuk tidak terlambat datang." Yang Xi memberikan kertas yang berisikan alamat kepadanya, ia lalu meninggalkan Qin Chen sendirian lagi di sana tanpa siapapun yang menemaninya.
"Bagian timur, bangunan tua?" Qin Chen bingung, tetapi dia akan datang sorenya." Lupakan, nanti aku akan datang ke sana mencari tahu apa yang dia inginkan berikan padaku sebagai bayarannya. Tapi ini sangat menarik! Aku akan menantikannya."
Karena besoknya ia akan pergi meninggalkan kamp dan tidak akan kembali lagi. Tujuan utamanya adalah pusat kabut merah, itu merupakan keinginan terbesarnya di bandingkan apapun. Qin Chen mendapatkan undangan, ia bergegas kembali ke tenda tempat Qin Yu berada.
Sesampainya di sana, ia menemukan Qin Yu tengah tersenyum bahagia memanggang dagingnya di atas tungku. Qin Chen ikut tersenyum bahagia, meskipun dia tidak mendapatkan satupun daging. "Bagaimana makanannya? Apa rasanya enak sampai-sampai tidak mengundangku untuk bergabung bersama."
__ADS_1
Qin Yu menoleh kesamping. "Aku hanya kepingan makan daging siang ini, apa Chen Gege mau makan? Aku akan buatkan lagi untukmu makan. Dan kita bisa makan bersama-sama."
"Tidak. Kau dapat makan sendirian. Chen Gege datang untuk menyampaikan sesuatu, Chen Gege akan pulang cukup malam nanti. Jadi kau dapat beristirahat duluan tanpa Chen Gege. Besoknya ada yang ingin Chen Gege katakan, jadi beristirahat lah yang cukup." Ungkapnya.
Qin Chen mempunyai dua hal yang ingin dia sampaikan kepada Qin Yu. Pertama ikut bersamanya kedalam kabut merah, dan bertarung hidup dan mati bersama. Dan kedua, tetap berada di kamp bersama anggota pasukan khusus lainnya yang datang menyelamatkan mereka.
"Jangan bermain lama-lama, Chen Gege masih butuh istirahat yang cukup." Qin Yu membalasnya dengan lembut.
Qin Chen tersenyum sembari melambaikan tangannya, dia pergi dari tempat itu. "Saudari yang sangat pengertian. Walaupun terkadang sangat merepotkan mengurusnya." Gumamnya.
Sesampainya di bangunan tua di bagian timur kamp, ia masuk kedalam di mana sudah ada Yang Xi menunggu di bangku. Qin Chen bingung, tetapi dia dengan tenang mendekatinya dan duduk. Mereka berdua saling memberikan tatapan pertanyaan, di mana Qin Chen bertanya tentang kenapa dia mendapatkan undangan ketempat ini.
"Yang Xi? Kenapa kau mengundangku. Kalau mau membayar, bukankah bisa di ruangan kerjamu langsung." Tanya Qin Chen.
"Tanyakan apa yang ingin kau ketahui, selama aku bisa memberikannya aku akan berikan." Katanya, dia tersenyum tipis karena baru pertama kalinya ia masuk kedalam ruangan khusus para tamu yang di sediakan anggota pasukan khusus.
"Pertama, siapa kamu sebenarnya? Aku mendapatkan laporan tentang tugas di luar sana, dan kamu berkontribusi sangat banyak membantu anggota lain. Mendapatkan luka karena memaksakan melawan musuh yang sangat kuat dan bahkan belum pernah kamu hadapi sebelumnya."
Qin Chen menyipitkan matanya, ia tidak bertanya-tanya tentang kenapa dia menanyakan tentang ini. "Aku akan memberikan kau satu hal. Aku cukup mampu untuk melakukan apapun. Itu yang bisa aku katakan sekarang, karena aku tidak ingin mendapatkan masalah besar di samping keinginanku untuk masuk kedalam kabut merah di luar sana."
Yang Xi hanya diam, dia tahu itu tidak akan mudah untuk membuat Qin Chen mengungkapkannya.
__ADS_1
"Begitu rupanya. Aku tidak akan mempertanyakan ini, kemudian ada keanehan yang para anggota rasakan. Apa kau tahu sesuatu tentang ini?"
"Mungkin, aku merasakan gravitasi di bumi terganggu dan membuat barang mengambang beberapa milimeter tanpa mereka sadari. Kau dapat membuktikannya dengan mengangkat sesuatu yang kau anggap berat." Qin Chen membalasnya dengan tenang.
Sementara dia yang mendengar, ia mengangkat sesuatu yang berat di sampingnya. Perasaan itu seakan-akan tercampur dengan magic membuat benda sangat ringan sewaktu mengangkatnya. "Kamu ada benarnya, aku mengangkat barbel 10kg hanya terasa mengangkat benda 1kg. Perbedaan ini, mungkinkah gravitasi benar-benar hampir hancur?"
"Tidak dapat di katakan hancur, karena kita masih merasakan beratnya. Semua ini karena deringan bulan kedua itu, itu membuat bulan berputar berlawanan yang membuat hukum gravitasi terganggu dan bumi mengurangi tekanannya."
Mengangguk.
"Aku sudah mendapatkan apa yang ingin aku tanyakan. Sekarang, aku akan membayar tentang tugas yang kamu dapatkan. Pejamkan matamu untuk sesaat. Jangan membatah atau aku akan membatalkan hadiahnya, dan kau akan menyesalinya seumur hidupmu." Jelasnya dengan tegas.
Qin Chen kebingungan, dia buru-buru memejamkan matanya. Dan saat ia menelan ludahnya, seseorang mendorongnya ke sopa besar hingga membuatnya terbaring. Tangannya terkunci, dan napas Qin Chen tersengal-sengal karena ini.
"Kamu akan pergi besoknya, kan? Karena itu aku ingin mendapatkanmu malam ini hingga fajar menyingsing besoknya." Katanya, dia membuat Qin Chen diam saat ia merusak sensasi bibirnya yang terasa sama saat sebelum tugas.
Perasaan itu seakan-akan tercampur dengan perasaannya, Qin Chen langsung membuka matanya menemukan Yang Xi tengah menimpanya. Dia memandang Qin Chen, dan kemudian menutup matanya sembari menyentuh wajahnya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1
Catatan : 2 Bab ini akan di Revisi, karena author merasa kurang pas.